Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Taruhan.


__ADS_3

"Itu benar. Aku nggak lagi bercanda tapi ini serius," jawab Agatha.


Gio langsung menunduk sambil menarik rambutnya. Bisa-bisanya Agatha ke sini melamar sebagai pegawai. Gio akhirnya menghentikan sementara rapatnya. Ia langsung melihat wajah Asmoro.


"Kamu gila ya? Bisa-bisanya kamu menyuruh Agatha untuk menjadi karyawan di sini," tanya Gio kepada Asmoro dengan serius.


"Aku nggak gila. Tapi aku sangat serius. Dia bertanya apakah ada pekerjaan di sini?" jawab Asmoro. "Aku bilang ada. Lalu apa salahnya sih aku merekrut calon mertuaku di sini?"


"Antara salah dan enggak. Salahnya kamu itu Agatha adalah seorang owner dan CEO di negara Jepang sana. Namanya sangat terkenal sekali. Bahkan Agatha dijuluki sebagai singa kelaparan. Hampir setiap hari Agatha bisa membuat perusahaannya di atas. Benarnya adalah lebih baik kita mendirikan perusahaan baru dan bekerja sama dengan Agatha. Aku yakin dengan perusahaan baru itu. Kita bisa mengambil keuntungan," jelas Gio yang membuat Agatha tersenyum manis


"Rencananya sih begitu. Tapi bagaimana aku mendirikan perusahaan di sini? Sementara John berada di negara ini. Cepat atau lambat dia bisa menghancurkannya lagi," kesal Agatha.


"Jangankan kamu. Kami di sini memiliki perusahaan raksasa saja ketar-ketir. John itu memiliki otak yang sangat licik sekali. Ditambah lagi dengan Tutik dan putrinya itu. Makanya aku sendiri tidak mau berhubungan dengan John," ucap Gio dengan jujur. "Kayaknya kamu nggak cocok jadi karyawan di sini. Aku sendiri juga tidak bisa membayarmu dengan mahal. Kalau begitu kita membangun perusahaan baru saja. Yang memiliki sektor jasa angkut barang. Anggap saja kamu membangun cabang di sini."


"Padahal aku disini hanya melamar sebagai karyawan. Kenapa aku harus membangun perusahaan di sini? Kamu nggak bayar aku juga nggak apa-apa. Aku di sini hanya untuk melindungi istriku dan anak-anakku," ucap Agatha.


"Masalahnya di sini. Aku tidak bisa membayarmu dengan mahal. Sementara kamu sukses membawa Ayashi bisa menjadi raksasa seperti itu," kesal Gio.


"Pokoknya aku di sini tidak akan membangun perusahaan lagi. Aku di sini mau jadi karyawan saja. Terserah kamu mau bayar aku berapa? Soal tempat tinggal aku sudah membelinya. Jangan khawatirkan soal itu," ucap Agatha yang kekeh ingin menjadi karyawan S&T Company.


"Siapakah manajer pemasaran sekarang?" tanya Gio ke Asmoro dengan tegas.

__ADS_1


"Namanya Bu Ami. Menurutku Bu Ami sudah sangat terbaik menjadi karyawan di sini," jawab Asmoro dengan tegas.


"Kalau begitu lemparkan saja ke perusahaanku. Aku akan menjadikan dia sebagai manajer pemasaran di Surabaya. Dan orang ini," tunjuk Gio ke arah Agatha. "Jadikan Dia seorang manajer pemasaran. Aku memberikan kesempatan selama enam bulan untuk membawa S&T ke kancah internasional. Jika tidak bisa kembalikan dia ke negaranya!"


Asmoro semakin pusing dengan permintaan Gio. Bisa-bisanya ia menuruti keinginan sang kakak angkatnya itu. Jika saja dirinya bisa memutarbalikkan keadaan. Maka ia tidak akan menerima Agatha di perusahaan ini.


"Bisa nggak sih? Nggak nuruti kemauan Kakak sialan itu!" Geram Asmoro.


"Aku terpaksa melakukannya. Aku nggak akan membiarkan calon mertuamu Itu terombang-ambing Di sini. Aku tahu mertuamu itu sedang membuat rencana untuk menyerang John sama Tutik. Apakah kamu paham denganku?" tanya Gio yang tetap saja berada di tempat


"Kamu mau terima aku apa tidak? Jika kamu tidak menerimaku sebagai karyawan di sini. Maka kamu nggak bisa mendapatkan Stella," ancam Agatha dengan serius.


"Kenapa bisa jadi begitu? Padahal kami kan saling mencintai," sahut Asmoro yang mulai gusar dengan ancaman Agatha.


"Baiklah... baiklah... Kamu memang brengsek Agatha Kanagawa," maki Asmoro.


Mendapat makian dari Asmoro, Agatha tidak sakit hati. Malahan Agatha meledakkan tawanya hingga suaranya menggema di ruangan itu. Gio pun hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Aku baru tahu ya... Kalau yang dalam menantu dan sang mertua potongannya seperti ini. Ini sangat aneh sekali bagiku. Jadi bagaimana produk baru itu?" tanya Gio yang kembali pada topik.


"Berikan aku sampel kue itu. Biarkan aku merasakannya terlebih dahulu. Setelah itu aku akan memperhitungkan cara pemasarannya," sahut Agatha.

__ADS_1


"Apa kamu yakin soal itu?" tanya Asmoro.


"Kenapa kamu nggak yakin? Seharusnya kamu yakin apa yang akan aku kerjakan. Mari kita bertaruh!" ajak Agatha.


"Taruhan apa?" tanya Asmoro lagi.


"Jika aku bisa menjual produk barumu itu melebihi target dan menyebar ke seluruh dunia. Aku akan meminta satu permintaan saja. Jika aku tidak mampu menjual produk itu. maka kamu boleh meminta satu permintaan dariku. Apakah kamu bersedia?" tanya Agatha balik.


"Sialan pakai taruhan segala. Jika dia gagal total bagaimana? Jujur kalau gagal total bisa rugi perusahaan ini," ucap Asmoro dalam hati.


"Okelah aku setuju. Rugi nggak rugi itu tergantung dengan pemasaran. Bagaimana caranya pemasaran produk itu harus ditata sedemikian rupa. Aku hanya membuat produk itu rasa original," jawab Asmoro dengan tegas.


"Kalau begitu tambahkan beberapa rasa agar orang-orang menyukai produk itu. Jangan terlalu monoton dengan rasa original. Siapa tahu ada orang yang tidak suka dengan rasa original. Jatuh cinta pada rasa buah ataupun karamel dan coklat?" tanya Agatha yang memberikan solusi baru.


"Kalau masalah buah-buahan. Aku akan meminta Hatori memilihkan buah-buah yang bagus untuk dijadikan produksi. Bagaimana menurut Kak Gio?" tanya Asmoro.


"Aku setuju itu. Bukankah kita harus memakai buah segar? Sekalian kita mencari supplier buahnya. Nanti kita bicarakan lagi. Yang penting produk original itu harus meluncur beberapa bulan ke depan," Gio yang memerintahkan nasib produk baru.


"Bisa nggak sih kalian tidak menundanya untuk beberapa bulan ke depan? Bagiku itu kelamaan. Saranku kue kering itu bisa dicoba banyaknya orang. Kita bisa mengandalkan rasa agar mereka menilai. Kalau kita menundanya besok terus. Nanti perusahaan lain akan memproduksi barang yang sama. Jika itu terjadi maka produk itu bisa hancur di pasaran. Maksudnya barangnya nggak hancur. Tapi tidak sesuai target sama sekali. Aku belajar dari pengalaman. Dan semuanya itu terbukti. Kamu cari saja kasus Kurumi yang di mana Aku mengeluarkan produk kue sus dengan tahan lama. Ujung-ujungnya pabrik sebelah sudah memproduksinya. Malahan Mereka banyak sekali peminatnya. Sebulan kemudian aku luncurkan ternyata produkku langsung keok. Aku nggak mau itu terjadi lagi," jelas Agatha.


"Sebenarnya yang dikatakan Agatha itu adalah benar. Memang namanya produksi makanan harus dikeluarkan dengan cepat. Jangan sampai menundanya lagi. Kita harus membentuk suatu tim agar bisa mempromosikan produk ini," ucap Gio yang membenarkan perkataan Agatha.

__ADS_1


"Atur saja waktunya. Biarkan Ian mencari celah yang tepat untuk peluncuran produk tersebut!" perintah Asmoro.


__ADS_2