Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Klan KG?


__ADS_3

"Kenapa kamu harus memperhitungkan papa Agatha?"


"Sebaiknya tanyakan saja pada papamu tentang klan KG."


Stella menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis. Memang benar apa yang dikatakan oleh Asmoro. Stella tidak boleh meremehkan klan satu itu.


"Aku mau belanja dulu," ucap Stella yang bangun dari tidurnya.


Stella baru sadar kalau dirinya tidak memakai baju sama sekali. Dengan cepat dirinya mengambil selimut dan membungkus tubuhnya. Namun matanya beralih ke tubuh Asmoro. Iya berteriak sambil membalikkan badan lalu menundukkan wajahnya.


Asmoro yang mendengar Stella berteriak hanya bisa menggaruk kepalanya itu. Ia baru sadar juga kalau dirinya tidak memakai benang sehelai pun. Mau tidak mau Asmoro segera berlari ke toilet.


Sementara itu wajah Stella memerah karena tersipu malu. Jujur ia tidak sengaja melihat ular piton milik suaminya itu. Ia ingin cepat-cepat menyembunyikan kepalanya di suatu tempat. Namun apa daya, Stella tidak dapat menemukan tempat apapun.


Selang sejam kemudian, akhirnya Asmoro dan Stella memutuskan turun ke bawah. Mereka sengaja berjalan-jalan untuk mencari bahan makanan. Saat berjalan-jalan Stella bertemu dengan Adelia dan juga Hatori. Kedua saudara kembarnya itu ternyata sedang berburu bubur ayam.


"Kalian pada mau ke mana?" tanya Stella.


"Kami ingin memakan bubur ayam yang berada di sekitar sini. Kata Kak Hatori, bubur ayam di sekitar sini sangat enak sekali," jawab Adelia.


Mendengar makanan bubur ayam, Stella menatap wajah Asmoro. Ia ingin meminta izin untuk makan bubur ayam bersama saudara kembarnya itu.


"Kakak," panggil Stella.


"Ada apa?" tanya Asmoro.


"Aku ingin memakan bubur ayam bersama saudara kembarku," jawab Stella.


"Baiklah. Pergilah ke sana. Aku akan lari pagi mengelilingi apartemen ini," udah Pak Asmoro sambil meraih dompetnya di dalam kantong celananya itu.


"Kakak nggak marah kalau aku makan bubur ayam?" tanya Stella lagi.


"Aku tidak pernah marah sama kamu," jawab Asmoro yang memberikan dua lembar uang berwarna merah ke arah Stella. "Ambilah!"

__ADS_1


Stella mengambilnya dan mengucapkan terima kasih. Kemudian Asmoro mulai lari pagi mengelilingi apartemen. Melihat Asmoro sedang lari pagi, Stella tersenyum manis. Ia bergabung dengan saudara kembarnya itu.


"Kalau begitu ayolah kita pergi dari sini. Kalau nggak salah di ujung jalan sana pasti ada orang jualan bubur ayam. Namanya mang Tomang. Bubur ayam itu sangat terkenal sekali hingga ke penjuru Jakarta. Kalau aku lagi berjalan-jalan ke daerah sini bertepatan hari Minggu. Itu sangat mengasyikkan ketika mengantri makanan tersebut," jelas Hatori.


"Sepertinya aku mengenal siapa mang Tomang itu?" tanya Stella.


"Apakah kamu mengenalnya?" tanya Adelia balik.


"Sepertinya. Nama itu tidak asing bagiku. Dia seperti teman sekolahku dulu," jawab Stella.


"Tukang bubur itu masih sangat mudah sekali. Ya kira-kira usianya seperti kita. Kalau begitu ayolah kita berangkat sekarang. Aku sudah lapar hari ini," ajak Hatori agar Stella mau ikut dengannya.


Hatori segera menarik kedua adiknya berjalan-jalan. Tak disangka mereka menjadi pusat perhatian. Seluruh orang yang melihatnya sangat terkejut sekali. Mereka menebak kalau Hatori, Stella dan Adelia adalah saudara kembar.


Tak lupa juga mereka melemparkan senyum yang indah buat para pejalan kaki. Bisa dikatakan ketika saudara kembar itu sangat ramah sekali. Banyak yang ingin mengenal mereka. Dengan rasa bahagianya, mereka bertiga akhirnya berkenalan dengan banyak orang.


Di kejauhan Leon, Rinto, Willi, Yudi dan George sedang mengawal mereka. Meskipun lingkungannya sangat aman, namun mereka harus dijaga dengan ketat. Mereka tidak mau kalau ketiga saudara kembar itu celaka. Karena George sudah mengetahui silsilah ketiga saudara kembar itu.


"Itu yang tengah. Dia memakai baju berwarna biru muda dan celana olahraga berwarna hitam. Rambutnya dikuncir kuda. Bisa dikatakan Dia sangat imut sekali," jawab Leon.


George melihat jelas siapa Stella sebenarnya. Ia sangat terkejut sekali melihat Stella. Lalu George menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Aku baru sadar kalau Asmoro menyukai bocah kecil seperti itu."


Tanpa disadari oleh George, Asmoro yang sedang lewat langsung memukul pundak kekar milik George. Ia kesal dengan kakak seperguruannya itu.


Sementara itu George menoleh ke belakang. Ia sangat terkejut sekali melihat Asmoro. Lalu ia meringis sambil menyapanya, "Halo brother."


"Brother... brother... Kamu itu seenaknya saja mengatakan istriku seorang bocah kecil. Meskipun bocah kecil kamu belum tahu kehebatannya selama ini yang telah disembunyikan," kesel Asmoro terhadap Kakak seperguruannya itu.


"Memangnya apa?" tanya George.


"Aku tidak akan membicarakannya di sini maupun di manapun," kesal Asmoro.


"Ya aneh saja. Kenapa kamu tidak menikah dengan wanita berusia empat puluh tahunan ke atas?" tanya George yang mulai curiga.

__ADS_1


"Yang namanya takdir apakah kau harus menolaknya? Tentu tidak kakak. Biarkanlah hidupku ini berjalan apa adanya," jawab Asmoro dengan ceria.


George memukul dada Asmoro sambil tersenyum manis. Ia tidak akan marah kepada Asmoro sedikitpun. Ia merentangkan kedua tangannya lalu Asmoro memeluknya. Mereka saling berpelukan dan meluapkan rasa rindu. Untung saja ke sini dengan selamat. Meskipun pada keberangkatannya ke sini sangat susah sekali. Namun George yakin kalau dirinya pasti akan lepas dari Exodus.


"Bagaimana kabarmu?" tanya George.


"Aku baik-baik saja," jawab Asmoro. "Bagaimana kabar kakak sendiri?"


"Aku hampir terbunuh karena mereka. Untung saja Jacob memberikanku identitas palsu yang baru. Jika tidak, Aku tidak akan selamat sama sekali," jawab George sambil membisiki Asmoro.


Mereka melepaskan pelukannya sambil menatap. Asmoro melihat kalau sang kakak angkatnya itu sedang memiliki banyak masalah. Terutama dalam keamanan pada George sendiri. Mau tidak mau ia harus mencari cara agar bisa melindungi sang kakak.


"Tenanglah kalau begitu. Kakak di sini sudah aman. Kami di sini tidak akan tinggal diam sama sekali. Cepat atau lambat Kak Gio dan lainnya sedang berupaya membumihanguskan kelompok mafia tersebut," hibur Asmoro.


"Kamu benar. Aku harus bersabar dan tidak akan pernah mengeluh. Aku nggak habis pikir Kenapa mereka ingin sekali menguasai dunia?" ucap George.


"Mereka ingin mendistribusikan obat-obatan terlarang ke seluruh dunia. Hingga membuat pada manusia berubah menjadi zombie. Kami masih akan terus berusaha untuk menghabisi mereka satu persatu," jelas Asmoro yang membuat George paham.


"Kalau begitu ya sudahlah. Lanjutkanlah lari pagimu," suruh George kepada Asmoro.


Patty yang sudah bangun dari tidurnya melihat pria tambun di depannya. Ia tersenyum sambil memegang wajah pria itu. Benar saja pria itu akhirnya terusik dan melihat Patty.


"Ada apa memangnya?" tanya pria itu.


"Bolehkah aku memintamu sesuatu?" tanya Patty balik.


"Apa itu?" tanya pria itu.


"Pasti kamu mengenal perusahaan yang bernama S&T company?" tanya Patty sekali lagi.


"Semua orang tahu perusahaan tersebut. Meskipun tergolong baru perusahaan itu berkembang sangat pesat sekali," jawab pria itu.


"Bisakah aku masuk ke sana?" tanya Patty.

__ADS_1


__ADS_2