
“Apakah kita harus cerita kepada Ian?”tanya Raka kepada
Ibra.
“Ceritakan saja.Saya yakin Ian akan menyetujui asalkan
tutup mulut,” jawab Ibra yang menatap Ian.
“Ada apa sih?Kok kalian tertawa seperti itu,” tanya Ian yang
semakin penasaran kepada mereka.
“Baiklah akan saya ceritakan.Inilah kisah kejahilan kami
di malam ini.Saat itu aku sudah berada di sini bersama Kak Ibra dan Willi.
Lalu Willi mendapatkan pesan masuk ke ponselnya itu.Ternyata dia mendapatkan
tugas dari Kak Asmoro untuk membeli nasi goreng di tempat biasanya itu.Sebelum
berangkat aku menyuruh Willi ke sini setelah membeli nasi goreng tersebut.
Singkat cerita Willy selesai membeli nasi goreng itu.Diam-diam kami memasukkan
obat perangsang dengan dosis tinggi.Aku yakin mereka berdua sedang melakukan
malam pertama yang sangat indah,” jawab Raka yang membuat Ian tertawa
terbahak-bahak.
Melihat sang asisten gila itu mereka menjadi tertawa
lagi.Untung saja sang asisten tidak marah padanya.mendukung Ian mendukung
kebijakan mereka.Di sisi lain mereka juga berdoa agar pernikahan mereka awet
hingga nenek dan kakek.Setelah tertawa mereka saling memandang dan
menganggukkan kepalanya.
“Kok kalian sudah main kasar seperti itu terhadap Kak
Asmoro?”tanya Ian.
“Kami memang sengaja melakukannya.Disebabkan Kak Asmoro
usianya sudah menua.Jadi wajar saja kalau kita menjebak ke Asmoro bersama
Stella,” jelas Ibra.
“Kenapa juga kalian tidak mengajakku?Seharusnya kalian
mengajakku terlebih dahulu sebelum melakukan ini,” kesel Ian namun hatinya
bersorak kegirangan.
“Maaf, kami harus melakukannya dengan cepat.Agar Kak
Asmoro tidak mempermainkan pernikahan ini.Jika ada anggota baru yang sangat lucu
dan menggemaskan itu.Kak Asmoro tidak akan meninggalkan Stella,' jawab Ibra.
“Lihat saja nanti.Jika pagi nanti kalian akan dicari,” ejek
Ian kepada mereka.
Mereka sangat terkejut sekali dengan pernyataan Ian.Lalu
mereka sadar dan melihat wajah Ian saat ini.Kemudian Raka berkata, “Cepat atau
lambat... Kamu yang akan menyuruh mencarinya.”
“Ah... Sial sekali hidupku.Saya sudah mendapatkan uang
panas untuk tutup mulut.Eh ini... Kamu malah mengingatkanku tentang perintah
itu.Lalu aku harus menjawab apa?”tanya Ian yang mulai membuat frustrasi
__ADS_1
keadaannya.
“Memangnya kamu tidak bisa mencari alasan?”tanya Ibra.
“Bagaimana nasibku ini?Kalian sih yang sudah melakukan
ini dengan gegabah,” tanya Ian dengan kesal.“Kalau orang lain aku bisa
mencarinya.Lah ini... Ulah kalian berdua hingga membuat aku pusing tujuh
keliling seperti ini.”
“Maaf.... Tapi aku harus melakukannya.Bilang saja orang
itu pergi ke luar negeri,” jawab Ibra yang memberikan solusi untuk pemecahannya
masalah ini.
“Nanti deh.Saya akan mencari jawabannya yang tepat.Berhubungan
jadwal hari besok sangat padat hingga dua hari kedepan aku bisa mengelak secara
terang-terangan.Kemungkinan besar saya bisa menghindari masalah ini dengan
pelan-pelan.Semoga saja kak Asmoro lupa akan masalah ini,” jelas Ian.
“Memangnya ada apa sih?Kok dua hari ke depan ada hari
sibuk segala?”tanya Ibra.
“dua hari ke depan ada ekspor ke berbagai negara di Asia.
Banyak barang-barang yang akan keluar dan ekspor habis-habisan.Nah sekarang
inilah Kak Asmoro suka turun ke pabrik dan mengecek segala keperluan untuk
ekspor,” jelas Ian.
“Bagus itu.Lebih baik begitu.Cepat atau lambat Kak
dengan siapa tersangka utamanya.Dengan begitu kami akan bebas untuk menjalani
hidup dengan normal,” ucap Raka yang membuat Ian.
“Saya setuju itu.Ah nanti jadi juga kita akan meledek
habis-habisan,” ujar Raka.
“Tumben saja... Kalian minum malam ini?”Tanya Ian.
“Kami minum bir ini tanpa alkohol sedikitpun.Oleh karena
itu memang sengaja kami lakukan demi merayakan malam pertama Kak Asmoro.
Selain itu juga kami masih sadar dan tidak mabuk sama sekali.Karena kami harus
bersiap.Karena cepat atau lambat ponsel kami akan berbunyi dari rumah sakit.
Kami harus pergi ke sana dan memeriksa para pasien,” jelas Ibra.
Sontak saja pria bertubuh kekar itu terkejut.
Bisa-bisanya mereka melakukan perayaan ini tanpa sepengetahuan Asmoro.Kemudian
Ian berpamitan untuk tidur.Ia tidak mungkin berkumpul sampai pagi.Karena doa
hari ke depan dirinya akan sibuk dan tidak bisa pulang ke apartemen maupun
lainnya.
Pagi yang cerah.Stella terbangun dari tidurnya.Ini baru
sadar kalau dirinya tidak memakai benang sehelai pun.Saya juga merasakan
remuk tubuh bagaikan ditimpa beton sebesar dua ton.Selain itu juga dirinya
tidak dapat bergerak sama sekali.Sebab Asmoro telah memeluknya dengan erat.
__ADS_1
Sungguh semalam mereka melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukan terlebih
dahulu.Namun gara-gara nasi goreng luknut itu maka mereka harus melakukannya.
“Aku harus bangun dari sini.Aku sudah berjanji pada
Adelia untuk membuatkan bubur ayam.Tapi itu rasanya remuk sekali,” ucap
Stella dalam hati.
Beberapa saat kemudian Asmoro membuka mata dan melihat
cahaya matahari sudah masuk ke dalam kamarnya itu.Ia mengerutkan keningnya
sambil menatap wajah sang istri kecilnya itu.Lalu Asmoro bertanya, “Jam berapa
ini?Kok sepertinya sudah siang?”
“Saya tidak tahu.Saya belum melihat jam sama sekali,”jawabnya
Stella.
“Ya sudah kalau begitu.Tubuhku juga remuk seperti ini.
Aku ingin sekali kembali tidur.Saya juga tidak mampu untuk melakukan
aktivitas lainnya,” ucap Asmoro yang dengan sengaja membebani dirinya sendiri.
“Kamu sakit?”tanya Stella sambil menatap wajah Asmoro
yang sangat tampan sekali.
“Aku tidak sakit.Saya hanya kecapean saja,” jawab Asmoro
yang mencari perhatian kepada Stella.
“Kamu sangat kejam sekali dalam semalam.Kamu telah
menghancurkan kehidupan yang baru terbangun dari mimpi indah,” rajuk Stella
dan membuat Asmoro tersenyum manis.
“Begitulah para pria yang sering melakukan kekejaman terhadap wanita.
Ini gara-gara nasi goreng laknat itu.Aku akan mencari orangnya.Cepat atau
lambat orang itu harus bertanggung jawab kepada kamu,” ujar Asmoro namun
dia bersorak kegirangan.
“Kamu jadi kerja nggak?”tanya Stella.
“Jadilah.Kalau nggak kerja gimana dengan nasib
karyawanku dan kamu?Hari ini maupun besok akan ada barang ekspor.Saya harus
stand by di pabrik selama dua hari itu.Aku tidak mau kecolongan lagi.Karena
aku masih ingat di mana saat salah kirim barang ke beberapa negara.Jika
itu terjadi habislah aku,” sahut Asmoro.
“Memangnya ada ya kasus seperti itu di perusahaanmu?”
tanya Stella yang tiba-tiba saja tertarik pada perusahaan S&T Company.
“Ada.Aku harus menarik seluruh kirimanku untuk kembali
ke negara ini.Lalu menggantinya dengan barang yang diminta oleh mereka.Dengan
seperti itu, saya harus turun tangan kejadian untuk mengerjakan semuanya,” Asmoro
menjelaskan apa yang telah terjadi di masa lalu.
“Bolehkah aku belajar tentang itu semua?”tanya Stella
yang membuat Asmoro tersenyum.
__ADS_1