Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Rencana Jahat Patty dan Tutik.


__ADS_3

 “Sepertinya kakekmu belum mengatakannya. Kamu harus memahami seluk beluk perusahaan,” jawab ian yang tidak tahu kenapa Yamato merahasiakan ini.


“Ya sudah dech. Aku sendiri enggak menjadi masalah,” jelas Stella dan Adelia bersamaan.


“Apakah kakak akan pergi ke rumah kakek Al?” tanya Stella.


“Jam berapa sekarang?” tanya Asmoro.


“Jam enam sore,” jawab Adelia yang melihat jam di pergelangan tangannya.


“Kalau begitu ayolah. Aku juga sebenarnya rindu sama dia,” jawab Asmoro.


Mereka akhirnya bubar dan bersiap-siap untuk mengunjungi kakek Al. Sementara itu Agatha dan Yamato terdiam dan saling melihat. Mereka terdiam lalu dikejutkan oleh kedatangan Hatori.


“Pa... kakek,” sapa Hatori yang sudah memakai baju formalnya.


Yamato menatap wajah Hatori yang sangat mirip sekali dengan Agatha. Lalu Yamato tersenyum sambil berkata, "Tidak ada yang membuang sama sekali. Wajah kalian sangat mirip sekali. Bagai pinang dibelah dua.”


“Tapi kami kan sangat tampan sekali,” ucap mereka berdua.


“Terpaksa mengatakan iya. Jika tidak kalian akan ngambek seharian,” sahut Anita yang baru saja datang dengan membawa tiga cangkir teh hangat buat mereka.


“Mama tahu saja,” ledek Hatori.


“Kalian ini sangat kompak sekali,” kesal Anita yang sengaja menaruh teh itu di hadapan mereka masing-masing.


“Apakah pertengkaran kalian terdengar sampai ke telinga putri kita?” tanya Anita.


“Ya... Tapi kami tidak boleh bergerak sama sekali. Beberapa hari lagi mereka akan pulang dan menjalankan aksinya. Aku yakin semuanya akan beres,” jawab Agatha.


“Apakah Asmoro akan membuat Stella menjadikan sebagai senjata?” tanya Yamato.


“Iya... pastinya. Aku yakin semuanya akan berjalan dengan baik,” jawab Agatha.


“Tapi pa, apakah tidak membahayakan nyawa Stella?” tanya Hatori yang tidak ingin melihat sang adik menderita.

__ADS_1


“Tidak akan bahaya. Kamu jangan lupakan Asmoro. Dia adalah seorang pria yang sangat licik sekali. Sekalinya licik dia memiliki banyak ide untuk menjatuhkan lawannya. Tatapan matanya bisa membunuh mangsanya dengan cepat. Cara bicaranya dingin jika sedang marah. Jika mereka menyentuh rambut adikmu seujung rambut saja. Bisa dipastikan mereka akan menderita selamanya,” jelas Agatha yang memperingatkan Hatori agar tidak lupa siapa Asmoro sebenarnya.


Meskipun begitu Hatori menjadi sangat kawatir dengan keadaan Stella. Ia hanya bisa pasrah dan berdoa supaya baik-baik saja. Ditambah lagi ancaman Patty dan Tutik masih saja bergelayut dalam memorinya itu.


Di tempat pemukiman yang kumuh, Tutik sangat marah sekali. Ia sudah tidak mempercayai lagi Patty. Karena secara terang-terangan Patty tidak akan bisa mau mengerti. Ya anggap saja mereka sedang tidak harmonis lagi dalam menjalin hubungan antara ibu dan anak.


“Mama,” bentak Patty.


“Kenapa sih kamu itu membentak mama?” tanya Tutik dengan menatap Patty dengan mata menyalang.


“Aku tidak terima apa yang dikatakan oleh pria tua itu,” kesal Patty.


“Mau kamu apa?” tanya Tutik yang bingung dengan keadaannya sekarang.


“Aku tidak bisa menjadi CEO Kurumi. Surat-surat aslinya berada di tangan pria tua itu,” jawab Patty yang masih berambisi sekali ingin menduduki jabatan CEO.


“Hey... kamu pikir mama enggak pusing apa? Mikirin semua ini! Harta dan tahta mama sudah hilang. Jika kamu terus-terusan begini. Bagaimana mama bisa berpikir semuanya? Terus kamu tidak memikirkan tentang nasib modelmu itu! Ha! Kamu seenaknya menuntut mama merebut surat-surat itu!” bentak Tutik yang tidak terima dengan keputusan sang putri.


 “Ya... bagaimana caranya aku bisa menduduki kursi itu?” tanya Patty.


“Menikah? Ck... aku enggak yakin Stella dinikahi pria tajir seperti itu? Kalau bosan pasti dibuang,” ejek Patty.


“Kamu bisa merebut suaminya. Kamu bisa membuat skandal bersamanya dan menyebarkan video itu ke penjuru dunia. Jika kamu berhasil merebutnya kamu pasti akan hidup bergelimangan harta. Kamu tidak perlu susah payah bekerja menghasilkan banyak uang. Karena uangnya dia sangat banyak sekali,” kata Tutik sambil memberikan sebuah ide buat Tutik.


“Bagaimana bisa aku melakukannya? Aku sepertinya harus mencari informasi tentang suaminya Stella. Bagaimana caranya ya? Apakah aku harus mencari cara agar si suaminya Stella luluh kepadaku?” tanya Patty yang menatap sang mama.


“Bukankah kamu jago sekali merusak rumah tangga orang?” tanya Tutik.


“Benarkah itu?” tanya Patty yang merasa dirinya tersanjung dengan pernyataan dari Tutik.


“Ya kamu sangat jago sekali merusak rumah tangga orang,” ucap Tutik yang memandang wajah Patty. “Bukankah kamu sudah mendapatkan bakat dari mama soal menghancurkan rumah tangga orang?”


“Hehehe... mama tahu saja. Baiklah aku akan segera melakukannya.”


“Bagaimana dengan nasib modelmu itu?” tanya Tutik.

__ADS_1


“Aku berencana akan mencari agensi model milik Santos,” jawab Patty.


“Siapa lagi Santos?” tanya Tutik yang mengerutkan keningnya.


“Dia adalah rival terkuat Niwa. Aku pernah ditawari olehnya untuk menjadi modelnya. Tapi aku tolak mentah-mentah,” jawab Patty yang tertawa jahat. “Jika aku masuk kesana, kemungkinan besar aku akan membongkar semuanya yang dilakukan oleh Niwa. Dan bisa dipastikan Niwa akan hancur berkeping-keping. Aku pastikan Santos akan menyerangnya habis-habisan.”


“Ide kamu sangat licik sekali rupanya,” puji Tutik.


“Ya harus. Tapi aku akan melakukan operasi plastik untuk memuluskan rencana ini,” ucap Patty yang tersenyum devil.


“Darimana kamu akan mendapatkan uang?” tanya Tutik yang mengerutkan keningnya.


“Dari si tua Kevin botak. Aku yakin si Kevin akan melakukannya untukku. Tapi sebelum pergi operasi plastik aku akan membunuh Hatori Kanagawa. Dia adalah orang yang mempersulit diriku ketika di S&T Company,” jelas Patty.


“Siapa lagi dia?” tanya Tutik yang bingung dengan nama Hatori.


“Masa mama enggak tahu sih?” tanya Patty sambil menatap wajah Tutik dengan sedikit menahan amarah.


“Ya... mama enggak tahu siapa itu Hatori?” tanya Tutik yang benar-benar tidak tahu.


“Dia anaknya Anita. Mama masa enggak dengar apa yang dikatakan oleh Agatha sih?” tanya Patty yang mengambil botol di atas meja.


“Oh... iya mama baru sadar. Agatha sialan itu memiliki anak kembar tiga. Tapi sayangnya saat itu kita mendapatkan Stella,” jawab Tutik yang kesal karena dibohongi oleh Agatha.


“Mama sepertinya kesal sama Agatha?” tanya Patty yang sedang menahan tawanya.


“Iyalah mama kesal terhadap dia. Bisa-bisanya dia menipu mama dengan memberikan dokumen palsu tentang Kurumi,” ujar Tutik. “Aku juga tidak akan membiarkan Anita berkumpul dengan anak-anaknya itu.”


“Sepertinya mama mau melakukan hal yang ekstrim itu ya?” tanya Patty tiba-tiba saja membaca rencana Tutik. 


“Iyalah. Mama juga tidak akan membiarkan mereka bahagia kembali. Mama sedang mencari cara agar rencana ini berjalan dengan mulus,” jelas Tutik yang tersenyum sinis menatap wajah Patty.


“Dengan senang hati, Patty akan mendukung mama untuk menghancurkan mereka. Seharusnya mereka menderita di akhir hayatnya ketimbang aku melihatnya tersenyum,” geram Patty tidak ingin melihat Stella bahagia.


“Kapan itu terjadi?” tanya Tutik sangat penasaran sekali dengan rencana sang putri.

__ADS_1


 


__ADS_2