Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Amarah Yamato


__ADS_3

"Ya itu benar tuan. Papa mengatakan seperti itu kepadaku," jawab Hatori.


Yamato pun akhirnya menatap wajah Hatori. Mata elangnya sedang memeriksa sudut mata dari Hatori. Namun Yamato tidak menemukan kebohongan. Ternyata oh ternyata Agatha telah membohongi anak laki-lakinya itu. Mau tidak mau Yamato harus menjelaskan semuanya.


"Aku adalah kakekmu. Yang dikatakan Agatha itu salah. Jika kamu ingin tahu maka akan ku beritahukan sesuatu," ucap Yamato.


Hatori menggelengkan kepalanya sambil berkata, "Papa berkata benar. Kata Papa, Papa sudah tidak memiliki siapa-siapa di dunia ini kecuali Mama Anita."


Garam sudah Yamato. Ia ingin menghajar Agatha di hadapan Hatori. Ternyata selama ini Agatha berbohong kepada Hatori. Diam-diam Agatha menyembunyikan Hatori dari hadapannya. Di dalam hatinya Yamato berkata, "Lihat saja Agatha! Aku akan menghajarmu ketika berada di hadapanmu! Meskipun aku sudah tua. Aku masih bisa menjadi seorang pembunuh yang handal!"


"Di mana mamamu berada?" Tanya Yamato.


"Mama berada di atas dan tidak boleh turun ke bawah. Kalau turun harus bersama papa," jawab Hatori.


"Panggil mereka ke sini. Bersama kedua adik perempuanmu itu!" perintah Yamato kepada Hatori.


Yamada sang asisten Agatha sudah tidak bisa berbuat apa-apa. Karena Yamada sendiri telah mengingkari janjinya. sebelum ke sini Agatha meminta Yamada untuk tidak memberitahukan keluarganya. Namun sang Papa bernama Yamato mencari keberadaan Agatha. Dengan terpaksa Yamada jujur mengatakannya. Bagaimana jika dirinya bertemu dengan Agatha secara langsung? Yamada harus mencari suaka untuk melindungi dirinya.


"Mati deh aku. Bagaimana Ya nantinya jika Tuan Agatha mengetahui kalau Tuan Yamato berada di sini?" tanya Yamada dalam hati sambil menundukkan kepalanya agar tidak ketahuan Hatori.


Hatori tidak akan mungkin bisa memanggil mereka turun ke bawah. Mengingat di lantai itu, ada Patty yang menginginkan kematian Stella. Mau tidak mau Hatori memberikan satu option. Agar Yamato mau mengikutinya.


"Tuan," panggil hattori sambil mendekatkan dirinya dan merangkul pria berumur senja itu.


"Ada apa memangnya?" tanya Yamato yang sangat santai sekali mengikuti Hatori.


Untung saja para pengawal tidak memaki Hatori dan menendangnya keluar. Jika sampai Yamato dipegang oleh siapapun, maka para pengawal itu langsung mengamuk dan menghajarnya habis-habisan. Namun sebelum maju Yamada memberikan kode agar tidak menghajar Hatori.

__ADS_1


"Bagaimana kalau Tuan mengikuti saya ke atas dan menemui mereka semuanya? Saya tidak akan berbohong kepada tuan. Karena mereka sedang tidak aman berada di apartemen ini," tanya Hatori sambil memberikan option yang lainnya.


"Oh boleh juga. Kalau begitu aku ikut denganmu," ucap Yamato sambil tersenyum manis dan mengacungkan jempolnya.


"Tuan," panggil Hatori sambil berbisik.


"Ada apa memangnya?" tanya Yamato lagi.


"Tuan, jangan bahwa mereka semuanya. Dikira Tuan orang penting," jawab Hatori dengan polos yang tidak mengetahui kedudukannya Yamato seperti apa di perusahaan Ayashi.


"Biarkan saja. Kalau bisa suruh Agata mengajaknya makan bersama," ledek Yamato kepada Hatori dan memukul dada sang cucu.


Hatori hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Jujur saja dirinya sangat sungkan kepada pengunjung dan para penghuni di apartemen tersebut. Mau tidak mau Hatori mengajak mereka naik ke atas.


Bagaimana jika Hatori mengetahui siapa Yamato sebenarnya? Kemungkinan besar Hatori akan terkejut dan tidak bisa berkata apa-apa. Tapi Agatha ada alasannya kenapa tidak memberitahukannya. Sebab Agatha ingin anak-anaknya mandiri tanpa harus meminta apapun.


Mereka berjalan memasuki lift secara beriringan. Untung saja lift itu bisa memuat orang banyak. Ditambah lagi dengan para pengawal Yamato sangat banyak sekali. Mereka muat menjadi satu dan tidak terpisahkan lagi.


"Tuan, Tuan tunggu sini ya," pinta Hatori.


Yamato hanya menganggukkan kepalanya. Namun dirinya sangat geram sekali kepada Agatha. Setelah meminta Agatha di sini terlebih dahulu, hattori masuk ke dalam dan melihat semuanya berkumpul di ruang tamu.


"Papa," panggil Hatori dengan wajah bingung.


"Ada apa Hatori?" tanya Agatha.


"Ada seorang kakek tua yang ingin bertemu dengan papa. Aku nggak tahu siapa orangnya. Tapi kelihatannya dia bukan orang Indonesia asli. Wajahnya sangat mirip sama papa. Orangnya tinggi dan membawa beberapa pengawal ke sini. Hampir saja orang itu mengamuk di meja resepsionis. Tapi untunglah aku sudah meredakannya," jawab Hatori yang menjelaskan pertemuan dirinya dengan Yamato.

__ADS_1


"Ya sudah biarkan saja. Nggak perlu ditanggapi orang seperti itu. Memang itu orang sangat arogan sekali," kesal Agatha yang tidak menyukai orang arogan.


"Tapi dia sekarang pengen ketemu sama papa. Bingung juga sih, tapi bajunya sangat mahal dan bisa dikatakan harga baju itu membayar apartemen ini juga lebih," tambah Hatori.


"Biarkan saja. Nggak usah digubris orang-orang seperti itu. kemungkinan besar orang-orang seperti itu ingin mencari bapak untuk berbisnis. Atau juga dari perusahaan Papa bekerja," sahut Agatha sambil melirik Asmoro.


"Yang dikatakan oleh Agatha benar. Biarkan saja mereka seperti itu. Kalau orang ngamuk dan kamu tidak ada kaitannya sama sekali. Jangan ditanggapi. Sebab kamu sendiri yang menjadi susah hanya karena orang-orang seperti itu," jelas Asmoro.


"Baiklah. Tapi orangnya tetap memaksa ingin bertemu dengan papa," ujar Hatori yang tidak mau kalah debat oleh Asmoro dan Agatha.


"Ya sudah suruh masuk saja. Soal keamanan biar aku yang jaga di sini. Kalau dia macam-macam sama aku dan keluarga ini. Akulah orang pertama yang menghajar orang itu!" perintah Asmoro yang tidak main-main.


Hatori akhirnya membuka pintu dan menyuruh Yamato masuk. Sebelum masuk Hatori berpesan agar tidak terjadi keributan di apartemennya itu. Yamato menurutinya saja. Tapi hatinya menolak sama sekali. Ia hanya tersenyum dan mengacungkan jempolnya tanda setuju.


Derap langkah yang sangat tegas dari Yamato. Derap itu membuat Agatha jantungnya berdetak kencang. Memang Agatha adalah seorang perasa yang hebat. Agatha tahu sang pemilik drag langka seperti itu.


Diam-diam Agatha menunduk dan tubuhnya berkeringat. Ia benar-benar sangat ketakutan dan menjadi kucing terkena air. Agatha mulai menetralisir keadaannya. Sebab Agatha tidak mau kelihatan takut di hadapan anak-anaknya.


Yamato yang sudah berada di hadapannya, matanya tertuju kepada tiga wanita cantik. Siapa lagi kalau bukan, Anita, Stella dan Adelia. Senyum merekah pun menghiasi bibirnya itu. Hingga akhirnya Yamato memanggil mereka.


"Menantuku kemarilah," ucap Yamato.


A-anda siapa?" tanya Anita yang tidak mengetahui siapa Yamato.


"Kemarilah. Tinggalkan saja anak sialan itu," menjawab Yamato sambil memaki Agatha.


"Maaf tuan," ucap Anita yang berdiri dan mendekati Yamato.

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Kamu jangan terlalu dekat sama Agatha. Dia adalah anak kurang ajar," kesal Yamato.


"Jadi, anda siapa?" tanya Asmoro dengan jelas.


__ADS_2