
"Memang dia adalah kekasihku. Aku masih mencintainya," jawab Bella yang semakin tidak tahu diri.
"Hey... nyonya Bella Knock. Lalu bagaimana dengan suami kamu yang bernama Bella Knock?' tanya Stella. "Apakah Liam Knock sudah bangkrut?"
Steella memang sengaja bertanya tentang Liam Knock. Karena sedari tadi dirinya tidak melihat Liam. Ia memang menggunakan kesempatan ini demi mendesak Bella pergi dari sini. Namun nyatanya Bella tidak pergi dan menatap wajah Asmoro.
"Maaf nyonya. Kmau memang tidak pantas menatap pria yang sudah menikah. Kamu boleh hanya menatap wajah suami kamu itu," ejek Stella dengan halus.
"Kenapa aku tidak boleh menatap wajah kekasihku?" tanya Bella.
'Dia sudah menikah," jawab Stella.
"Oh... itu tidak penting buat aku. Aku memang sangat merindukannya," ucap Bella yang sengaja memegang tangan kekar Asmoro.
Stella langsung menendang kaki Asmoro. Ia sengaja memberikan sebuah kode. Yang dimana kode itu untuk membuat Asmoro melepaskan tangan Bella.
"Astaga... ternyata istriku adalah pencemburu berat," batin Asmoro sambil melihat
"Aku bukan pencemburu berat!" ketus Stella yang bisa membaca isi hati Asmoro.
Bella semakin tidak menyukai Stella. Ia bahkan mencari cara untuk mendekatkan diri ke Asmoro. Ia sengaja memajukan tempat duduknya ke arah Asmoro.
"Hmmp... sudah lama ya? Kita enggak pernah bercinta seperti dulu lagi," ucap Bella.
"Terusin saja! Jatah sebulan kamu hangus!" ancam Stella.
Asmoro hanya bisa menelan salivanya dengan susah payah. Ia tidak menyangka kalau sang istri mengancamnya tidak akan memberikan jatah selama sebulan. Bagaimana jadinya jika Stella benar-benar tidak memberikan sebuah jatah selama sebulan?
"Janganlah kamu berbicara seperti itu? Bagaimana dengan mainan kesayangan kamu ini?" tanya Asmoro yang sengaja memberikan kode ke arah bawah.
__ADS_1
"Makanya lepasin itu tangannya nenek sihir!" tegas Stella.
Asmoro melepaskan tangan Bella yang sedari tadi memegangnya. Namun Bella tetap memegangnya. Asmoro dengan kuat menghempaskan tangan Bella dari genggamannya.
"Lalu apa yang harus aku lakukan?" tanya Asmoro yang tidak ingin melihat Bella.
"Kamu kenapa sih sayangku?" tanya Bella yang melihat Asmoro.
"Jangan pernah panggil Lampard dengan kata busuk kamu itu!" tegas Sella.
"Hehehe... maafkan aku," ucap Bella yang sengaja menatap wajah stella dengan mengejek.
"Kenapa kamu mengejekku seperti itu? Apakah kamu ingin kehilangan mata kamu itu?" tanya stella dengan nada ketus.
"Kalau kamu berani melakukannya maka lakukanlah! Setelah ini aku akan membunuh kamu!" tegas Bella.
"Kamu!" bentak Bella.
"Janganlah kamu membentak aku seperti itu. Percuma saja kamu membentak aku seperti itu!" ledek Stella yang tersenyum mengejek Bella.
Bella tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Stella. Ia sangat marah dan mendekati Stella dan menepuk tangannya sebanyak tiga kali.
Stella malah tersenyum manis melihat Bella. Ia menatap wajah Asmoro dan memberikan sebuah kode. Asmoro hanya bisa menganggukkan kepalanya. Lalu Asmoro memilih untuk diam dan tidak berkata apa-apa.
Bella menepuk tangan sebanyak tiga kali. sekelompok orang yang memakai baju serba hitam datang tanpa memakai baju formal. Mereka cenderung memakai baju berwarna hitam yang sering dipakai oleh Ninja. Bella tidak menyadarinya, kalau para pengawalnya sudah dihabisi oleh Tetsuya. Bahkan orang-orang yang beraga di depan itu adalah para anggota Klan Kanagawa.
"Kenapa kamu membawa mereka kesini?" tanya Stella yang beranjak dari duduknya.
"Karena aku memang ingin mengusir kamu dari pesta ulang tahun Joe Malti!" tegas Bella.
__ADS_1
"Tidak akan bisa. Ini pesta sudah menjadi milikku," jelas Stella yang bersorak kegirangan.
Asmoro yang melihat Stella sudah mulai menunjukkan kekuasaannya tersenyum manis. Memang benar apa yang menjadi feeling selama ini. Stella memang benar-benar menjadi ratunya. Ratu yang dimana penuh dengan keberanian.
Asmoro tidak ikut campur daam masalah ini. Ia sengaja membiarkan sang istri mengibarkan sayapnya dengan penuh semangat. ia memberikan sebuah pesan kepada Jacob untuk menyabotase seluruh CCTV berada di ruangan ini. Agar CCTV tersebut tidak merekam kejadian antara istri sah dengan pelakor.
"Bella Knock. Seorang wanita yang gila harta. Dia sangat berambisi memacari banyak pria yang memiliki uang banyak dan pengusaha-pengusaha kaya. Setelah mereka bertekuk lutut. Bella dengan mudahnya mengambil uang tersebut. Setelah miskin orang itu akan dilemparkannya ke jalanan. Sungguh miris korbannya tersebut untuk menjadi gelandangan. Disisi lain dia memiliki seorang putri bernama Merry Knock. Kabarnya Merry bukan putri kandung dari Liam Knock. Melainkan putri dari John Smith. Yang ternyata sekarang ini sedan'g menjalin hubungan kekasih. Oh... ya satu fakta yang harus semuanya tahu," seru Stella yang sengaja berteriak dan mengundang banyak para pengunjung pesta itu menoleh ke arahnya.
"Apa itu?" tanya para pengunjung disana.
"Pernikahan Joe Malti telah berjalan selama sepuluh tahun. Dia bercerai dengan Pearl bukan tidak ada kecocokan sama sekali. Mereka bercerai karena Bella Knock. Bella sengaja hadir di dalam pernikahannya demi merebut perusahaan yang dimiliki oleh keluarga sang istri. Lalu melemparkan mereka ke jalanan. Dengan begitu hampir lima tahun ini, keluarga Pearl hidup menderita di jalanan. Sumber ini sengaja aku ambil dari berbagai artikel. Artikel itu sengaja disembunyikan oleh Bella supaya tidak tahu. Dan makanan yang kalian konsumsi sudah diberikan obat-obatan terlarang. Yang ternyata obat-obatan terlarang memiliki efek lebih dashyat dari obat-obatan terlarang yang beredar di pasaran. Jika ada yang mengkonsumsinya. Cepat atau lambat akaan menjadi vampire," jelas Stella yang sengaja membeberkan sebuah fakta.
Seluruh para pengunjung disana terkejut mendengar pernyataan dari Stella. stella yang dulunya lemah berubah menjadi seorang wanita penuh dengan keberanian. Ia tidak akan membiarkan Bella memiliki Asmoro.
Menurut Stella, Asmoro adalah berlian yang masih tertutup kotoran. Yang dimana Bella tidak membersihkannya dan merawatnya dengan baik. Namun sekarang di tangan Stella, Asmoro menjadi sangat tampan. Meskipun usianya sudah menua.
"Kamu!" bentak Bella yang mengambil gelas berisikan wine.
Natalie, Dilla dan Adelia datang mendekati Stella. Mereka sengaja berdiri di belakangnya sambil tersenyum mengejek Bella. Mereka memnag sudah mengetahui apa yang telah terjadi selama ini. Dengan senyuman iblisnya, mereka seakan ingin menghajar Bella si wanita paruh baya itu.
"Yang dikatakan Nyonya Wolf benar. Nyonya Wolf memang sengaja berbicara sesuai dengan fakta sebenarnya. Jadi nyonya Wolf tidak mengada-ngada," ucap Natalie.
"Yang benar itu?" tanya mereka serempak.
"Ya itu benar," jawab Dilla.
"Kalau anda semuanya berminat. Laporkan masalah ini ke kepolisian. Aku akan memberikan banyak data termasuk makanan ini!" seru Stella dengan lantang.
"Apakah kakak serius membawa-bawa pihak kepolisian?" tanya Adelia sambil membisiki Stella.
__ADS_1