Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Kejahilan 2 Dokter Somplak.


__ADS_3

“Apakah kita harus cerita kepada Ian?”tanya Raka kepada


Ibra.


“Ceritakan saja.Saya yakin Ian akan menyetujui asalkan


tutup mulut,” jawab Ibra yang menatap Ian.


“Ada apa sih?Kok kalian tertawa seperti itu,” tanya Ian yang


semakin penasaran kepada mereka.


“Baiklah akan saya ceritakan.Inilah kisah kejahilan kami


di malam ini.Saat itu aku sudah berada di sini bersama Kak Ibra dan Willi.


Lalu Willi mendapatkan pesan masuk ke ponselnya itu.Ternyata dia mendapatkan


tugas dari Kak Asmoro untuk membeli nasi goreng di tempat biasanya itu.Sebelum


berangkat aku menyuruh Willi ke sini setelah membeli nasi goreng tersebut.


Singkat cerita Willy selesai membeli nasi goreng itu.Diam-diam kami memasukkan


obat perangsang dengan dosis tinggi.Aku yakin mereka berdua sedang melakukan


malam pertama yang sangat indah,” jawab Raka yang membuat Ian tertawa


terbahak-bahak.


Melihat sang asisten gila itu mereka menjadi tertawa


lagi.Untung saja sang asisten tidak marah padanya.mendukung Ian mendukung


kebijakan mereka.Di sisi lain mereka juga berdoa agar pernikahan mereka awet


hingga nenek dan kakek.Setelah tertawa mereka saling memandang dan


menganggukkan kepalanya.


“Kok kalian sudah main kasar seperti itu terhadap Kak


Asmoro?”tanya Ian.


“Kami memang sengaja melakukannya.Disebabkan Kak Asmoro


usianya sudah menua.Jadi wajar saja kalau kita menjebak ke Asmoro bersama


Stella,” jelas Ibra.


“Kenapa juga kalian tidak mengajakku?Seharusnya kalian


mengajakku terlebih dahulu sebelum melakukan ini,” kesel Ian namun hatinya


bersorak kegirangan.


“Maaf, kami harus melakukannya dengan cepat.Agar Kak


Asmoro tidak mempermainkan pernikahan ini.Jika ada anggota baru yang sangat lucu


dan menggemaskan itu.Kak Asmoro tidak akan meninggalkan Stella,' jawab Ibra.


“Lihat saja nanti.Jika pagi nanti kalian akan dicari,” ejek


Ian kepada mereka.


Mereka sangat terkejut sekali dengan pernyataan Ian.Lalu


mereka sadar dan melihat wajah Ian saat ini.Kemudian Raka berkata, “Cepat atau


lambat... Kamu yang akan menyuruh mencarinya.”


“Ah... Sial sekali hidupku.Saya sudah mendapatkan uang


panas untuk tutup mulut.Eh ini... Kamu malah mengingatkanku tentang perintah


itu.Lalu aku harus menjawab apa?”tanya Ian yang mulai membuat frustrasi

__ADS_1


keadaannya.


“Memangnya kamu tidak bisa mencari alasan?”tanya Ibra.


“Bagaimana nasibku ini?Kalian sih yang sudah melakukan


ini dengan gegabah,” tanya Ian dengan kesal.“Kalau orang lain aku bisa


mencarinya.Lah ini... Ulah kalian berdua hingga membuat aku pusing tujuh


keliling seperti ini.”


“Maaf.... Tapi aku harus melakukannya.Bilang saja orang


itu pergi ke luar negeri,” jawab Ibra yang memberikan solusi untuk pemecahannya


masalah ini.


“Nanti deh.Saya akan mencari jawabannya yang tepat.Berhubungan


jadwal hari besok sangat padat hingga dua hari kedepan aku bisa mengelak secara


terang-terangan.Kemungkinan besar saya bisa menghindari masalah ini dengan


pelan-pelan.Semoga saja kak Asmoro lupa akan masalah ini,” jelas Ian.


“Memangnya ada apa sih?Kok dua hari ke depan ada hari


sibuk segala?”tanya Ibra.


“dua hari ke depan ada ekspor ke berbagai negara di Asia.


Banyak barang-barang yang akan keluar dan ekspor habis-habisan.Nah sekarang


inilah Kak Asmoro suka turun ke pabrik dan mengecek segala keperluan untuk


ekspor,” jelas Ian.


“Bagus itu.Lebih baik begitu.Cepat atau lambat Kak


dengan siapa tersangka utamanya.Dengan begitu kami akan bebas untuk menjalani


hidup dengan normal,” ucap Raka yang membuat Ian.


“Saya setuju itu.Ah nanti jadi juga kita akan meledek


habis-habisan,” ujar Raka.


“Tumben saja... Kalian minum malam ini?”Tanya Ian.


“Kami minum bir ini tanpa alkohol sedikitpun.Oleh karena


itu memang sengaja kami lakukan demi merayakan malam pertama Kak Asmoro.


Selain itu juga kami masih sadar dan tidak mabuk sama sekali.Karena kami harus


bersiap.Karena cepat atau lambat ponsel kami akan berbunyi dari rumah sakit.


Kami harus pergi ke sana dan memeriksa para pasien,” jelas Ibra.


Sontak saja pria bertubuh kekar itu terkejut.


Bisa-bisanya mereka melakukan perayaan ini tanpa sepengetahuan Asmoro.Kemudian


Ian berpamitan untuk tidur.Ia tidak mungkin berkumpul sampai pagi.Karena doa


hari ke depan dirinya akan sibuk dan tidak bisa pulang ke apartemen maupun


lainnya.


Pagi yang cerah.Stella terbangun dari tidurnya.Ini baru


sadar kalau dirinya tidak memakai benang sehelai pun.Saya juga merasakan


remuk tubuh bagaikan ditimpa beton sebesar dua ton.Selain itu juga dirinya


tidak dapat bergerak sama sekali.Sebab Asmoro telah memeluknya dengan erat.

__ADS_1


Sungguh semalam mereka melakukan apa yang seharusnya tidak dilakukan terlebih


dahulu.Namun gara-gara nasi goreng luknut itu maka mereka harus melakukannya.


“Aku harus bangun dari sini.Aku sudah berjanji pada


Adelia untuk membuatkan bubur ayam.Tapi itu rasanya remuk sekali,” ucap


Stella dalam hati.


Beberapa saat kemudian Asmoro membuka mata dan melihat


cahaya matahari sudah masuk ke dalam kamarnya itu.Ia mengerutkan keningnya


sambil menatap wajah sang istri kecilnya itu.Lalu Asmoro bertanya, “Jam berapa


ini?Kok sepertinya sudah siang?”


“Saya tidak tahu.Saya belum melihat jam sama sekali,”jawabnya


Stella.


“Ya sudah kalau begitu.Tubuhku juga remuk seperti ini.


Aku ingin sekali kembali tidur.Saya juga tidak mampu untuk melakukan


aktivitas lainnya,” ucap Asmoro yang dengan sengaja membebani dirinya sendiri.


“Kamu sakit?”tanya Stella sambil menatap wajah Asmoro


yang sangat tampan sekali.


“Aku tidak sakit.Saya hanya kecapean saja,” jawab Asmoro


yang mencari perhatian kepada Stella.


“Kamu sangat kejam sekali dalam semalam.Kamu telah


menghancurkan kehidupan yang baru terbangun dari mimpi indah,” rajuk Stella


dan membuat Asmoro tersenyum manis.


“Begitulah para pria yang sering melakukan kekejaman terhadap wanita.


Ini gara-gara nasi goreng laknat itu.Aku akan mencari orangnya.Cepat atau


lambat orang itu harus bertanggung jawab kepada kamu,” ujar Asmoro namun


dia bersorak kegirangan.


“Kamu jadi kerja nggak?”tanya Stella.


“Jadilah.Kalau nggak kerja gimana dengan nasib


karyawanku dan kamu?Hari ini maupun besok akan ada barang ekspor.Saya harus


stand by di pabrik selama dua hari itu.Aku tidak mau kecolongan lagi.Karena


aku masih ingat di mana saat salah kirim barang ke beberapa negara.Jika


itu terjadi habislah aku,” sahut Asmoro.


“Memangnya ada ya kasus seperti itu di perusahaanmu?”


tanya Stella yang tiba-tiba saja tertarik pada perusahaan S&T Company.


“Ada.Aku harus menarik seluruh kirimanku untuk kembali


ke negara ini.Lalu menggantinya dengan barang yang diminta oleh mereka.Dengan


seperti itu, saya harus turun tangan kejadian untuk mengerjakan semuanya,” Asmoro


menjelaskan apa yang telah terjadi di masa lalu.


“Bolehkah aku belajar tentang itu semua?”tanya Stella


yang membuat Asmoro tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2