Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Pertemuan Stella Dengan Ratu Noe.


__ADS_3

"Selama ini kita enggak tahu apa yang dirasakan oleh Alexa. Sepertinya Alexa tidak memikirkan soal itu. Jalan Alexa masih panjang. Dia harus merawat anak-anaknya. Jika ada... kemungkinan besar ditolak," jawab Ian.


"Semoga saja tidak ada perjodohan untuk anak-anak Alexa. Biarkan mereka hidup untuk memilih calon pasangan hidup masing-masing," jelas Asmoro yang mendoakan putra putri Alexa.


Ketika jam makan siang tiba, Agatha menuju ke ruangan Asmoro. Pria paruh baya itu pun sudah memutuskan untuk memberikan jawaban yang tepat. Sebelum Agatha masuk, Hatori mendekatinya sambil membawa paper bag.


"Papa,'' panggil Hatori.


"Ada apa?" tanya Agatha.


"Nggak ada apa-apa sih pa. Memangnya papa mau ke mana?" tanya Hatori sambil membuka pintu dan melihat Asmoro bersama Ian sedang berdiskusi.


Kedua pria berbeda generasi itu pun masuk ke dalam. Agatha langsung duduk di hadapan Asmoro dan Ian. Sedangkan Hatori menaruh paper bag itu di hadapan Asmoro. Selesai menaruh paper bag itu, Hatori memutuskan untuk pergi dari sana. Namun Asmoro memanggilnya untuk bergabung. Hatori menuruti keinginan Asmoro dan duduk bersebelahan bersama Agatha.


"Ada yang harus aku bicarakan," jelas Agatha.


"Apa yang akan kamu bicarakan?" tanya Asmoro.


"Setelah dipikir-pikir kamu memang benar. Aku sudah memutuskan untuk pindah rumah. Aku tidak mau tinggal di sana," jawab Agatha yang membuat Hatori terkejut.


"Apakah papa akan pindah rumah?'' tanya Hatori.


"Demi keamanan kalian. Patty masih berkeliaran di apartemen itu. Cepat atau lambat Patty akan menemukan Stella maupun Adelia. Kalau mereka tinggal di apartemen. Patty akan meminta Stella atau Adelia untuk menandatangani berkas-berkas pengalihan aset Kurumi. Meskipun berkas-berkas itu palsu, mereka akan berusaha untuk mensahkan berkas tersebut menjadi asli," jawab Agatha.

__ADS_1


Sontak saja Hatori terkejut. Bagaimana bisa mereka masih mengejar keluarga Kanagawa? Seharusnya mereka kapok dan tidak akan mengejar lagi. Namun ini tidak. Diam-diam mereka berusaha untuk mencari keberadaan Stella.


"Menurut mata-mata yang aku turunkan. Mereka mengejar Stella. Aku yakin mereka akan mencarinya hingga ketemu dan memaksanya untuk tanda tangan. Maka dari itu keputusan papamu itu sangat tepat sekali. Kita nggak akan pernah tahu kapan serangan itu terjadi. Kita harus mewaspadai. Agar serangan itu tidak menimbulkan banyak korban jiwa," jelas Asmoro.


"Dan kamu Hatori," panggil Ian.


"Iya Bang," sahut Hatori.


"Mulai saat ini kamu harus belajar ilmu bela diri. Cepat atau lambat kamu akan masuk ke dalam lembah Hitam. Jika kamu tidak mau aku pasti akan memaksamu masuk ke sana. Begitu juga dengan Stella maupun Adelia," ujar Ian sambil memberikan informasi tersebut.


"Mau tidak mau kamu harus mengikuti anjuran Ian. Jika kamu sudah berhasil menguasainya. Maka kamu bisa menangkis serangan demi serangan seperti itu. Tinggal Mama kamu saja yang belum. Papa pasti akan menggemblengnya. Musuh kita bukan musuh sembarangan. Mereka haus akan kekayaan dan gila kehormatan. Dengan segala cara mereka akan mencari kita," tambah Agatha yang menginginkan Hatori belajar ilmu bela diri.


Hatori pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan. Ketiga pria itu sangat bahagia sekali. Mereka akan membuat Hatori sebagai pria gentleman. Di sisi lain Hatori harus bisa menguasai bisnis dan manajemen. Maka dari itu mereka sepakat untuk mengajarinya hingga mampu.


Ketika mengangkat wajahnya Stella terkejut dan hampir saja berteriak. Namun dirinya langsung menetralisir keadaannya. Beberapa saat kemudian Stella memandang wanita itu. Tiba-tiba saja wanita itu duduk di hadapannya. Lalu Stella memundurkan tubuhnya agar tidak mendekatinya.


"Hei... Bukannya kamu adalah kembaranku?" tanya wanita itu.


"Maksud kamu apa? Kamu kok muncul secara tiba-tiba? Kamu harusnya masuk melalui pintu," tanya Stella bertubi-tubi hingga membuat wanita itu tersenyum lembut.


"Maafkan aku yang telah menampakkan diriku di hadapanmu. Aku mengerti kamu sangat takut ketika aku hadir. Perkenalkan nama aku Sheila. Aku adalah ratu kerajaan Noe. Yang di mana kerajaan Noe sebentar lagi akan bangkit. Tapi hanya kalianlah yang bisa membangkitkannya. Maka dari itu kamu adalah cerminan hidupku. Kamu tidak bisa menghalau takdirmu sendiri. Kamu harus menjalani takdirmu ini. Dan pasangan kamu sekarang sangat tepat sekali," jelas Ratu Noe.


"Maksud kamu apaan? Kok aku nggak mengerti sama sekali dengan ucapanmu. Aku nggak mengerti soal kerajaan Noe. Jujur aku baru saja mendengarnya. Padahal aku sangat suka sekali mengulik tentang kisah kerajaan," ungkap Stella yang tidak mengerti maksud si ratu Noe.

__ADS_1


"Baiklah. Kamu adalah cerminan dari diriku. Kamu adalah seorang Ratu yang bijaksana. Yang di mana kamu akan memimpin suatu organisasi besar demi menghancurkan kebatilan yang sudah dibuat oleh keturunan kerajaan Deep," jelas Ratu Noe.


"Kenapa kamu baru mengatakannya sekarang? Kenapa nggak dari dulu?" tanya Stella.


"Aku sudah ada perjanjian dengan semesta alam. Aku akan muncul setelah kamu menikahi Asmoro. Ketika kamu belum menikah, Aku tidak akan pernah muncul sama sekali. Dan sekarang aku sering muncul sambil mendampingimu. Begitu juga dengan Asmoro. Asmoro sudah ada pendampingnya sendiri. Dia bernama Kuncoro. Kuncoro adalah suamiku. Yang di mana dia adalah seorang raja dari kerajaan Noe. Jika kamu tidak percaya tanyakan saja pada Asmoro," jelas Ratu Noe.


"Jujur aku sedang tidak menghalu. Aku juga sedang tidak berpikiran yang macam-macam. Kenapa hidupku menjadi seperti ini? Bertemu dengan kamu yang nggak aku kenal. Ditambah lagi kamu sudah mengklaim aku sebagai ratu kerajaan Noe untuk masa depan. Ada apakah ini?" tanya Stella.


"Ketika aku muncul pasti ada apa-apa. Kalau kamu tidak percaya kejadian itu akan hadir. Mulai saat ini aku akan menggemblengmu sebagai ratu kerajaan Noe," jawab Ratu Noe sambil menjelaskan apa tujuannya dirinya datang.


"Kamu ini sangat aneh. Bahkan saking anehnya Aku belum paham dengan semua ini. Tolong jangan ganggu aku. Aku sedang mencari benang rajut untuk membuatkan baju hangat," jelas Stella.


Ratu Noe pun tersenyum. Pekerjaan merajut adalah pekerjaannya ketika waktu senggang. Entah kenapa dirinya tetap mengklaim segala adalah bagian dari hidupnya.


Tak sengaja Stella melihat wajah Ratu Noe sedang tersenyum. Bola matanya memutar dengan malas. Ia seakan hidupnya dipermainkan oleh mereka. Lalu Stella memprotes arti senyuman itu, "Kenapa kamu tersenyum seperti itu? Apakah kamu menertawakanku?"


"Aku tidak menertawakanmu. Bukannya kamu tidak bisa merajut?" tanya Ratu Noe.


"Memang. Tapi aku ingin belajar merajut. Kak Asmoro memintaku untuk membuatkan baju hangat. Maka dari itu aku harus membuatkannya. Meskipun aku tidak bisa," jawab Stella.


"Belilah benang rajutnya terlebih dahulu. Jika tidak ada benang rajutnya, aku tidak bisa mengajarimu," suruh Ratu Noe.


"Bukankah kamu memiliki benang rajut?" tanya Stella.

__ADS_1


__ADS_2