
Agatha yang berada di apartemen sangat terkejut sekali. Pria paruh baya itu pun tidak sengaja melihat Sang Putri bertemu dengan Patty. Amarahnya mulai meledak dan ingin menghancurkan Patty. Namun Anita menahannya. Agar Agatha tidak melakukan hal-hal di luar nalar.
"Damn it!" geram Agatha sambil mengepalkan kedua tangannya dan memukulkan ke meja kerjanya.
Melihat Agatha sedang tidak baik-baik saja, Yamada segera mendekat. Pria berkacamata itu langsung membungkukkan badannya. Ia meminta maaf atas kesalahannya. Namun yang ada tidak mengetahuinya. Agatha marah bukan karena dirinya. Agatha marah karena ulah Patty.
"Maafkan saya tuan," ucap Yamada berkali-kali.
Agatha mengerutkan keningnya lalu menatap sang asistennya tersebut. Ia bingung dengan kelakuan si Yamada itu. Lalu Agatha berkata, "Kamu itu sangat aneh sekali. Bagaimana bisa aku memarahimu habis-habisan untuk saat ini? Sekarang katakanlah apa masalahmu hingga meminta maaf kepadaku?"
"Maafkan saya tuan. Kemarin saya berjalan-jalan bersama para pengawal untuk menjelajahi kota Bandung. Sehingga saya tidak meminta izin kepada tuan," jawab Yamada.
"Aku nggak marah soal itu. Sudah seharusnya kemarin kamu mengambil hari liburmu. Aku sudah biasa mandiri ketika hari libur tiba. Lalu kenapa kamu mempersulit dirimu di hadapanku seperti ini?" tanya Agatha.
Yamada sangat bersyukur sekali karena Agatha tidak marah sama sekali. Memang sudah seharusnya Yamada mengambil jatah liburnya. Akan tetapi Yamada tidak enak hati. Karena kemarin ia tidak berpamitan kepada Agatha.
"Aku tidak marah soal itu. Jika waktunya libur ambillah waktumu. Aku tidak pernah membuat orang-orang yang bekerja padaku kesusahan," ucap Agatha.
__ADS_1
"Lalu kenapa tuan marah?" Tanya Yamada.
"Putriku bertemu dengan putrinya Tutik. Putriku dibully habis-habisan di hadapan banyak orang. Sungguh aku sangat kesal dan ingin menghabisi putrinya Tutik saat ini juga. Tapi Ian membiarkanku untuk tidak gegabah," jawab Agatha.
"Lalu bagaimana langkah selanjutnya?"
"Langkah selanjutnya adalah menunggu keputusan dari Asmoro. Aku yakin dia memiliki otak yang jenius untuk membuat rencana yang sangat strategis sekali. Ditambah lagi Asmoro memiliki dendam kepada Exodus. Kita di sini hanya melihat rencana Asmoro bagaimana?" jelas Agatha yang membuat Yamada paham.
Ketika mendapatkan penjelasan, Yamada tidak jadi menghubungi klan Kanagawa. Yang di mana Yamada menyuruh mereka untuk datang ke sini. Akan tetapi Yamada mengurungkan niatnya. karena Agatha sendiri akan bergabung ke dalam kelompok Black Horizon.
"Apakah Tuan akan bergabung dengan Black Horizon untuk saat ini?" tanya Yamada lagi.
"Maaf tuan, saya menambahkan tentang rencana Tuan sendiri. Tuan harus membawa tes DNA yang valid agar mereka percaya, Kalau tuan muda Hatori, Nona muda Stella dan juga Nona muda Adelia adalah putra-putri tuan sendiri. Jika tidak nanti dikhawatirkan banyak orang-orang yang mengira putra putri Tuan akan mengambil keuntungan dan menguasai seluruh aset Ayashi," saran Yamato.
"Justru itu. Seluruh aset Ayashi aku bagi tiga. Mereka akan mendapatkan bagian masing-masing. Aku harus berbuat adil kepada mereka. Aku yakin mereka bertiga bisa membangun Ayashi lebih baik lagi. Kedua putriku sudah memiliki pasangan yang tepat. Asmoro atau Lampard adalah seorang pengusaha berkelas di dunia. Bahkan namanya bisa mempengaruhi bisnis-bisnis di dunia. Jika Asmoro membuat ulah, kemungkinan besar perekonomian dunia akan lumpuh. Ditambah lagi dengan sang asistennya itu. Meskipun wajahnya tidak meyakinkan, Ian sendiri memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Selain itu juga sang asisten itu memiliki strategi yang cantik jika perusahaan sedang diserang. Ya, bisa dikatakan Ian sendiri sudah diberikan hak veto oleh Asmoro. Itulah kenapa aku menyetujui kedua putriku menikah sama mereka," tambah Agatha yang membuat Yamada paham.
"Anda sangat beruntung sekali tuan. Menunggu berpuluh-puluh tahun akhirnya bisa menemukan keluarga Tuan yang utuh. Ditambah lagi Tuan memiliki kedua menantu berkelas. saya yakin mereka bisa membantu Putri anda untuk membangun perusahaan Ayashi lebih besar lagi," puji Yamada dengan penuh kejujuran.
__ADS_1
"Inilah yang dinamakan takdir. Awal mula memang menyakitkan. Ketika rasa sakit itu hilang. Aku merasakan kebahagiaan tiada tara. Aku tahu waktu ini akan datang dengan cepat. Yang namanya jodoh akan tetap berjodoh. Mereka akan hancur setelah ini. Aku tidak akan membiarkan putrinya Tutik menduduki Kurumi. Karena Kurumi adalah perusahaan pertama yang aku bangun dari hasil keringatku sendiri. Ketika aku bersekolah dan bekerja," jelas Agatha yang membuat salut Yamada.
"Semoga Tuan tidak akan menderita setelah ini. Saya sangat senang sekali Tuan bisa berkumpul dengan keluarga besar. Sekali lagi selamat tuan," ucap Yamada dengan tulus.
"Setelah semuanya sudah berakhir. Aku akan memberikan kamu pensiun. Kamu sudah berjasa besar buat aku. Aku yakin kamu rindu pada keluargamu," ujar Agatha yang mengetahui perasaan sang asistennya itu.
"Maaf tuan. Saya sudah tidak bisa berkumpul dengan keluarga besar. Istri saya ketahuan selingkuh dengan teman bisnis milik Ayashi. Saya sudah menceraikannya beberapa tahun yang lalu. Putra saya sendiri sudah memiliki keluarga. Maka dari itu saya adalah Pria kesepian," kata Yamada dengan jujur.
"Malang sekali nasibmu. Kalau begitu bergabunglah dengan keluarga Kanagawa. Jangan pernah pergi lagi dari kehidupanku. Jujur, aku sudah menjadikanmu sebagai adikku sendiri. Papa juga sudah mengangkatmu sebagai anak. Dan anggaplah putra-putriku sebagai anak-anakmu," jelas Agatha.
"Terima kasih. Saya tidak menyangka mendapatkan kehormatan khusus dari Anda sendiri," balas Yamada. "Apakah Tuan sedang membutuhkan sesuatu untuk saat ini?"
"Tidak. Pergilah kemanapun yang kamu mau untuk saat ini. Aku ingin berduaan dengan istriku," usir Agatha sambil tersenyum manis dan beranjak berdiri.
Lalu Agatha pergi dari ruangannya itu. Yamada yang mengetahui tuannya bahagia, ikut turut bahagia juga. Ia sekarang sudah tidak lagi menjadi Pria kesepian. Ia sangat berterima kasih kepada Tuhan. Karena hidupnya menjadi berwarna lagi.
Agatha keluar dari ruangan kerjanya lalu mencari Anita. Sementara Anita sendiri sedang mengobrol dengan Yamato. Yamato terkagum-kagum atas jawaban Anita. Namun hatinya sangat kesal sekali kepada Agatha. Kenapa pernikahannya dulu tidak pernah dibicarakan olehnya? Andai saja pada waktu itu Agatha berbicara. Yamato bisa membantu untuk mengambil alih Kurumi. Keadaan keluarga mereka pun tidak hancur berantakan seperti ini. Sungguh kasihan melihat putra satu-satunya yang menderita karena keserakahan sang adik iparnya sendiri.
__ADS_1
"Apakah kamu sudah selesai mengobrol dengan papa?" tanya Agatha yang mulai posesif kepada Anita.