Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Titik Terang Buat Imron.


__ADS_3

"Sekarang. Aku nggak mau kamu membiarkan masalah ini akan menjadi panjang. Kalau mama sudah memiliki titah. Apapun bisa dikerjakannya. Sana bilang sana dulu. Semuanya clear dan kamu bisa menjalin hubungan bersama Dila lagi," perintah Jacob sambil memberikan semangat kepada Imron.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan segera turun dan membicarakan ini kepada Mama. Supaya hatiku lega dan tidak ingin berlama-lama meminang Dila," Sahut Imron dengan penuh rasa syukurnya.


"Kamu nggak tanya Siapa pria yang sedang berjalan bersama Dila?" tanya Jacob.


"Memangnya siapa dia?" tanya Imron.


"Dia adalah Yudi. Yudi adalah mata-mata dari Kak Asmoro. Yudi masih ada hubungan darah bersama Dila. Jadi Mereka berdua adalah kakak adik. Kalau kamu nggak percaya tanyakan saja pada Yudi sekarang juga," jawab Jacob lalu meninggalkan Imron di sana sendirian.


Imron semakin semangat untuk mengejar Dila. Ia tidak akan menyia-nyiakan waktunya agar Dila mau menikah dengannya. Sudah saatnya Dila dan Imron bersatu dalam ikatan pernikahan. Karena mereka saling mencintai satu sama lain.


Agatha dan Anita sudah sampai di S&T Company. Pasangan suami istri itu melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Agatha. Mereka berjalan santai sambil menyapa beberapa karyawan sedang berkeliaran. Memang Agatha kalau di perusahaan Asmoro sangat ramah sekali. Bahkan keramahannya membuat seluruh karyawati perempuan menjadi bahagia.

__ADS_1


Beda lagi jika Agatha berada di Tokyo sana. Agatha tidak pernah ramah kepada karyawannya. Bahkan Agatha sendiri sering diam. Ditambah lagi dengan sikapnya yang dingin seperti balok es sedang berjalan. Banyak karyawan maupun karyawatinya segan untuk menyapa. Apakah Anita tahu tentang sikap Agatha seperti itu?


Anita tidak tahu kalau Agatha itu memiliki sifat dingin. Bahkan Agatha sedang menyembunyikan sesuatu dari Anita. Bukan berarti Wanita Idaman Lainnya. Malahan Agatha sangat pintar menyembunyikan sikap dinginnya itu.


Sesampainya di ruangan, Agatha menyuruh Anita duduk di sofa. Agatha segera memeriksa seluruh laporan dari divisi keuangan. Beberapa saat kemudian Agatha mengangkat wajahnya. Lalu Agatha menyuruh Anita mendekat.


"Apakah kamu masih ingat tentang pelajaran akuntansi yang telah aku berikan kepadamu?'' tanya Agatha yang meminta bantuan kepada Anita.


"Kalau begitu, Kerjakanlah beberapa dokumen ini. Sebagai gantinya aku akan membantumu memasak untuk esok hari. Beberapa hari lagi akhir bulan. Aku harus menyelesaikan ini semuanya," pinta Agatha yang memberikan Dokumen itu kepada Anita.


"Tidak jadi masalah buat aku. Sini aku kerjakan semuanya," ucap Anita sambil meraih Dokumen itu.


"Terima kasih sayang," balas Agatha dengan tulus.

__ADS_1


Setelah itu Anita mengerjakan dokumen tersebut. Anita tidak akan pernah melupakan pelajaran akuntansi yang telah diberikan oleh Agatha. Bahkan Anita sangat semangat sekali ketika mengerjakan tugas-tugas seperti itu.


"Sepertinya istriku bisa diandalkan. Asmoro pernah mengatakan kalau aku sedang butuh asisten. Tapi Siapa yang mau menjadi asistenku? Aku tidak akan menarik Yamada untuk datang ke sini. Karena Yamada akan bertugas di kantor pusat. Aku harus bagaimana? Aku tidak akan memasukkan Anita Ke sini. Apakah aku akan menyuruh Stella untuk bekerja bersamaku? Ini sangat sulit sekali ditebak," batin Agatha.


"Kamu kenapa sayang? Sepertinya kamu sangat gelisah sekali," Tanya Anita yang menghempaskan bokongnya di sofa sambil menata berkas-berkas tersebut di atas meja.


"Aku sedang butuh asisten. Tapi aku belum mencari asisten sama sekali. Apakah aku meminta Stella untuk menjadi asistenku ya?" tanya Agatha sambil menatap Anita.


"Itu ide yang sangat bagus sekali. Kenapa kamu tidak mencobanya? Lagian Stella adalah anak yang berbakat. Kamu bisa mengajarinya. Bukannya kamu ingin mereka menjadi ahli waris dari perusahaanmu kelak?" ucap Anita yang memberikan saran kepada Agatha.


"Kamu benar. Kenapa nggak terpikirkan olehku? Nanti deh kalau Asmoro sudah pulang. Akan aku bicarakan semuanya tentang masalah keuangan di perusahaan. Suatu hari nanti dia bisa membantu Asmoro membesarkan perusahaan ini. Soal Ekonomi Biarkanlah aku yang mengurusnya. Cepat atau lambat kita bisa mengambilnya," jelas Agatha sambil tersenyum simpul.


"Itu nggak usah dipikirkan sekarang. Mereka sangat bodoh dan tidak mau tahu tentang kebahagiaan orang. Biarkan saja mereka berdua rebutan masalah Kurumi. Aku ingin melihatnya siapa yang menang. Jika ada yang menang berarti mereka ada yang terbunuh. Apakah itu benar Tuan Agatha Nakagawa suamiku yang kucintai?"

__ADS_1


__ADS_2