Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Jacob Mendapatkan Restu Dari Papa James.


__ADS_3

"Aku tidak mengikuti jejaknya kak Martin pa. Aku hanya mengikuti apa kata hatiku sendiri. Papa tahu kan kalau aku tidak menyukai cewek-cewek yang nakal di dalam klub itu. Jadi aku lebih memilih Natalie," jawab Jacob yang membuat James semakin bingung.


"Namanya itu juga mengikuti jejaknya kakakmu. Martin sudah mengambil cucu angkatku satu untuk dijadikan menantu. Sekarang kamu sendiri mengambil cucu angkatku satu-satunya itu. Lalu sekarang aku kehilangan kedua cucu cantikku itu hanya karena kalian," kesal James yang hatinya meringis seperti disayat pisau.


"Ya mau bagaimana lagi Sayang. Kamu tahu kan cinta itu tidak bisa ditebak dari segala apapun. Dahulu Martin selalu mengajak Alexa berantem hanya untuk merebut kekuasaan di kota Paris. Lalu mereka akhirnya jatuh cinta. Apakah kamu harus menghentikan kebiasaan mereka? Enggak kan. Semuanya itu karena cinta. Cinta itu memang buta. Cinta itu menusuk ke dalam dada siapa saja. Makanya kamu nggak boleh egois juga. Kita dulu itu memang adalah adik kakak. Bukan berarti kita adik kakak kandung. Tapi dengan adanya cinta, Kita bisa menikah dan memiliki dua putra. Selain itu juga, Kita tidak memiliki darah persaudaraan manapun. Jadi kita bisa menikah hingga saat ini," jelas Linda yang sengaja membuka kartunya.


"Jadi mama dan papa adalah kakak adik ya? Kok aku baru tahu sekarang," Jacob yang baru mengetahui fakta dari kedua orang tuanya.


"Itu benar. Papamu dulu adalah anak yatim piatu. Sebelum ada Mama, kakek nenekmu mengadopsi papa itu. Hingga akhirnya kakek nenekmu sudah menganggap papamu itu adalah anak pertamanya. Setelah dewasa, Kami tinggal terpisah. Kami tidak tinggal di rumah kakek nenekmu. Mama memilih tinggal di London. Papamu lebih memilih tinggal di Singapura. Suatu hari, Ada perayaan natal yang sangat mewah yang diadakan oleh kakek nenekmu. Dengan terpaksa Mama pulang ke rumah. Ketika kami pulang ke rumah. Kami merasakan ada getar-getar cinta yang tidak bisa dijelaskan. Kami akhirnya memutuskan untuk menikah. Kakek dan nenekmu sangat setuju sekali. Begitulah kisah perjalanan mama dan papa. Sebenarnya kalian menikah juga tidak ada masalah sama sekali. Kalian tidak memiliki darah apapun. Ya sudah kalau begitu. Pergilah ke Manchester terlebih dahulu. Bantu Abangmu itu. Setelah pulang kita pergi ke rumah Nano," tutur Linda dengan lembut.

__ADS_1


"Kalau papa tidak mengizinkan bagaimana?" tanya Jacob dengan wajah sendunya itu.


"Tenang saja. Papa pasti akan menurut mama. Apa yang dikatakan oleh Mama Papa harus setuju. Lagian papamu sudah memiliki tiga cucu. Tinggal kamu yang belum memberikan cucu kepada kami," jelas Linda


Akhirnya Jacob dan Natalie tersenyum bahagia. James juga tidak berhak melarang kisah cinta mereka. Jika menolak keinginan mereka, James tidak ingin melihat Jacob menderita.


"Kamu benar. Tidak seharusnya aku melarang mereka untuk menikah. Yang namanya jodoh juga tidak bisa ditebak. Seperti kisah cinta kita kepada mamamu itu. Untungnya kakek dan nenekmu sangat baik sekali," ucap James dengan penuh haru.


"Apakah kamu tidak mengajakku Kak?" tanya Natalie.

__ADS_1


"Ngapain kamu ke sana? Aku ke sana itu membantu Kak Asmoro yang sedang kesulitan. Aku tidak akan mungkin bekerja dari jarak jauh. Karena urusan ini sangat penting sekali," jelas Jacob yang melarang Natalie untuk tidak ikut bersamanya.


"Ingin pergi ke Manchester demi melihat peternakan," ucap Natalie. "Aku dengar Stella dan Adelia juga ikut ke sana. Karena itu aku ingin mengajaknya berjalan-jalan mengelilingi kota Manchester."


"Ya sudah kalau begitu. Bersiap-siaplah sekarang juga. Aku akan menjemputmu di rumah," ajak Jacob.


"Bener juga sih. Dan Kak Asmoro sedang membawa pasangannya. Tetap bekerja namun diam-diam ingin mendekatkan diri kepada kekasihnya itu. Andaikan saja kalau aku memiliki seorang kekasih. Pasti aku akan mengajaknya," Jelas Imron yang menatap Jacob dengan penuh kesedihan.


"Jangan bersedih seperti itu. Di sana juga ada Leon dan William yang tidak membawa istrinya. Kalau bawa istri gimana anak-anaknya. Anak-anaknya tidak akan ada yang menjaga," hibur Jacob kepada Imron.

__ADS_1


"Kamu benar apa yang dikatakan oleh Jacob. Asmoro dan Ian bukan tipe orang mengumbar kemesraan di depan umum. Asmoro ingin melihat kekasihnya bebas berjalan tanpa harus dikekang oleh siapapun. Jadinya Kamu boleh ikut mendampingi Jacob," perintah Linda kepada Imron.


"Lalu bagaimana dengan gadis ini?" Tanya Imron yang menunjuk ke arah Natalie.


__ADS_2