Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Joe Malti.


__ADS_3

Asmoro bersama ketiga asistennya sedang berdiskusi tentang pekerjaan. Ketiga asistennya itu sudah menemukan apa yang diminta oleh Asmoro. Bahkan Asmoro membaca semuanya dan matanya terperanjat kaget. Ternyata para petinggi di kantor cabang tersebut banyak yang melakukan penggelembungan dana. Padahal Asmoro sendiri sudah mengecek satu persatu. Namun mereka sangat lihai sekali melakukan penggelembungan dana itu sendiri.


"Kita kecolongan. Padahal aku sendiri sudah memeriksanya berkali-kali. Mereka sangat cerdik sekali," sahut Asmoro.


"Apakah kakak ingin mengajak Imron ke sini?" tanya Ian.


"Ya kita akan mengajaknya bersama Jacob. Aku tidak akan bisa tinggal Dian melihat ini semuanya. Sepertinya kalian tidak bisa mencari uang tersebut. Aku tidak akan menunggaskan kalian ke sana. Kalian akan aku tugaskan untuk mengambil laporan beberapa divisi dari lima tahun belakangan ini. Dua atau tiga hari kalian pergilah ke kantor. Kalian harus meminta laporan itu. Aku yakin kali mereka akan panik setengah mati. Dan aku sendiri akan mengcopy seluruh hasil kerja keras mereka selama ini. Jika mereka menyerahkan setelah diubah, maka akan ketahuan siapa saja yang melakukannya," jawab Asmoro dengan tegas.


"Itu mah ide yang sangat licik sekali. Ternyata Kakak suka sekali menjebak orang diam-diam," puji William.


"Jika tidak gitu. Kalian tidak akan bisa mengetahuinya. Mana yang baik mana yang buruk. Kamu tahu kenapa aku melakukannya itu? Aku langsung mencari tersangkanya. Aku tidak ingin kasus ini berbelit-belit hingga berbulan-bulan dan tidak selesai sama sekali," ucap Asmoro dengan serius.

__ADS_1


"Bener juga sih. Aku setuju dengan permintaan kakak. Kalau begitu ya sudahlah. Setelah ini kita ngapain?" tanya Leon.


"Pesan makanan untuk nanti siang. Aku harus mencari banyak pelayan untuk mengurusi rumah ini. Jika tidak maka Rumah ini sangat kotor sekali," jawab Asmoro.


"Berikanlah kriteria yang sangat bagus sekali buat pelayan tersebut," pinta Ian.


"Yang utama dia harus bisa memiliki ilmu bela diri walaupun sedikit. Karena aku tidak mau mempekerjakan para pelayan yang tidak bisa apa-apa. Suatu hari nanti mansion ini akan diserang oleh para musuh. Jika mereka tidak bisa melakukannya, maka mereka bisa terbunuh dengan sendirinya. Aku tidak mau itu," jelas Asmoro.


"Kenapa harus orang luar kak? Bukankah kita memiliki banyak pengawal dengan kapasitas yang memadai," sahut Ian.


"Kenapa nggak di Indonesia saja kak?" tanya Leon sambil menaruh kertasnya itu.

__ADS_1


"Ini bukan perusahaan yang dipegang oleh kak Gio maupun Martin. Ini tentang perusahaanku sendiri. Perusahaanku sedang mengalami kekacauan seperti ini. Aku nggak bisa ngajak bekerja sama di Indonesia. Sampai kapanpun ini perusahaan masih berada di dalam tanganku," jelas Asmoro.


"Bener juga! Ya sudah kalau begitu kak. Oh ya satu lagi. Kita di sini berapa hari Kak?" tanya William.


"Paling cepat seminggu," jawab Asmoro dengan tegas.


"Aku nggak yakin masalah ini akan selesai dalam waktu seminggu. Masalah ini akan selesai dalam waktu sepuluh hari kedepan. Bukankah kita sedang ada acara di sini?" Tanya William.


"Acara apa? Kamu jangan membuat aku bingung deh," tanya Asmoro dengan bingung.


"Masalahnya itu cuman satu Kak. Beberapa hari yang lalu kita itu diundang oleh salah satu klien di London. Klien kita itu sedang berulang tahun. Dia memintaku untuk mengajak Kakak hadir dalam pesta ulang tahunnya itu," jawab Ian. "Sampai saat ini aku belum mengkonfirmasi kedatangan Kakak ke pestanya itu. Makanya aku masih menunggu jawaban dari kakak."

__ADS_1


"Joe Malti. Dia memang sudah aku konfirmasi. Kita akan datang ke sana tapi nggak lama-lama. Aku yakin pesta ulang tahunnya itu ada maksud tertentu untuk mengundang kita," jelas Asmoro.


"Maksud kakak apaan?" tanya Leon.


__ADS_2