Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Misi Baru.


__ADS_3

“Saya Tuan,“ jawab salah satu pengawal itu.


“Perkenalkanlah nama kamu siapa?“ tanya Lampard.


“Nama saya Frida dan nama teman saya adalah Sinta. Kami yang akan menjaga dan merawat Nona Stella," jawab Frida.


Lampard mengganggukan kepalanya lalu pergi begitu saja. Ia tidak peduli dengan kedua perawat tersebut. Ia segera melangkahkan kakinya untuk pergi ke lantai atas. Jujur dirinya sangat malas sekali menjenguk Stella yang sedang terbaring lemah di ranjang. Lampard masuk ke dalam dan melihat Gio, Raka, Leon dan Ian.


“Tumben pada kumpul, ada acara apa?“ tanya Lampard.


“Kami baru saja memindahkan Stella ke sini. Ada berita bagus untuk kalian,“ jawab Gio.


Lampard segera mengambil botol minuman yang berada di rak. Ia mengerutkan keningnya dan memeriksa banyaknya macam minuman yang ada di sana. Pria paruh baya itu tidak menemukan sama sekali minuman keras di sana. Jujur Lampard baru sadar kalau di tempat pertemuan ini tidak ada bir sama sekali.


“Kalian sudah pada tobat ya?“ tanya Lampard.


“Maksud kamu apa?“ tanya Gio balik.


“Tumben-tumbenan tidak ada bir di sini,“ jawab Lampard.


“Percuma aku menyediakan bir karena kamu tidak akan meminumnya sama sekali. Sudahlah jangan dibahas yang namanya bir,“ ucap Gio yang sangat malas sekali ketika membahas bir sama Lampard.


“Ya baguslah. Semakin tua kalian semakin sayang pada kesehatan masing-masing,“ celetuk Lampard.


“Lampard, apakah kamu sudah tahu kisah pembuangan mayat yang di jalan Kamboja di belakang area mansion Alexa?" tanya Gio.


“Ya aku sudah mengetahuinya. Motifnya apa sih mereka buang mayat di situ?" tanya Lampard.


“Apakah kamu sudah mengetahui siapa pelaku utamanya?“ tanya Lampard.


“Apakah Leon sudah ngomong siapa pelakunya?" tanya Gio lagi.


Kedua pria paruh baya itu saling melemparkan pertanyaan hingga membuat orang di sekitarnya bingung. Mereka selalu saja membuat masalah ketika ada pertemuan dan tidak ada kejelasannya. Bukan berarti mereka tidak jelas, mereka sengaja melemparkan pertanyaan agar mengetahui informasi dari masing-masing pihak.

__ADS_1


“Kalian ini kebiasaan sekali. Jika bertemu selalu melemparkan pertanyaan satu sama lain. Lalu siapa yang akan menjawabnya. Serius selama aku tinggal beberapa tahun tidak mendampingi Ka Lampard, ternyata sifatnya itu tidak berubah ya,” sindir Ibra.


“Kami tidak melemparkan pertanyaan. Kami hanya mencari informasi dari aku dan dia saat bertatap muka seperti ini,“ ucap Gio yang terkekeh karena melihat Ibra kesal.


“Aku baru mengetahuinya tadi dari Leon,“ sahut Lampard dengan jujur.


“Leon, bicaralah kepada kami mereka siapa?“ suruh Gio mempersilahkan Leon menjelaskan semuanya.


Sebelum menjelaskan, Leon terlebih dahulu mengirimkan berkas-berkas tentang pembuangan mayat tersebut. Ia sengaja mengajak Alexa untuk mencari jawaban tersebut. Setelah itu Leon menjelaskan dengan lantang, siapa mereka dan tujuan membuang mayat itu apa. Mereka sangat terkejut sekali akan penjelasan Leon.


“Mereka adalah kelinci percobaan untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang yang akan diproduksi secara massal oleh John Smith. Mereka sengaja membuangnya di tempat sepi biar tidak terlacak oleh aparat setempat. Jika ada orang yang menemukannya, orang itu akan diburu dan dijadikan kelinci percobaan selanjutnya,” jelas Leon. "Atau dibunuh secara brutal."


“Mereka adalah kelinci percobaan,“ ucap Lampard dengan nada sarkas.


“Sekarang giliran Kak Lampard yang akan diincarnya. Mereka membuat strategi untuk menangkap kakak,“ lanjut Leon.


Gio langsung tertawa terbahak-bahak. Karena Lampard akan dijadikan sebagai korban selanjutnya. Mereka tidak sadar bahwa yang dijadikan korban adalah seorang pemilik jiwa iblis akut. Lampard hanya menghela nafasnya dan menghempaskan bokongnya di sofa singel. Lalu ia menatap Gio.


“Sepertinya kamu harus turun tangan. Dan aku akan menjadikan kamu umpan buat Exodus agar terusir dari zona aman kita,“ ucap Gio.


“Bukannya begitu Lampard. Kamu sangat ahli sekali untuk menyamar. Jika kamu tidak menyamar seperti itu. Aku tidak bisa memberikan umpan kepada yang lainnya,” jelas Gio.


“Sepertinya aku sudah gatal untuk menghabisi mereka. Aku tidak ingin mereka berlama-lama di zonaku. Jika mereka berlama-lama di zonaku, kemungkinan besar mereka akan berbuat ulah seenaknya,“ jelas Lampard.


“Kakak benar. Seluruh mafia yang berada di zona aman sedang terancam. Mereka sudah mengirimkan surat untuk melaporkan kejadian demi kejadian yang telah diperbuatnya,“ timpal Ibra.


“Ian,“ panggil Lampard.


“Iya kak,“ sahut Ian.


“Kosongkan jadwalku beberapa hari di waktu malam. Aku ingin menyelidiki kasus tersebut. Jika sudah selesai kita bisa mengeksekusinya!“ perintah Lampard.


“Baiklah kalau begitu. Akan aku cari waktunya yang tepat. Seminggu ke depan akan ada pertemuan dengan investor asing untuk menanamkan sahamnya di S&T. Tempat pertemuannya berada di klub malam milik Imron,“ ucap Ian.

__ADS_1


“Kalau begitu Jangan kau batalkan pertemuan itu. Aku tidak mau rugi besar,“ ujar Lampard yang memiliki strategi untuk perusahaannya.


“Oke, akan aku cari waktu yang tepat. Sekalian kita mengumpulkan bukti-bukti kuat dan mengusir mereka dari sini,“ usul Ian.


“Kalau begitu ya sudahlah. Aku setuju dengan kamu,“ balas Lampard.


“Apakah kalian tidak membutuhkan bantuanku?“ tanya Raka.


“Jika aku mengajakmu, lalu siapa yang menjaga rumah sakit?" tanya Lampard balik.


“Kakakmu benar mengatakan seperti itu. Jika kamu ikut dalam misi ini, cepat atau lambat rumah sakit akan terancam juga,“ imbuh Gio.


“Maksudku jangan seperti itu Kak. Rumah sakit di serang maupun tidak itu tidak jadi masalah. Sekarang yang jadi pertanyaan, para pengawal Exodus jika menyerang memakai obat. Dan aku masih menyelidikinya. Oh iya... Aku masih ragu dengan kekuatan Exodus di sini. Kita harus memiliki data-data tersebut,“ jelas Ibra.


“Ke mana Jacob?" tanya Lampard.


“Kemungkinan besar Jacob berada di kantor untuk menciptakan sebuah virus baru. Rencana virus itu akan dijual di dunia kegelapan," jelas Ian.


“Apakah itu benar?“ tanya Gio.


“Jacob sekarang kebanjiran pesanan dari para mafia lainnya di dunia ini. Mereka ingin meminta untuk membuat antivirus agar bisa melindungi situs ilegal mereka," jelas Ian.


“Apakah kalian tidak mengajakku!“ seru Nano.


“Astaga... Orang ini masih di sini ya rupanya,“ ledek Gio.


“Kamu tau nggak sih, mafia yang berhubungan dengan daerah Meksiko itu sadis dan tidak berkeperikemanusian sama sekali. Mereka akan membuat ulah, “jelas Nano.


“Oh... mereka pendatang baru lalu membuat ulah. Ternyata mereka lucu juga ya. Kalau dipikir-pikir mereka itu memiliki jiwa yang aneh. Kalau mereka melakukan seperti itu maka kita tidak akan tinggal diam. Cepat atau lambat kita akan menyerangnya langsung ke pusat. Kita akan melakukan cara licik dan cara kotor sekalipun!“ geram Lampard sambil mengepalkan kedua tangannya untuk siap berperang.


“Yang kamu katakan itu benar. Jangankan di zonamu. Di negara Eropa mereka sudah mengibarkan peperangan anta mafia. Aku meminta kepada Nathalie untuk tidak ikut-ikutan terlebih dahulu,“ tambah Nano.


“Apa?” pekik Lampard.

__ADS_1


 


__ADS_2