Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
BERMESRAAN SELALU.


__ADS_3

"Memang dipegang Jacob. Tapi Jacob tidak pernah berada di tempat. Kalau ada apa-apa dia datang ke kantor. Semuanya dibantu oleh Jacob dan juga Alexa," jawab Asmoro.


"Ya sudah. Nggak usah terlalu memikirkan soal ini. Untung saja Jacob berada di sini. Jadi semuanya nggak masalah," ucap Ian.


"Masalahnya adalah uang lima milyar hilang," kesal Asmoro.


Dengan terpaksa ian meraih ponselnya dan menghubungi Jacob untuk kesini. Sedangkan Stella merasakan ada sesuatu yang tidak beres. Ia mulai merenung dan memanggil Sheila sang Ratu Noe melalui hatinya.


"Ada apa?" tanya Sheila.


"Sepertinya ada yang tidak beres dengan suamiku," jawab Stella.


"Tenang saja. Masalah ini berasal dari perusahaannya. Ada seorang yang mengambil uang sebanyak lima milyar. Uang itu diberikan sama saudara sepupu kamu yang bernama Patty," ucap Sheila.


"Apa?" tanya Stella yang sangat terkejut sekali.


"Ya itu benar. Mereka sengaja bersekongkol dengan Patty dan Tutik. Kamu tahukan kalau mereka tidak bisa hidup miskin?Mereka sedang mencari mangsa untuk diperalat memberikan uang. Mereka sengaja membayarnya dengan tubuhnya itu dengan cuma-cuma. Sekarang yang menjadi tangannya ada Pak Kevin memiliki wajah yang agak menyeramkan sekali. Perangai sangat buruk sekali.Dia juga ingin melengserkan suami kamu saat duduk di kursi CEO. Tapi selama yang memegang saham terbesar adalah Giovanni. Jadi suami kamu itu sangat aman sekali. Bahkan Gio sudah mengetahui bagaimana cara kerjanya Pak Kevin dan Asmoro. Jadi ya sudah," jelas Sheila.


"Lalu bagaimana dengan Tuan Gio?" tanya Stella.


"Guntur sedang berada disana untuk memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi. Kamu tenang saja.kejadian ini tidak akan berlangsung lama," jawab Sheila.


"Bagaimana bisa tenang?Jika suamiku memiliki masalah seperti ini?" tanya Stella.


"Doakan saja terbaik buat suami kamu. Agar masalah ini cepat selesai," jawab Sheila yang memberikan solusi.


Stella hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum manis. Ia memejamkan matanya sambil berdoa dengan tulus. Agar masalah ini cepat selesai dan tidak berlarut-larut. Di dalam hatinya, ia akan mengutuk Patty dan Stella. ia juga tidak akan membuat mereka bahagia apalagi tersenyum. Sudah saatnya Stella bangkit dan memberanikan diri untuk melawan mereka.


Stella mulai masuk ke dalam dan menuju ke ruangan kerja milik Asmoro.Stella berjalan layaknya orang tergesa-gesa. Setiap ada pengawal yang berjaga, mereka bingung dan menatap wajah Stella.


Sesampainya disana, stella membuka pintu tanpa harus mengetuk pintu. Ia masuk ke dalam tanpa ada yang memperdulikan banyak orang yang berada disana. Ia segera memeluk Asmoro untuk sekedar memberikan kekuatan.


Saat dipeluk oleh Stella, Asmoro merasakan ada sesuatu yang tidak bisa ditebak sama sekali. Tubuhnya seakan menghangat dan merasakan ada sesuatu yang berada di dalam tubuhnya.


"Sepertinya ada sesuatu di dalam dirimu?" tanya Asmoro yang membuat Stella bingung.

__ADS_1


"Ada sesuatu apa?" tanya Stella balik.


"Sesuatu yang dimana aku merasakan tubuhku bangkit kembali," jawab Asmoro.


"Kamu enggak usah cerita. Aku sudah tahu semuanya," bisik Stella.


"Soal apa itu?" tanya Asmoro.


Sedangkan Ian, Jacob dan Imron sangat kesal melihat adegan bermesraan. Bisa-bisanya mereka memamerkan kemesraannya di hadapan orang-orang yang ingin membahas tentang pekerjaan.


"Bisakah kalian menghentikan adegan bermesraannya?" tanya Ian dengan kesal.


Asmoro malah membalikkan badannya sambil menatap Ian. Ia tidak melepaskan Stella sambil tersenyum lucu.


"Sepertinya kamu sangat iri sekali ya melihat ku bermesraan bersama Stella?" tanya Asmoro yang mulai meledek Ian.


"Aku tidak marah sama kalian. Kalian telah memberikan aku seorang bidadari yang sangat cantik sekali," ledek Asmoro yang membuat mereka muak.


"Coba awal bertemu. Sudah tahu kena tembak, enggak mau ditolongin sama sekali. Habis gitu disuruh turun sendirian sampai lobi rumah sakit. Eh... kakak malah tenang saja dan bersantai di dalam mobil," jelas ian yang masih mengingat kejadian masa lalu.


Dengan cepat Asmoro melepaskan Stella dan menatap wajah Ian. Ia hanya menggelengkan kepalanya berkali-kali sambil tersenyum manis.


"Baguslah. Jika sadar kalau wanita itu sangat berharga, maka sayangilah," pesan Jacob.


"Kalian ini," sergah Asmoro sambil tersenyum manis.


"Jadi bagaimana?" tanya Imron.


"Memangnya kamu tahu apa yang telah terjadi sama perusahaan?" tanya Asmoro sambil memandang wajah Stella.


"Ya... aku tahu. Ada seorang pria yang sudah mengambil uang kamu. Lalu uang kamu diberikan ke Patty. Iya kan," jawab Stella.


"Iya benar. Aku memang mendapatkan kesialan," jelas Asmoro.


"Itu uang apa sih?" tanya Stella yang sangta penasaran sekali.

__ADS_1


"Itu uang dibuat untuk membayar gaji karyawan selama dua bulan," jawab Asmoro.


"Kapan ulang tahun teman kamu itu?" tanya Stella.


"Besok," jawab Asmoro.


"Terima kasih," ucap Stella yang kabur ke kamar Natalie.


"Lha... kenapa dengan istriku?" tanya Asmoro.


"Tidak tahu," jawab Ian sambil mengedikkan bahunya.


"Jujur aku ingin menyembunyikan masalah ini dari Stella. Tapi dirinya sudah tahu semuanya. Rencanaku sebenarnya ingin menangkap Patty hidup-hidup dan menghukumnya," jelas Asmoro.


"Sepertinya kamu harus memberikan sebua panggung buat Stella. Agar Stella bisa membuat mereka kapok," ucap Imron yang memberikan ide kepada Asmoro.


"Lalu bagaimana dengan Stella?" tanya Asmoro yang merasa khawatir dengan Stella.


"Berikan ruang dan watu buat Stella. Ia harus muncul di hadapannya mereka," jawab Imron yang memberikan solusi kepada Asmoro.


"Yang dikatakan oleh Imron benar. Apakah kita harus menyembunyikan Stella secara terus-menerus?" tanya Jacob yang membenarkan apa yang dikatakan oleh Asmoro. "Sedangkan mereka akan melebarkan sayapnya untuk merebut Kurumi?"


"Ada tambahan lagi buat kakak. Jika Stella sudah berhadapan dengan mereka. Kakak hanya perlu mendoktrinya saja," tambah Imron.


"Hanya cara itulah cara yang dapat dilakukan oleh kakak. Aku juga ingin Stella bangkit dari keterpurukan," jelas Ian.


"Aku ingin menyuruh Kak Gio memecat pak Kevin. tapi sebelum dipecat, aku akan memberikan banyak bukti kejahatannya terlebih dahulu," ujar Asmoro.


"Ide kakak sangat bagus sekali. Kalau kakak memecatnya, Pak Kevin sepertinya tidak terima. Kita suruh para pemegang saham bergabung dan melakukan pemecatan. Tapi yang perlu diingat, kakak harus berhati-hati. Pak Kevin memiliki jiwa psikopat. Jiwa itu sama seperti Patty. Jadinya kakak harus dikawal ekstra ketat," beber Jacob.


"Ya enggak begitu kali. Aku tidak mau melakukan rencana seperti itu. Lemparkan saja satu atau dua mata-mata untuk mengikutinya kemana dia pergi. Jika dia butuh pembunuh maka para pengawal mampu melakukannya," tambah Asmoro. "Kita jalankan saja rencana pertama. Aku ingin tahu anak-anaknya melihat keburukan ayahnya. Soalnya rencana ini sudah aku susun sedemikian rupa.'


"Yang melemparkan Lia itu?" tanya Ian.


"Apakah kamu sudah melaksanakan perintahku?" tanya Asmoro balik.

__ADS_1


"Sudah beres. Lia sedang melaksanakan tugasnya sebagai asisten rumah tangga dengan baik. Baru tiga hari Lia sudah bekerja dengan santai," jawab Ian.


"Lalu apakah Pak Kevin pulang ke rumah?" tanya Asmoro yang merasa curiga.


__ADS_2