
"Maaf, aku tidak bisa mengatakannya kepadamu waktu itu. Karena aku sedang mengetes dirimu siapa sebenarnya. Wanita yang sangat tulus. Ditambah lagi wajahmu sangat mirip sekali dengan almarhum mama. Rasanya aku memang benar-benar jatuh cinta kepadamu. Setelah melahirkan aku ingin menunjukkan siapa diriku sebenarnya. Tapi keluarga kita sudah dihancurkan oleh Tutik. Dengan terpaksa aku diam dan tidak berkata apa-apa lagi. Jika aku membuka siapa diriku sebenarnya? Tutik akan mengancam keberadaan Ayashi. Kamu tahu kan adikmu itu adalah seorang benalu di dalam pernikahan kita. Aku harap kamu tidak akan marah lagi setelah mengatakan itu," jawab Agatha sambil menjelaskan apa maksudnya itu.
"Tidak apa-apa. Aku tahu maksud kamu apa. Aku tidak akan marah lagi jika kamu menyebut mereka adalah benalu. Jujur nggak kita saja yang menderita. Putra-putri kita juga. Ditambah lagi para pembisnis yang bangun dan mendirikan usahanya disenggol mereka dengan cara membuat masalah. Lalu mereka menuduhnya karena sudah mencoreng harga diri mereka. Meskipun aku berada di Surabaya, aku selalu mengikuti beritanya," tambah Anita sambil tersenyum dan bersembunyi di dalam dada Agatha.
"Syukurlah kalau kamu paham siapa sebenarnya mereka. Aku harap kamu tidak akan memiliki belas kasihan terhadap mereka," jelas Agatha yang memintanya untuk tidak memiliki belas kasihan apapun kepada Tutik dan John.
"Aku sekarang tidak peduli lagi sama mereka. Setelah kehancuran keluarga kita, aku tidak pernah berkomunikasi sama mereka. Maaf aku tidak membawa anak-anakmu. Karena pada waktu itu aku sudah diusir mereka dari rumah kita. Aku hanya membawa Adelia anak kecilku saja. Hanya Hatori dan Stella saja yang terpisahkan. Sungguh aku sangat menyesali perbuatan itu," kata Anita sambil menyesali perbuatannya itu.
"Aku nggak jadi masalah soal itu. Kita sama-sama susah. Rumah saat itu sudah dikuasai dan berganti nama menjadi Tutik. Aku juga tidak bisa membawa Hatori dan Stella. Satori sengaja aku titipkan ke Ibu Gita dan bapak Kusno. Mereka adalah orang kepercayaanku. Di sanalah Hatori dirawat. Ketika ingin membawa Stella, rumahku sudah ditempati oleh mereka. Aku ke sana malah diusir sama mereka. Itulah mengapa aku tidak membawa anak-anak kita ke Jepang," tambah Agatha sambil mengelus punggung Anita.
"Seharusnya Hatori kamu bawa ke Jepang," ujar Anita.
"Aku tidak bisa membawanya. Karena saat itu aku menikah diam-diam sama kamu. Kedua orang tuaku belum mengetahui kalau aku menikah. Karena saat itu aku sudah dijodohkan oleh seseorang. Jika aku sudah berbicara tentang hal itu, kemungkinan besar mereka akan mencoret dari daftar ahli waris. Maafkanlah aku sebenarnya," imbuh Agatha.
"Jadi kamu menikah lagi?" tanya Anita yang mengangkat wajahnya sambil melihat wajah Agatha.
__ADS_1
"Aku tidak menikah lagi. Kamu tahu kenapa aku bisa tidak menikah lagi?" tanya Agatha balik yang membuat Anita menggelengkan kepalanya karena tidak tahu apa masalahnya.
"Karena aku memiliki sejumlah bukti atas kejahatan perempuan itu dan keluarganya. Jujur saja mereka menutupi kejahatan itu hingga rapat sampai kedua orang tuaku percaya. Setelah percaya mereka melakukan aksi besar-besaran dengan menyebutkan kalau ahli waris Ayashi akan menikah. Dan itu membuatku sangat muak. Terpaksa aku beberkan semua kejahatan itu di internet. Banyak orang langsung memberondong mereka dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyakitkan. Ayahku bilang batalkan saja pernikahan itu. Setelah itu aku terbebas dari mereka. Mereka sudah tidak menggangguku lagi. Karena mereka sedang diburu oleh Yakuza," Agatha menjelaskan, kenapa dirinya tidak mengakui pernikahan itu.
"Iya aku paham itu. Ternyata nggak di sini nggak di sana sama saja. Mereka maunya insan dan tidak mau bekerja keras. Makanya kamu sangat ahli sekali berbisnis. Aku sangat salut itu," puji Anita.
"Kalau begitu kita akan pergi ke Jakarta hari ini juga. Aku ingin kamu bertemu dengan kedua putrimu dan satu putramu yang sedang menunggu di sana. Mereka berada di dalam keluarga yang baik. Untung saja keluarga itu ingin menolong kita. Jika tidak maka nasib Putri kita akan sial selamanya," jelas Agatha.
"Aku sangat ingin berterima kasih kepada mereka. Jujur aku bahagia sekali Jika mereka selamat dari cengkraman keluarga gila itu. Kalau begitu aku akan membereskan rumah ini dan bersiap-siap mengemasi barang-barangku," Anita melepaskan Agatha kemudian meninggalkannya.
"Aku bantu bersih-bersih. Kamu beres-beres aja pakaianmu itu. Aku tidak perlu pakaian yang banyak. Karena aku masih menutupi identitasku ke anak-anakku," seru Agatha sambil menatap punggung Anita.
"Karena aku nggak mau jika putra-putriku dalam bahaya," jawab Agatha yang membuat Anita paham.
"Iya aku paham itu. Aku tahu apa maksudmu. Jika kamu mengatakannya kepada mereka, kemungkinan besar mereka akan diburu oleh Tutik dan John. Ditambah lagi berita yang beredar saat ini. Mereka sangat menginginkan tanda tangan Stella untuk menguasai seluruh aset Kurumi," tambah Anita.
__ADS_1
"Untung saja aset itu sudah aku selamatkan terlebih dahulu. Aku sengaja menyimpannya di Swiss. Surat-suratnya berada di tanganku. Hanya mereka bertiga lah yang berhak mencairkan aset itu. Jika mencairkannya maka harus melalui anak-anakku. Maka aku yakin mereka tidak akan memberikannya begitu. Karena anak-anakku sudah memiliki luka yang dalam oleh ulah mereka," jelas Agatha.
"Sebenarnya aku tidak mengajarkan Adelia dendam kepada orang. Tapi melihat keluarganya hancur dan siapa yang menghancurkannya? Jika Adelia tahu tidak akan bisa terbayangkan sedikitpun kemarahannya. Meskipun Putri kita lembut Adelia bisa menjadi barbar dalam beberapa menit saja. Aku harap kamu memakluminya," jelas Anita kepada Agatha.
"Aku nggak peduli dengan anakku itu. Aku hanya meminta mereka tidak akan pernah mau memberikan tanda tangan itu. Apalagi surat yang dibuat oleh mereka tidak akan pernah ditandatanganinya. Sungguh meresahkan orang-orang seperti itu. Semoga tidak ada lagi korban selanjutnya. Cukup kita saja yang merasakannya," balas Agatha.
"Kalau begitu aku akan bersih-bersih rumah terlebih dahulu. Setelah ini aku akan membereskan pakaianku," ucap Anita yang meminta izin kepada Agatha.
"Kamu yang membereskan pakaian. Biar aku saja yang bersih-bersih rumah," seru Agatha.
"Kamu ini… Kamu adalah ahli waris. Jangan sampai kamu megang sapu. Nanti dikira aku telah memperkerjakanmu," kesal Anita.
"Aku tidak akan pernah meminta upah kepadamu. Seharusnya pria yang sudah menikah membantu wanitanya bersih-bersih rumah dan merawat anak. Jika sang wanitanya itu sedang sibuk sekali," ucap Agatha yang tidak mau dibantah sama sekali.
"Ternyata kamu masih saja seperti yang dulu. Aku sangat sayang sekali kepadamu. Ah… rasanya cinta ini tidak akan pernah berubah sedikitpun. Aku mencintaimu," sahut Anita sambil menahan air mata haru.
__ADS_1
"Jangan pernah berubah sedikitpun. Aku tahu kamu sangat mencintaiku. Tapi kamu tidak pernah mengatakan apapun padaku. Kalau begitu aku juga mencintaimu Anita. Berharap kehidupan kedua ini kita akan mengarungi bahtera rumah tangga walaupun usia sudah menua," jelas Agatha.
"Apakah kamu serius menjalani rumah tangga ini untuk kedua kalinya?" tanya Anita lagi.