
"Semuanya sudah terbuka jelas. Kita merasa tidak aman jika mengadakan pertemuan di sini. Cepat atau lambat anak-anak akan mendengarnya. Apalagi yang berhubungan dengan dunia bawah tanah alias mafia," tambah Imron yang tidak tahu bagaimana lagi.
Saat Scarlett masuk, gadis kecil itu tidak sengaja bertabrakan dengan Jacob. Scarlett hampir saja terjatuh dan mencoba berdiri di kakinya sendiri. Melihat Scarlett jatuh, Jacob langsung saja membungkukkan badannya dan meraih tubuh mungil Scarlett.
"Kenapa kamu lari-lari seperti itu? Apakah kamu tidak takut jatuh?" Tanya Jacob sambil mencium pipi Scarlett.
"Aku tidak apa-apa paman. Aku hanya mendapatkan sebuah berita bahwa bibi adalah pacarnya paman," jawab Scarlett yang membuat Jacob menatap gadis kecil itu.
"Habislah aku. Kalau begini aku sudah tidak bisa lagi berkata apa-apa. Dari mana gadis kecil ini tahu kalau aku kekasihnya Natalie?" batin Jacob yang sedang meraung ketakutan.
"Lalu kamu ngapain ngomong sama mamamu itu?" Tanya Jacob yang menyelidiki mata Scarlett.
"Aku mau bilang sama mama. Kalau bibi suka sama paman Jacob. Nanti biar mama mengajukan banding ke nenek Linda. Setelah itu kemungkinan besar nenek Linda dan Kakak James akan merestui kalian untuk menjadi suami istri. Semoga saja kalian memberikan aku sepupu yang cantik sekali dan ganteng-ganteng," jawab Scarlett dengan wajah polosnya itu.
Jujur Jacob memilih diam dan bingung mengatakannya. Seharusnya Scarlett tidak membuat statement seperti itu. Ditambah lagi Scarlett adalah seorang anak kecil yang belum diperbolehkan berkata soal perjodohan antara dirinya dan Natalie.
Tiba-tiba saja Jacob mendapatkan sebuah ide. Dirinya meraih ponsel sambil menatap Scarlett. Kemudian Jacob bertanya, "Kamu mau apa? Nanti Paman belikan. Tapi kamu harus berjanji pada paman."
"Janji apa paman?" tanya Scarlett.
"Jangan ngomong sama mama. Kalau kamu ngomong hadiah dari Paman akan kutarik semuanya. Bagaimana penawaran Paman itu?" tanya Jacob sambil mengancam Scarlett.
Mendengar kata hadiah Scarlett cukup bahagia sekali. Dengan senyum sum ringannya Scarlett menganggukkan dan memegang wajah Jacob, "Baiklah. Aku akan menjaga rahasia ini agar Mama tidak tahu."
"Berjanjilah agar rahasia kita tidak bocor kepada semua orang," ucap Jacob.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu aku berjanji pada Paman agar tidak membocorkan rahasia ke siapapun kecuali papa," ujar Scarlett.
"Itu bukan namanya janji. Kalau kamu bilang sama papamu sama aja juga rahasia itu bocor," sahut Jacob.
"Baiklah kalau begitu aku tidak akan mengatakan kepada siapa-siapa," kata Scarlett sambil menunjukkan jari kelingkingnya agar Jacob melakukan perjanjian ala anak kecil.
Jacob akhirnya memegang tangan scarlet dan menyatukan jari kelingkingnya ke jari kelingking Scarlett. Setelah itu Jacob menghubungi seseorang dan mengajaknya ke taman belakang.
"Kamu kok di sini?" tanya Natalie.
"Aku ke sini ingin bertemu dengan Alexa. Berhubung ada anak kecil ini semuanya menjadi kacau," jawab Jacob sambil menurunkan Scarlett.
"Memangnya apa yang diperbuat anak kecil itu?" tanya Imron yang mulai curiga dengan Scarlett.
"Nggak usah kesel seperti itu. Sebelum Scarlett bertanya saja aku sudah mengetahuinya," sahut Alexa sambil menatap Jacob.
"Dari mana kamu tahu kalau aku berpacaran dengan Natalie?" tanya Jacob yang semakin bingung dengan keadaannya.
"Kamu belum tahu siapa aku. Hanya sekali menghack nomor teleponmu itu. Maka seluruh identitasmu dan isi ponselmu aku tahu. Kamu tidak boleh marah sama aku juga. Ini sangat penting sekali buat Papa James. Aku memang disuruh papa James untuk menyelidiki siapa wanita yang dekat denganmu. Masa dari dulu hingga sekarang dirimu jomblo secara terus-menerus sih? Makanya bapakmu ingin tahu soal itu," jelas Alexa hingga membuat Jacob frustasi.
"Astaga... Percuma saja aku menutupinya semua ini. Ternyata papaku pengen tahu siapa kekasihku sebenarnya," ucap Jacob.
"Orang tua mana yang tidak ingin melihat putranya menikah? Seharusnya Paman sudah menikah dan memiliki banyak anak. Paman harus tahu kalau Papa James sangat menginginkan cucu lagi," tambah Alexa.
"Apakah papaku sangat menyetujui jika aku menikahi Natalie?" Tanya Jacob yang mulai bingung.
__ADS_1
"Papa sangat menyetujuinya. Karena bapak ingin sekali menjodohkan kalian. Berhubung kalian berdua sudah bergerak, tinggal kalian yang bilang sama papa. Itu sih Yang aku tahu dari papa. Aku harap kamu mengerti soal itu," jawab Alexa.
"Syukurlah kalau Papa sudah menyetujuinya. Cepat atau lambat aku akan mengumumkan hari jadiku ke setiap orang," ucap Jacob sambil tersenyum manis.
"Sepertinya Paman tidak perlu mengumumkan hari jadi itu. Paman harus memberitahukan kapan waktunya menikah?" usul Scarlett.
Keempat manusia dewasa itu pun langsung terdiam. Ketika mereka berdiskusi tentang hari jadi Jacob malah disahut oleh Scarlett. Ditambah lagi Scarlett membuat usulan agar sang Paman cepat-cepat menikahi bibi Natalie. Mau tidak mau Alexa menebuk jidatnya sambil hatinya meringis perih.
"Lama-lama putrimu menjadi semakin absurd saja. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi. Okelah kalau begitu aku tidak perlu memberikan putrimu hadiah agar tutup mulut," ucap Jacob tersenyum kemenangan dan tidak mengeluarkan apapun dari kantongnya itu.
"Jangan pernah ngasih hadiah kepada mereka. Berikan saja makanan yang bisa dimakan oleh mereka. Kalau aku boleh usul berikan mereka buah-buahan," ujar Alexa yang meminta Jacob memberikan buah-buahan kepada anak-anaknya itu.
"Ada benarnya juga kita memberikan mereka buah-buahan. Agar mereka semakin sehat dan pintar ditambah lagi IQ di atas rata-rata. Kalau begitu aku setuju. Terutama aku akan memberikan buah jeruk kepada Scarlett," ucap Imron yang menatap tajam kepada Scarlett.
Mendengar kata jeruk Scarlett memutuskan untuk pergi dari mereka. Jujur saja Scarlett sangat membenci buah jeruk itu. Entah kenapa gadis kecil itu tidak menyukai buah jeruk. Padahal rasanya sangat manis sekali.
Melihat Scarlett berlari, Imron tertawa jahat. Entah kenapa dirinya suka sekali mengerjai anak kecil itu. Lalu bagaimana dengan Edward? Imron tidak tertarik kepada anak laki-laki itu. Malahan tujuan ke sini sering sekali mencari Scarlett.
"Kamu itu dari dulu suka menakut-nakuti buah. Gara-gara kamu Scarlett tidak menyukai buah jeruk," jelas Alexa.
"Aku memang nggak nakut-nakutin soal jeruk itu. Saat tanganku memegang jeruk Scarlett sudah menjauh dariku. Saat aku mendekatinya anakmu sendiri yang lari. Itulah kenapa Scarlett tidak mau mendengar apalagi melihat buah jeruk di manapun berada," jelas Imron yang memberitahukan asal muasal Scarlett membenci jeruk.
"Itulah kenapa jika aku membawanya ke rumah dan aku suguhi jus jeruk Scarlett tidak menyukainya. Scarlett memilih bersembunyi di kamar mama. Lalu aku mendekatinya dan bertanya kepada Scarlett. Ternyata alasannya seperti itu," tambah Natalie.
"Sepertinya kita harus mencari tahu kenapa Scarlett tidak menyukai jeruk? Kalau begini terus karena tidak bisa memakan jeruk manapun," jelas Alexa.
__ADS_1