
"Aku ingin menjual Mansion ini. Tapi Tanah ini adalah tanah milik orang tuaku. Sebelum mereka meninggal, mereka menitipkan pesan agar tidak menjual tanah ini kepada orang lain. Di sinilah aku bingung," jawab Asmoro.
"Seharusnya nggak usah dijual Kak. Biarkanlah Mansion ini berdiri dengan kokoh seperti ini. Bisa jadi anak-anak kita akan tinggal di sini. Aku tahu kakak tidak memiliki Kenangan bersama Bella di sini. Jadi Kenapa harus takut," ucap Stella.
"Kamu benar. Seharusnya aku tidak takut akan hal ini. Kalau begitu aku ingin kamu hidup bersamaku di sini. Di belakang Mansion ini ada sebuah rumah kecil. Rumah itu adalah rumah masa kecilku. Aku ingin kamu melihatnya. Kamu juga bisa melihat aku di waktu kecil. Siapa tahu juga anak kita mirip aku ketika kecil," Sahut Asmoro sambil tersenyum manis dan mendekap erat tubuh Stella.
"Jadi aku punya rumah di sini? Selain di Indonesia maupun di Jepang," ujar Stella yang bertanya kepada Asmoro.
"Iya kamu memiliki banyak rumah sekarang. Apakah kamu kurang?" tanya Asmoro yang mengajak Stella masuk ke dalam.
__ADS_1
"Memangnya ada lagi ya?" tanya Stella.
"Aku masih memiliki beberapa rumah di benua Eropa maupun Amerika. Selain rumah aku juga memiliki banyak unit apartemen. Kamu bisa menempatinya semua. Asalkan bersamaku," bisik Asmoro.
"Bagaimana cara menempatinya? Jika aku memiliki rumah sebanyak itu. Terus kita kan tinggal di mana?" tanya Stella dengan bingung.
"Itu terserah kamu. Asalkan kamu nyaman dan hidup bersamaku. Di Indonesia pun aku memiliki rumah di berbagai desa. Kira-kira ada tujuh rumah. Kamu juga bisa ke sana," jawab Asmoro.
Asmoro akhirnya berhenti di depan pintu. Asmoro tersenyum lalu meraih ponselnya. Kemudian Asmoro membuka m-banking nya. Dan itu hanya satu saja yang akan diperlihatkan kepada Stella. Kemudian Asmoro memberikan ponsel itu kepada Stella sambil berkata, "Lihatlah saldo di rekeningku ini."
__ADS_1
Mau tidak mau Stella meraih ponsel tersebut. Ia terpaksa melihat saldo di rekening milik Asmoro. Tiba-tiba saja matanya membulat sempurna. Kemudian Stella menjatuhkan dirinya dan pingsan begitu saja. Melihat akan hal itu Asmoro hanya bisa menggelengkan kepalanya. Sebelum mengangkat Stella Asmoro berkata, "Itu hanya satu rekening saja. Belum ke lima puluh rekening lainnya. Satu saja sudah terkejut. Apalagi yang lainnya. Bisa-bisa kamu akan terkena serangan jantung secara mendadak."
Asmoro segera menggendong tubuh mungil itu. Ia tidak seharusnya memberitahukan saldo di rekeningnya. Namun apa daya? Ketika Stella bertanya seberapa kayakah dirinya.
Asmoro langsung mengajak Stella ke kamar utamanya. Yang di mana kamar itu dikhususkan untuk Bella. Namun semuanya berubah. Sudah dua puluh delapan tahun yang lalu, kamar itu tidak memiliki penghuni tetap. Kamar itu kosong melompong. Karena Asmoro sendiri tidak pernah menempati kamar tersebut. Namun sekarang kamar itu adalah milik Stella. Dengan kata lain Stella adalah nyonya Wolf yang baru.
Sebelum James memberikan nama Snowden, Asmoro memiliki nama lengkap, Lampard Wolf. Wolf sendiri adalah nama keluarga Asmoro. Sekarang Asmoro tidak memakai nama Wolf ataupun Snowden. Cepat atau lambat Lampard akan mengganti identitasnya. Asmoro sendiri akan mengumumkannya ke dunia. Karena dirinya sudah sangat nyaman memakai nama Asmoro.
"Cepat atau lambat aku akan mengganti namaku. Lampard sangat lekat dengan Bella. Sekarang Asmoro akan menerima cinta setelah dengan tulus. Karena Asmoro sendiri adalah milik Stella satu-satunya," batin Asmoro.
__ADS_1
Asmoro sengaja membiarkan Stella pingsan lebih lama. Diam-diam Asmoro menyuruh pengawalnya untuk membeli sebuket mawar putih. Ia ingin menjadi pria romantis. Tapi apakah bisa Asmoro menjadi pria romantis di mata Stella? Inilah yang menjadi pertanyaannya sekarang.