
"Terpaksa harus dipecat. Agar dia tidak membuat onar di dalam perusahaan," jawab Stella.
"Baguslah kalau begitu. Aku juga tidak suka sama dia. Aku pernah diserang sama dia hanya karena wajahku mirip dengan kakak. Katanya aku adalah pembawa sial," jelas Adelia.
Seketika Stella pun tertawa terbahak-bahak. Ia tidak menyangka kalau wajah cantik milik Adelia adalah pembawa sial. Kemudian Adelia memukul pundak Stella karena kesal.
Plakkkkkkkkk.
Stella tidak marah malah tertawa semakin kencang. Beberapa saat kemudian datang Ian sambil membawa beberapa macam snack dan menaruhnya di meja. Tidak sengaja Ian menatap Stella yang tertawa terbahak-bahak
"Ada apa? Sepertinya kalian sedang membicarakan sesuatu yang lucu," tanya Iyan yang menghentikan tawa Stella.
"Aku tidak apa-apa Kak. Aku hanya tertawa mendengar penuturan dari Adelia. Katanya wajah Adelia bisa membuat bencana bagi Patty. Secara tidak sengaja aku pun tertawa. Tapi aku tidak menertawakan Adelia. Aku menertawakan Patty," jelas Stella yang membuat Ian paham.
"Oh aku paham soal itu. Apa yang dikatakan oleh dia itu adalah sebuah bencana besar. Makanya dia menghajar Adelia sedemikian rupa. Sekarang dia Sudah dipecat dari dunia permodelan. Kak Niwa sudah memblacklist nama Patty. Jika Kak Niwa sudah melakukannya, kemungkinan besar banyak sekali para agensi permodelan tidak akan merekrutnya lagi," jelas Ian.
__ADS_1
"Apakah Kak Niwa adalah orang berpengaruh di dalam dunia permodelan?" tanya Stella yang sangat penasaran sekali tentang Niwa.
"Itu benar. kemungkinan besar Kak Niwa adalah orang nomor satu di dalam dunia permodelan. Berkat tangan dinginnya, banyak sekali model-model yang cukup sukses. Selain itu juga Kak Niwa sering sekali merekrut orang-orang dari kalangan bawah untuk menjadi seorang model. Jika ingin menjadi modelnya Kak Niwa, dia harus melakukan dan menjalani banyak peraturan. Peraturan itu tidak akan membunuhnya satu persatu," jelas Ian.
"Bagaimana jadinya kalau kalian keluar bersamaan?" tanya Leon yang baru saja datang.
"Itu ide yang bagus. Aku yakin musuh-musuhmu tidak akan mau melihat kalian. Mereka bisa apes melihat kalian yang sangat mirip sekali. belum lagi jika Hatori sudah bergabung dengan kalian," jawab Ian sambil menatap wajah Leon yang mulai cekikikan.
"Aku membayangkan jika mereka akan mendapatkan kesialan terus-menerus. Ditambah Patty berambisi ingin menjadi CEO dari Kurumi. Pastinya Patty tidak dapat menjadi CEO gara-gara kalian," tambah Leon yang mengetahui jika Patty sangat berambisi sekali menjadi CEO dari Kurumi Company.
"Apa itu benar?" tanya Ian yang baru tahu tentang masalah itu.
"Sepertinya boleh juga ide kamu itu. Nanti aku akan membicarakan kepada Kak Asmoro. Cepat atau lambat kalian harus muncul ke permukaan. Aku yakin mereka akan terkejut sekali. Karena anak yang dimiliki papa Agatha tidak satu saja. melainkan ada tiga sekaligus," papar Ian yang membuat mereka tersenyum bahagia.
"Aku sudah tidak lama mendengar mereka. Rasanya aku ingin membalas dendamku ini. Karena mereka telah membuat aku menderita. Aku adalah aku. Aku tidak pernah menyakiti orang. Tapi kenapa dia menyakitiku seperti itu?" tanya Stella yang membuat Adelia sedih.
__ADS_1
"Sabarlah. Sebentar lagi kita akan melakukannya. Aku juga ingin tahu reaksi mereka. Yang pasti mereka bukan manusia tetapi hewan predator memiliki sifat jahat sekali," jawab Ian sambil tersenyum.
"Kak Ian kok jahat sekali menyebut mereka sebagai hewan. Padahal mereka masih manusia Kak," ucap Adelia.
"Yang dikatakan oleh kak Ian itu benar. Mereka adalah hewan yang sangat jahat sekali. Mereka juga tidak ramah sama orang. Banyak sekali yang tersakiti olehnya. Padahal kita harusnya baik dengan sesama," jelas Stella yang membenarkan ucapan Ian.
"Apa yang akan kamu lakukan setelah ini?" tanya Leon kepada Stella.
"Menunggu keputusan dari Kak Asmoro. Aku sendiri malas sekali untuk bergerak dari zona nyaman. Padahal jika aku keluar dari zona nyaman, mereka akan membuat pernyataan yang tidak benar," jawab Stella.
"Tunggulah pernyataan dari Kak Asmoro. Kalian harus bersiap-siap untuk muncul ke publik. Dan kalian bisa menguliti mereka satu persatu. Mereka tidak akan mengelak lagi soal Kurumi Company. Kue-kue khas milik Kurumi banyak yang merindukannya. Kalian harus bisa merebutnya kembali," ucap Ian kepada mereka.
"Itu benar. Kita harus bersabar dan menunggu waktu yang tepat. Kelak suatu hari nanti kebahagiaan akan datang buat kita. Keluarga kita sudah menjadi satu. tinggal perebutan antara hak dalam perusahaan," ujar Stella.
"Kalau begitu kami ke dalam ya. kalian aman kok di sini. Masih banyak pengawal yang menjaga kalian di tempat ini," pamit Ian.
__ADS_1
"Baiklah Kak. Kami tidak apa-apa untuk ditinggal oleh kalian. Sebentar lagi kami akan masuk karena cuaca sudah mulai dingin," ucap Adelia yang mulai kedinginan karena cuaca berubah menjadi dingin.
"Ya sudah segera masuk ke sana. jangan kemana-mana," pesan Ian yang segera pergi meninggalkan mereka.