
"Lalu?" tanya Winda sambi menatap tajam ke arah mereka.
"Dia pengen datang memberikan kode alam berupa petir. Nah kalau datangnya pagi hari bagaimana ceritanya? Orang-orang yang mau kerja, malah enggak mau kerja sama sekali. Lalu petir identik dengan hujan. Nah, kan mama memiiki penjaga yaang bisa mengendalikan hujan. Kalau penjaga mama datang dengan memakai kode? Jadinya daerah ini akan hujan deras. Padahal di musim panas seperti ini. Kan aneh jadinya aneh ya ma?" tanya Gio sambil menjelaskan keadaan sesungguhnya.
"Hehehe... ya mangap," ucap Guntur.
"Itu bukan mangap. Tapi maaf," kesal Gio.
"Memangnya ada apa sih kamu datang secara tiba-tiba? Padahal kamu bersama Raja Noe sedang bertapa," tanya Winda.
"Aku datang dengan membawa berita buruk. Cairan biru yang sudah diambil sama Merry itu menjadi obat. Markasnya berada di hutan belantara daerah Australia. Setelah itu mereka akan memasarkan secara besar-besaran. Jadinya ya? Kami kewalahan. Mereka sudah membuat obat-obatan terlarang dengan jumlah besar," jelas Guntur.
"Waduh. Berarti gawat," ucap Winda yang menatap tajam ke arah mereka.
"Ya... kita tunggu Asmoro pulang. Paling dua hari atau tiga hari lagi Asmoro akan pulang," ujar Gio. "Kita kalah start dari mereka.''
"Bukan kalah start. Kita sibuk dengan bermacam-macam pekerjaan," jelas Winda.
"Lalu bisakah cairan biru dilenyapkan begitu saja?" tanya Winda yang sangat penasaran sekali.
"Tunggu komando dari Raja Noe. Yang aku dengar sih menunggu gerhana bulan purnama sempurna. Jika terjadi gerhana bulan sempurna, semuanya akan tertutup sempurna. Cairan biru tidak akan lagi keluar dari dalam perut bumi. Bisa dikatakan kalau cairan biru tidak akan bisa ditemukan oleh siapapun. Ditambah lagi dengan kekuatan Merry akan menghilang dengan sempurna. Dirinya juga tidak akan bisa lahir kembali. Begitulah penjelasan dari Raja Noe," jelas Guntur.
__ADS_1
"Hmmmp... baiklah. Aku akan menunggunya. Kerajaan Exodus bagaimana?" tanya Winda.
"Mereka akan lenyap dengan cepat. Seluruh yang dimiliki akan hilang seketika. Hal ini dikarenakan mereka sangat berambisi ingin menguasai dunia ini," jawab Guntur.
Mereka menganggukan kepalanya. Mereka paham apa yang dikatakan oleh Guntur. Jujur selama ini meeka sangat geram sekali dengan yang namanya Exodus. Mereka ingin menguasai bumi dan menghancurkan banyak generasi muda. Namun mereka sangat bersyukur sekali. Guntur datang dengan membawa kabar gembira.
"Kalau begitu aku ingin kembali lagi. kami akan muncul saat gerhana bulan total," pamit Guntur.
"Siap," seru mereka serempak.
Mereka melihat Guntur yang melihat dengan cepat. Lalu mereka menghembuskan nafasnya dengan kasar. Mereka tidak habis pikir apa yang telah dilakukan oleh kelompok Exodus. Sampai sekarang Liam masih ambisi ingin menguasai dunia.
"Bukankah Liam berada disini?" tanya Winda yang menghempaskan bokongnya di hadapan Gio.
"Berhubung semuanya sudah beres. Jam sudah menunjukkan tujuh pas. Waktunya ke kantor," ajak Gio.
"Aku kan sudah bilang sama kamu. Kalau aku tidak pergi ke kantor," ucap Winda. "Aku ingin berkumpul dengan ketiga cucuku."
"Oh... iya ya. Mereka sangat merindukan kamu. Lagian beberapa minggu kamu absen dan tidak pernah menemui sama sekali," kata Gio yang menepuk jidatnya.
"Kamu juga tuh. Seharusnya kamu datang kesana," sahut Winda.
__ADS_1
"Tapi aku enggak tahu kapan kesana?" tanya Gio yang benar-benar merindukan ketiga cucunya.
"Hari ini kan tidak ada yang namanya meeting dan bertemu dengan klien? Jadinya kita bisa kesana bersama-sama," ajak Winda.
"Kamu benar juga. Sekalian kita pergi ke rumah mama. Kita juga sudah lama tinggal disana," ucap Gio yang memperingatkan untuk pergi ke mansion James.
Mereka sudah memutuskan untuk pergi ke mansion James. Namun sebelum mereka beranjak berdiri, Gio mendapatkan pesan dari Asmoro. Matanya membulat sempurna. Lalu Gio tiba-tiba saja menatap Winda dengan mata sendu.
"Kamu kenapa?" tanya Winda sambil melihat mata sang suami agak mendung.
"Kita enggak bisa kesana. Asmoro menyuruhku untuk mengambil alih pekerjaan sementara waktu. Dia mengatakan kalau perusahaan S&T kehilangan uang sebesar lima milyar dalam waktu sekejap," jelas Gio.
"Ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus pergi kesana!" geram Winda yang tidak terima dengan penjelasan Gio.
"Jadi kita kemana?" tanya Gio.
"Perusahaan S&T terlebih dahulu," jawab Winda.
"Hmmp... kalau dipikir-pikir sih iya. Kalau kita harus bersiap-siap untuk pergi ke perusahaan S&T Company," ajak Gio yang mulai beranjak berdiri dengan diikuti oleh Winda.
Sementara itu Agatha dan Hatori sedang menunggu kedatangan angkutan masal. Mereka sengaja berdiri di halte. Entah kenapa Hatori merasakan ada sesuatu yang sangat aneh sekali. Hatori merasakan ada seseorang mengikutinya.
__ADS_1
"Jangan membalikkan badan kamu!" bisik Agatha sambil meraih ponselnya.