Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Rencana Keempat Wanita Bar-Bar.


__ADS_3

“Besok pagi kita akan membicarakannya dengan serius. Aku yakin kita bisa melakukannya setelah ini,” jelas Adelia yang menatap kegirangan.


“Tuh Adelia sudah memberikan ide. Pokoknya kalian harus bergerak agar orang itu hancur berantakan. Kalau bisa kalian hancurkan pesta itu dan buat pria itu menangis,” perintah Ian.


“Sepertinya aku harus meminta kalian semuanya membantu kami. Tenanglah... Kalian tidak akan susah untuk melakukannya. Kalau begitu aku akan masuk ke dalam untuk membersihkan tubuhku ini. Saatnya tidur siang dengan damai dan sejahtera,” pamit Adelia yang meninggalkan mereka semuanya.


Mereka menggelengkan sambil tertawa terbahak-bahak. Mereka juga tidak menyalahkan Adelia yang tidur siang secara mendadak. Karena tidur siang itu sudah menjadi kebiasaan Adelia ketika berada di rumah maupun di tempat Alexa. Masalah satu sudah mulai terpecah. Sedikit lagi mereka akan terbang ke Jakarta. Oleh karena itu mereka sedang mencari cara agar acaranya tidak berjalan dengan lancar.


Jakarta Indonesia.


Alexa yang sedang di dalam kamar dikejutkan oleh kebiasaan Martin. Martin sengaja memeluknya dengan erat dari belakang. Hidungnya mencium aroma strawberry dari tubuh Alexa.


“Kamu ini kebiasaan banget sih ngagetin aku dari belakang seperti ini?” tanya Alexa.


“Yah begitulah aku. Oh iya kemarin ke mana kamu kabur bersama Hatori?” tanya Martin balik.

__ADS_1


“Apakah kamu cemburu dengan calon menantumu itu?” tanya Alexa yang membuat Martin menahan tawanya.


“Mana mungkin aku cemburu pada Hatori,” jawab Martin. “Sebenarnya ada apa sih kalian pergi meninggalkan restoran begitu saja?”


“Oh kemarin ada tragedi antara Kak Agatha bersama Tutik dan Patty. Kamu tahu nggak mereka datang dan menampar pipi Kak Anita?” tanya Alexa yang membuat Martin terkejut.


“Apakah itu benar? Apakah semua pengunjung melihatnya?” tanya Martin.


“Ya itu benar. Tutik memang sengaja merusak acara keluarga mereka. Aku sebagai Alexa tidak akan membiarkan mereka mengganggunya. Cukup sudah masa lalu mereka harus dijadikan pelajaran. Tapi sepertinya itu tidak bisa sama sekali,” jawab Alexa yang memegang tangan kekar Martin.


“Itu sangat beda jauh dengan kita. Kelasnya juga berbeda. Memang mereka pergaulannya sosialita. Tapi mulutnya tidak pernah dijaga dan selalu berkata kasar. Apalagi menghardik orang mereka sangat pandai sekali. Aku sendiri pernah melihatnya ketika memaki orang di restoran ini. Jujur aku sendiri tidak pernah cerita sama kamu. Bagiku itu adalah masalah sepele,” ucap Alexa.


“Sebenarnya kamu nggak salah sih. Aku juga tidak pernah menjamuri pekerjaanmu itu. Lalu jadinya bagaimana?” tanya Martin.


“Aku memang sengaja mengusirnya. Tapi untuk saat ini mereka berani makan di tempatku lagi. Mau tidak mau kami harus melayaninya dengan tulus,” jawab Alexa dengan jujur.

__ADS_1


“Lalu bagaimana dengan para karyawan maupun karyawati mu di sana?” tanya Martin yang sangat penasaran sekali dengan pegawai Alexa.


“Aku bilang saja untuk santai menghadapi orang tersebut. Padahal aku sendiri sangat khawatir sekali ketika orang itu memaki-maki pegawaiku. Diusir pun salah nggak diusir salah. Ya sudah lebih baik kami mengalah. Tapi sejauh ini ada salah satu pegawai yang sengaja aku pindahkan ke daerah Bandung sana. Semuanya ini gara-gara mereka. Jujur yang salah mereka bukan karyawanku itu. Ya Aku mengalah dan memindahkannya ke Bandung. Aku harap kamu nggak marah,” jelas Alexa.


“Kan sudah aku bilang. Kalau aku tidak marah sama sekali dengan pekerjaanmu itu. Tapi sebisanya kamu harus melindungi mereka. Buatlah para pelayanmu nyaman bersamamu. Karena mencari pelayan ataupun orang lain bagiku mudah. Setelah itu kamu dan mereka harus menyesuaikan diri lagi. Sekali-sekali berikanlah mereka bonus agar tersenyum bahagia dan mau bekerja kepadamu,” saran Martin.


“Kamu tahu nggak akhirnya Bagaimana keluarga itu?” tanya Alexa.


“Eh bukannya Tuan Yamato adalah seorang ketua gangster yang sangat terkenal itu di daratan Asia maupun Eropa?” tanya Martin.


“Itu benar. Aku sangat terkejut sekali bertemu dengannya ketika makan bersama kak Agatha maupun Kak Anita. Jujur Tuan Yamato adalah ayahnya kak Agatha,” ucap Alexa yang sengaja melepaskan dirinya dari Martin.


“Apakah kamu serius mengatakannya?” tanya Martin.


 

__ADS_1


__ADS_2