Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Amarah John.


__ADS_3

Mau tidak mau pengawal itu mengulanginya lagi. Sungguh kesal hatinya sang pengawal itu. Bayangkan saja ketika sang pengawal itu disuruh mengulanginya lagi. John tidak mengucapkan terima kasih sama sekali. John malah menghardiknya dan menyuruhnya pergi dari sini.


Pengawal itu terpaksa pergi dari ruangan itu. Mau tidak mau mengawal itu meninggalkan kantor tersebut. Agar ia tidak mau menjadi sasaran selanjutnya.


Setelah mendengar kegagalan serangan tadi malam. John menarik rambutnya sambil memaki Black Horizon. Padahal pengawalnya itu sudah diberikan obat saat mau bertarung. Akan tetapi rencana itu gagal total. Rasanya John ingin memakan orang hidup-hidup saat ini.


Beberapa saat kemudian John mendengarkan ponselnya berdering. Ia meraihnya di meja dan menatap nomor di layar ponselnya itu.


"Sepertinya aku mengenal nomor ini," gerutu John.


Dengan cepat John mengangkat nomor itu. Lalu John mendengar suara perempuan yang dikenalnya itu. Perempuan itu memintanya untuk pergi ke apartemen. Jika tidak ia akan melaporkan kegagalan John ketika menyerang Black Horizon. Akhirnya dengan terpaksa John menuruti keinginan wanita itu.


Di apartemen mewah. Kedua gadis yang sangat mirip sekali kompak menyiapkan sarapan pagi. Lalu gadis itu saling menatap dan tertawa bersama-sama. Tiba-tiba saja Agatha datang menyunggingkan senyumnya. Karena Agatha bahagia melihat sang anak tersenyum. Begitu bahagianya hati Agatha.


"Kalian lagi ngapain?" tanya Agatha.


"Nggak ada apa-apa Pa. Kami hanya tertawa saja. Rasanya kami tidak percaya kalau kita sudah bersatu seperti ini," jawab Stella yang mendapatkan anggukan dari Adelia.


"Oh iya pa. Hari ini aku akan pergi ke mansion Kak Alexa. Aku harus menjaga ketiga anaknya itu. Sekalian aku akan mengajak Stella untuk mengunjungi ketiga anaknya itu," ucap Adelia sambil meminta izin.


"Tidak apa-apa. Pergilah semau kamu. Papa ingin kalian bisa merasakan hidup bebas," ujar Agatha yang memberikan izin kepada kedua putrinya itu.

__ADS_1


"Syukurlah," balas Stella.


"Dan jangan lupa kamu belajar mengurus anak dengan baik. Karena sebentar lagi kalian akan sold out," perintah Agatha dengan lembut.


"Ya kami memang sudah laku. Tapi aku sendiri bingung sama Kak Asmoro. Belum mengenal lebih dekat sudah meminta menikah. Aku masih ragu akan hal itu. Tapi Kak Asmoro sudah meyakinkanku soal itu," ucap Stella.


"Tidak apa-apa. Sepertinya Asmoro memiliki hati yang sangat baik sekali. Tujuan utama kalian menikah itu adalah menjalin hubungan hingga akhir hayat. Yang kedua adalah kalian akan aman bersama mereka. Mereka mau melindungi kalian hingga titik darah penghabisan. Oh ya... para penjahat masih berkeliaran dengan enaknya saja. Contohnya saja John dan anak istrinya itu. Cepat atau lambat mereka akan menemukanmu," jelas Agatha.


"Apakah mereka mengetahui kalau kita itu kembar?" tanya Adelia yang sedikit gelisah.


"Papa nggak pernah cerita ke siapa-siapa kalau kalian itu kembar. Bahkan ketika mamamu sedang mengandung. Banyak yang mengatakan kalau mamamu sedang mengandung anak kembar. Tapi papa sengaja menyangkalnya. Jika tidak papa menyangkal hal itu. Kemungkinan besar Tutik dan keluarganya itu akan memiliki kesempatan untuk membunuh kalian. Itulah kenapa Papa sangat melindungi kalian semua. Maafkan... Jika Papa terlalu egois sekali. Namun itu demi kepentingan kalian semua," jawab Agatha yang menjelaskan pertanyaan Adelia.


"Dulu memang John adalah kepercayaan papa. Kami memang sering bekerja sama dalam segala bidang. Setelah perusahaan ini menjadi besar, John diam-diam bekerja sama dengan Tutik. Mereka ingin merebut seluruh apa yang kalian punya. Maka dari itu nyawa kalian dan kami terancam. Tapi kalian bisa tenang sekarang. Papa memang sengaja menyerahkan kalian ke Asmoro dan Iyan. Mereka akan melindungimu dari kejahatan John beserta anak istrinya itu. Semoga kalian paham tentang apa yang Papa katakan. Kalian jangan menyesali permintaan bapak ini. Dan Papa selalu berdoa agar kalian bisa meraih kebahagiaan dan cita-cita kalian meskipun sudah menikah," ucap Agatha dengan tulus.


Sungguh terharu kedua gadis itu mendapatkan restu dari sang papa. Bisa dibayangkan jika mereka mendapatkan Restu dengan cuma-cuma. Mereka langsung mendekati Agatha dan memeluknya sambil mengucapkan terima kasih.


Sedangkan Hatori datang bersama Anita sambil membawa buah-buahan. Mereka melihat kekompakan Adelia, Stella dan Agatha yang berpelukan seperti itu. Hattori sungguh terharu melihat sang adik sudah bisa bangkit kembali. Bahkan Stella sendiri mulai membangun kepercayaan dirinya lagi. Dengan dibantu oleh orang-orang terdekatnya.


Selesai mereka berpelukan, Agatha melihat Hatori dan juga Anita yang sedang berdiri di hadapannya itu. Agatha tersenyum manis sambil memamerkan gigi putihnya itu. Anita pun langsung tersenyum dan membuang wajahnya ke sembarang arah.


Melihat sang Mama yang membuang wajahnya ke sembarang arah itu, Stella tersenyum lucu. Ia mendekati sang Mama sambil berbisik, "Apakah Mama sedang jatuh cinta sama papa?"

__ADS_1


Blush.


Wajah Anita pun memerah seperti kepiting rebus. Anita pun langsung meninggalkan tempat tersebut sambil menahan malu. Mereka yang melihat Anita pergi hanya bisa menahan tawanya. Meskipun usianya sudah tua, Anita masih jatuh cinta kepada Agatha. Bahkan rasa cintanya itu melebihi segalanya.


"Sepertinya Mama sedang jatuh cinta," ucap Stella yang membuat Agatha berbunga-bunga.


"Mama kamu seperti itu sedari dulu. Jika melihat papa, mamamu selalu salah tingkah. Maka jangan salahkan mamamu Kalau mendadak berubah menjadi seperti itu," jelas Agatha yang memberitahukan sifat asli Anita.


"Syukurlah kalau begitu. Berarti Mama sangat mencintai papa dari dalam hatinya. Makanya ketika banyak pria muda maupun tua ingin mengajak Mama menikah. Jawabannya langsung ditolak mentah-mentah. Bahkan mereka pun tidak segan-segan menjumpai Mama agar tidak laku lagi," kata Adelia.


"Itulah yang dinamakan cinta sejati Del. Mamamu sudah mematri nama papa di hatinya. Bahkan dirinya tidak berselera sekalipun ketika pria itu mendekatinya. Papa harap kalian seperti itu. Jika pasangan kalian sangat mencintai. Tolong jangan pernah menyakitinya. Sayangilah dan cintailah dia penuh ketulusan," pinta Agatha yang menginginkan anak-anaknya setia.


"Apakah Papa sangat mencintai mama?" tanya Hatori yang sangat penasaran sekali dengan jawabannya itu.


"Papa selalu mencintai Mama dengan sepenuh hati. Meskipun Papa bekerja di Jepang. Mama menjadi orang nomor satu di hati. Makanya Papa tidak pernah berselingkuh dengan wanita lain. Berkat doa mama, Papa bisa membangun usaha sebesar itu. Kamu juga Hatori. Tidak boleh menyakiti hati wanitamu. Jika wanitamu itu sudah marah. Maka dirimu akan mendapatkan kesialan bertubi-tubi. Percaya deh apa yang papa omongin. Soalnya bapak ingin melihat kalian setia dalam satu pasangan saja," jelas Agatha yang membuat mereka menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Rencana Papa hari ini apa?" tanya Hatori.


"Rencana papa akan interview di perusahaan Asmoro. Papa akan menetap di sini hingga masalah ini selesai. Bapak akan merebut kembali apa yang kalian punya. Dengan kata lain setelah ini bapak akan berjuang untuk mendapatkannya," jawab Agatha.


"Bagaimana dengan mama sendiri?" tanya Stella yang melihat Anita berdiri di ambang pintu.

__ADS_1


__ADS_2