
Flashback On.
Pagi yang cerah di kawasan Surabaya. Adelia sedang pergi ke pasar untuk mencari bahan-bahan kue. Saat berjalan menuju ke pasar, Adelia tidak sengaja menabrak seorang pria bertubuh kekar. Lalu...
Bough!
Adelia terjatuh sampai masuk ke dalam selokan.Tubuhnya sangat kotor sekali dan langsung bangun. Ia tidak sengaja melihat pria tampan sedang berdiri.
"Berhati-hatilah nona! Kamu akan terjatuh nanti," ucap pria tampan itu.
"Hmmp... kamu bisa berbicara seperti itu. Kamu sudah membuat aku terjatuh seperti ini. Sekarang kamu harus bertanggung jawab atas ucapan kamu itu!" tegas Adelia yang merentangkan kedua tangannya.
Pria itu sadar ketika Adelia sedang merentangkan kedua tangannya. Ia langsung berlari untuk menghindarinya. Akan tetapi Adelia mengejarnya hingga berkeliling pasar.
Pria itu tidak gentar untuk berlari ke sana kemari. Untungnya pria itu sangat kencang sekali berlari. Namun Adelia tidak patah semangat untuk mendapatkan pria itu. Hingga akhirnya, Adelia menangkapnya dengan cara memeluk dari belakang.
Hap!
"Kamu sangat wangi sekali Tuan tampan," puji Adelia sambil mengusap-usap hidungnya yang terkena got itu.
__ADS_1
Pria tampan itu pun akhirnya berteriak dan meminta tolong kepada yang lewat. Akan tetapi orang sedang berlalu lalang tanpa ada menolongnya.
Beberapa saat kemudian datang seorang pria paruh baya bersama beberapa pengawalnya. Ia tidak sengaja melihat sang pria tampan itu tidak berdaya. Pria itu menahan tawanya hingga akhirnya meledak juga. Ia tidak menyangka kalau sang asistennya ternyata tersiksa karena seorang gadis bar-bar.
Mau tidak mau Adelia mengajak pria itu pulang ke rumahnya. Pria itu menurutinya dan ikut dengannya. Di sana pria itu langsung membersihkan tubuhnya di toilet belakang. Sedangkan Adelia membersihkan tubuhnya di toilet dalam kamarnya. Untungnya di rumah sedang sepi. Para tetangga juga tidak ada.
Selesai mandi, Adelia melihat pria tampan itu sedang menikmati kue di atas meja tanpa permisi. Adelia sangat terkejut sekali dengan mata membulat sempurna. Ia tidak menyangka kalau pria itu sangat kurang ajar sekali.
Namun Adelia memaafkan pria itu memakan kue itu. Ia akhirnya memutuskan untuk gabung bersama pria itu. Di sanalah mereka berkenalan. Ternyata pria itu adalah Adrian Wiratno. Alias Ian. Mereka akhirnya mengobrol dan sangat akrab sekali.
Begitulah kisah Adelia saat bertemu dengan Ian. Hingga akhirnya mereka jatuh cinta.
Flashback Off.
"Kamu itu ada-ada saja," ucap Stella.
"Ya... aku kan kesal sama Kak Ian," ujar Adelia.
"Tapi enggak gitu kali. Kamu sangat tega sekali. Kamu malahan membuat kesan pertemuan yang ilfill," jelas Stella.
__ADS_1
"Enggak ilfill kak. Malahan kata Kak Ian cerita itu sangat unik sekali," sahut Adelia.
"Hmmp... unik setengah mati," kata Stella sambil tersenyum manis.
"Kalau mama mendengar kisah ini. Mama suka sekali tertawa. Malahan mama sendiri menulis kisah itu di buku diarynya," kata Adelia yang membuat Stella menggelengkan kepalanya.
"Ya udah yuk. Kita keluar dari kamar ini," ajak Stella.
"Ayo kita berjalan-jalan. Aku sangat penasaran sekali dengan rumah ini," ucap Adelia sambil tersenyum manis.
Stella akhirnya bangun dan berdiri tegak. Adelia akhirnya menatap wajah Stella sambil tersenyum manis.
"Ternyata wajah kita sama," celetuk Adelia.
"Ya... itu benar. Kita memang sama," jelas Stella. "Ternyata Tuhan maha adil."
"Ya... kamu benar," sahut Adelia.
"Maafkan aku. Gara-gara aku, kamu ikut terseret dalam masalah ini," ucap Stella dengan penuh penyesalan.
__ADS_1
"Ini bukan masalah. Aku akan melindungi kamu. Bukankah kita satu saudara?" tanya Adelia yang baru sadar kalau kamar ditempati Stella sangat besar sekali. "Tempat ini sangat besar sekali ya? Melebihi kamarku di apartemen tiga kali lipatnya."
"Entahlah. Kak Asmoro memang begitu orangnya. Mungkinkah dia sangat menyukai tempat luas?" tanya Stella sambil mengedikkan bahunya.