Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Pengakuan Hatori.


__ADS_3

"Kamu benar," jawab Martin. "Ternyata kamu sudah sadar juga akan hal itu?"


"Ya aku baru sadar semuanya. Tapi mau bagaimana lagi. Tiba-tiba saja kok aku baru ingat pada papa," jawab Alexa. "Semoga saja Papa Asmoro bahagia dengan Stella."


"Amin," ucap Martin dengan tulus. "Kalau begitu, Aku mau pamit untuk berangkat bekerja. Soal Exodus, mereka tidak terjadi pergerakan apapun. Kamu bisa santai melakukan apapun di luar rumah. Aku yakin mereka tidak akan bisa mampu membuat kejahatan di negeri ini. Mereka hanya anggota mafia yang tidak memiliki taring sama sekali."


"Kamu benar. Ya sudah sana pergi kerja. Jangan lupa makan siang," jelas Alexa.


"Bukankah kamu akan membawa si kembar datang ke kantor?" tanya Martin lagi.


"Oh iya aku hampir lupa," ucap Alexa. "Aku harus mengadakan meeting bersama Papa Gio. Sementara Sean belum berangkat ke sekolah. Si kembar belum mandi sama sekali. Aku butuh seseorang untuk menemaniku di sini."


Mendengar Alexa lupa dengan aktivitasnya, Martin melemparkan tasnya ke sembarang arah. Ia melepaskan jasnya dan dasinya. Sebagai seorang pria, Martin sering sekali melakukan pekerjaan perempuan. Gunanya Martin ingin meringankan pekerjaan Alexa. Kalau soal memandikan kedua pria kecilnya itu, Martin sudah lihai sekali. Bahkan bisa dikatakan Martin adalah seorang hot daddy.

__ADS_1


Di luar sana banyak sekali perempuan-perempuan yang ingin menjadi simpanannya. Akan tetapi mereka takut akan amarah Alexa terlebih dahulu. Jika melihatnya mereka langsung bergidik ngeri. Betapa tidak, Alexa sudah memasang alarm tersendiri. Jika mulai mendekati, Alexa langsung memasang bom waktu. Mereka langsung pergi meninggalkan Martin pada saat itu juga.


Memang, Alexa dan Martin ternyata dinobatkan sebagai keluarga harmonis. Selain itu juga mereka dinobatkan sebagai pasangan romantis. Mereka tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun. Mereka menjalani rumah tangga ini dengan penuh kedamaian.


Akhirnya Hatori sudah sampai di pabrik. Meskipun wajahnya sangat kocak, namun anak-anak pabrik sangat takut sekali. Pasalnya Hatori sendiri memiliki sifat yang tegas seperti Agatha dan Yamato. Hatori sendiri Memang memiliki jiwa kepemimpinan semenjak di sekolah dasar.


Pagi itu Hatori langsung memeriksa buah-buahan yang datang semalam. Ia dibantu oleh beberapa temannya. Ia sengaja merekrut mereka untuk bekerja di pabrik. Namun mereka adalah pekerja lepas. Jika tidak ada buah-buahan yang masuk, maka mereka akan kembali lagi ke pasar.


Stella akhirnya bangun dari pingsannya. Ia mencari keberadaan Asmoro. Namun asmara sedang berada di ruangan kerjanya. Di saat bangun Adelia cepat-cepat mendekatinya. Adelia sangat khawatir melihat sang kakak pingsan dengan jangka waktu lama. Adelia bergegas memeriksa keadaan Stella. Ia berharap sang kakak baik-baik saja.


"Apakah Kakak sedang mengandung?" tanya Adelia.


"Ya tidak. Kata siapa aku hamil. Aku terkejut karena melihat saldonya Kak Asmoro," jawab Stella yang membuat Adelia terkejut.

__ADS_1


"Kok bisa kakak pingsan seperti itu?" Tanya Adelia sangat penasaran sekali dengan Stella.


"Aku baru seumur-umur ini melihat uang sebanyak itu di rekeningnya ke Asmoro. Yang diperlihatkannya baru satu saja. Bagaimana dengan lainnya? Bisa-bisa Aku memiliki serangan jantung," jawab Stella yang bingung dengan suaminya itu.


"Kakak ini lucu sekali. Iya ya... Seumur-umur Kakak nggak pernah lihat uang sebanyak itu. Aku sendiri saja terkejut jika melihat tabungannya Kak Ian sendiri. Aku nggak pernah melihat uang sebanyak itu. Jujur aku sangat mengagumi Kak Ian. Dia sangat gigih sekali dalam bekerja," ucap Adelia.


"Apakah kamu sangat mencintai kak Ian?" tanya Stella.


"Sangat. Dia adalah cinta pertamaku. Sebenarnya pertemuanku bersama Kak Ian itu sangat menjengkelkan sekali," jawab Adelia dengan jujur.


"Kenapa menjengkelkan? Bukankah kalian sangat akur ketika berpacaran seperti ini?" tanya Stella dengan jujur.


"Semuanya itu berawal dari," jawab Adelia yang menggantung.

__ADS_1


__ADS_2