Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Titik Terang.


__ADS_3

"Kamu tahu setelah aku masih ke dalam mansion. Aku tidak sengaja melihat Adelia dan Stella sedang berdiri berdampingan. Aku melihat wajah mereka sangat mirip sekali bagai pinang dibelah dua," jawab Ian.


"Apakah itu benar?" tanya Lampard.


"Iya itu benar," jawab Alexa. "Apa yang dikatakan oleh Kak Ian itu benar. Apakah mereka bersaudara ya?"


"Jika mereka bersaudara, berarti mereka terpisah. Kalau mereka terpisah pasti ada masalah dalam keluarga Nakagawa," ucap Lampard. "Apakah Adelia memiliki ibu?"


"Ada," jawab Alexa.


"Kalau ada... Siapakah nama ibunya?" tanya Nano.


"Seingatku namanya Anita Sari," jawab Alexa.


"Ya... Itu benar," seru Nano.


"Maksudnya?" jawab Gio.


"Kamu enggak tahu siapa Anita Sari?" tanya Nano.


"Aku enggak tahu," jawab Gio.


"Beneran... Enggak tahu?" tanya Nano.


"Memangnya Anita Sari ada hubungannya sama papa Gio?" tanya Alexa.


"Papamu itu sering lupa. Anita Sari adalah mantan tunangan papamu sebelum menikah dengan mamamu Winda," jawab Nano.


"Pliss... Jangan buka rahasia dech," kesal Gio yang mendelik.


"Terpaksa aku buka.. karena kamu enggak pernah memberitahukan kepada putrimu itu," ucap Nano.


"Enggak perlu aku buka. Nanti aku bisa mencarinya sendiri," seru Alexa yang bermain mata dengan Nano.


"Iya ya... Kok aku jadi pria bodoh di mata kalian," kesal Nano. "Maafkan aku Winda."


"Tidak apa-apa. Aku tidak marah. Kamu tahu Anita adalah teman sekolahku. Jujur saja aku sangat merindukan wanita itu. Aku berharap bisa menemukan Anita," ucap Winda yang sangat kehilangan teman sekolahnya.


"Jika kak Winda tahu Anita... Maka.... Kakak tahu dimana ia tinggal sebelum kakak kehilangan kontak?" tanya Lampard.


"Terakhir kali aku bertemu pas reuni sekolah. Kalau enggak salah dia sedang hamil anak kembar. Dia tinggal di daerah Tangerang," jawab Winda.

__ADS_1


"Kok semakin rumit saja ya. Semakin lama kok masuk ke misteri kasusnya Stella," celetuk Martin.


"Oh ya... Aku lupa... Ada berita yang tidak mengenakkan buat Black Horizon dan Blue Diamond. John tadi sore menyambut kaki tangan Liam Knock yaitu Thomas. Aku enggak tahu Thomas kesini," ucap Jacob.


"Thomas... Si otak licik. Habislah kita," celetuk Imron.


"Kamu tahu?" tanya Lampard.


"Tahulah. Dia musuh bebuyutanku," jawab Imron.


Lampard merasakan kepalanya mau pecah. Lampard mulai mencerna apa yang terjadi saat ini. Kemungkinan besar Thomas akan buat rusuh untuk membantai Blue Diamond dan Black Horizon. Jika itu terjadi Lampard akan mengibarkan bendera peperangan antara mafia dan gangster. Namun Lampard tidak akan membiarkan itu terjadi.


"Apakah mereka membawa banyak pengawal?" tanya Lampard.


"Hanya sedikit. Kemungkinan besar tidak akan terjadi peperangan," jawab Jacob.


"Kalau begitu lebih baik silence terlebih dahulu. Kita harus waspada. Jangan sampai ada pergerakan sebelum mereka menyerang!" titah Lampard.


"Jika Thomas tidak membawa banyak pengawal. Bisa dipastikan ada misi tertentu," ucap Jacob.


"Seharusnya. Tapi kita harus silence. Oh ya... Martin... Alexa... Jaga anak-anakmu. Kamu tahu nyawa kalian sedang bahaya. Ada seseorang yang ingin mengetahui identitas dirimu!" titah Lampard.


"Selamat pagi Adel," sapa Stella dengan ramah.


"Selamat pagi kak Stella. Oh... Iya... Bolehkah aku masuk ke dalam? Aku ingin membersihkan kamar milik kakak," pinta Adel.


"Masuklah," ajak Stella.


Adel segera masuk ke dalam dan melihat ruangan Stella bersih. Adel sangat bingung dengan tamu nyonya besar yang hobi bersih-bersih.


"Adel," panggil Stella.


"Iya... Ada apa kak," sahut Adel.


"Kemana Scar?" tanya Stella.


"Ada di bawah. Mereka baru saja bangun. Rencananya pagi ini kami akan ke Senayan. Di sana kami akan menghabiskan waktu akhir pekan," jawab Adel.


"Apakah mereka akan mengajakku?" tanya Stella.


"Ya... Makanya aku disuruh kesini untuk membangunkan kakak serta membersihkan kamar kakak. Setelah itu mengajak kakak turun. Ini pesan dari Kak Alexa," jawab Adel yang tersenyum dengan ramah.

__ADS_1


"Aku sudah membersihkan kamarnya. Kalau begitu ayo kita turun!" ajak Stella yang semangat.


Adel tersenyum manis ketika Stella semangat sekali. Saat keluar dari kamar Adel berjalan bersamaan hingga membuat Scar menganga.


"Kakak," pekik Scar.


"Hey... Scar," seru mereka serempak.


"Kakak... Apakah kakak kembar?" tanya Scar yang melihat Adel dan Stella memiliki wajah yang sama.


Mereka menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Lalu mereka berlutut secara serempak sambil berkata, "Kami enggak kembar... Tapi kami hanya memiliki wajah yang sama."


"Oh... Berarti kakak," ucap Scar yang menggantung.


Scar semakin bingung karena melihat Adel dan Stella. Scar memutuskan untuk mencari sang mama dan menanyakan Adel dan Stella.


Di ujung lorong sana Lampard sedang meneliti wajah Adel dan Stella. Lampard baru sadar kalau Stella dan Adel memang sangat mirip sekali bagai pinang dibelah dua. Bahkan Lampard masih mengingat obrolan semalam. Jika mereka bersaudara maka ada satu lagi saudara laki-lakinya itu. Tapi siapa kira-kira? Ketimbang bingung Lampard mengganti piyamanya dengan baju santai.


Lampard sengaja memakai t-shirt hitam berlogo Dream Theatre karena menyukai musik cadas. Sedangkan Lampard memilih celana pendek. Setelah selesai Lampard melihat penampilannya yang pas untuk berolahraga pada pagi ini bersama keluarga. Meski usainya sudah tidak muda lagi Lampard menjaga penampilannya agar tetap keren.


Bukannya sedari dulu Lampard sudah keren? Memang Lampard sangat keren dan tampan. Namun Lampard memiliki kisah hidup yang kelam. Andai saja pada waktu itu sang kekasih tidak memilih selingkuh, Lampard sudah menikah dengannya. Kemungkinan besar Lampard bahagia dan memiliki anak. Bahkan sekarang Lampard akan menantikan cucunya lahir ke dunia. Atau juga bermain sama cucunya. Sepertinya Lampard akan bahagia menjalankan hidup bahagia.


"Kakek," panggil Ed.


"Iya," sahut Lampard.


"Apakah kakek akan ikut kami berolahraga?" tanya Ed.


"Ya... Kakek akan ikut dengan kalian," jawab Lampard.


"Sebenarnya kakekmu ini malas berolahraga pada pagi ini. Tapi berhubung kalian keluar rumah jadinya kakek harus mengawal kalian dengan ekstra," batin Lampard.


"Kakek... Ed ingin gendong," rengek Ed.


Lampard membungkuk lalu meraih tubuh mungil Ed. Kemudian ia menggendong Ed sambil mencium pipi cucu angkatnya itu. Hingga wajah Ed memerah karena malu.


Melihat wajah Ed memerah, Lampard tersenyum manis dan melangkahkan kakinya keluar kamar. Sambil berjalan Lampard mengajak Ed mengobrol. Meskipun Ed kurang lancar berbicara bisa membuat Lampard menahan tawanya.


Di ruang tamu Adel dan Stella menangkap keakraban Lampard dan Ed. Adel tersenyum manis sambil melihat mereka berbicara. Sementara itu Stella baru sadar kalau Lampard adalah pria yang hangat kepada anak-anak. Lalu kenapa semalam Lampard menjadi pria dingin? Jujur saja malam itu membuat Stella benar-benar ketakutan. Ditambah dengan tatapan dingin membuat siapapun menjadi takut.


Adel yang melihat Stella ketakutan segera mengajaknya keluar dari ruang tamu. Adel bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Stella. Setelah keluar dari ruang tamu, Adel pun bertanya, "Kamu kenapa melihat Tuan Lampard seperti orang ketakutan?"

__ADS_1


__ADS_2