Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Ternyata Sean...


__ADS_3

Alexa sangat penasaran sekali dengan Sean. Seharusnya Sean selesai pulang sekolah mengunjungi adik-adiknya di taman. Memang Alexa sengaja mendidiknya sebagai anak tertua agar bisa menyayangi adik-adiknya serta menjaganya.


"Sayang," seru Martin yang baru saja pulang dari kantor.


"Ada apa?" tanya Alexa sambil menoleh ke belakang dan melihat Martin.


"Masak suami pulang gak disambut sih? Kamu kenapa? Kok sepertinya nggak semangat banget," tanya Martin yang mendekati Alexa.


"Bukannya aku nggak semangat. Sedari pulang sekolah Sean nggak pernah keluar dari kamar. Jadinya aku sekarang bingung," jawab Alexa yang menatap wajah Martin.


"Kenapa bisa begitu? Apakah Sean sedang berantem sama adik-adiknya?" tanya Martin.


"Sean jarang sekali berantem sama adik-adiknya. Dia itu suka banget menjahili adik-adiknya. Tapi sekarang berubah. Adik-adiknya dilarang masuk ke dalam kamar. Nah makanya itu aku pengen ke kamar untuk mengecek Sean," jawab Alexa.


"Ya sudah kalau begitu. Setelah ini kita bersiap-siap untuk makan di restoran bersama keluarga besar Snowden dan juga Kanagawa. Kak Agatha mengundang kita untuk makan bersama. Jangan lupa kamu ajak mereka. Kalau nggak ada mereka suasana menjadi sepi," pesan Martin sambil tersenyum dan membalikkan badannya untuk pergi ke kamar utama.


Alexa hanya menganggukkan kepalanya. Ia segera menuju ke kamar anak-anak sambil melihat ada sebuah tulisan. Tulisan itu berisikan bagi yang tidak berkepentingan di kamar ini tidak boleh masuk ke dalam. Berhubung ada tulisan seperti itu, Alexa hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Dalam hatinya, Alexa bertanya-tanya, "Ada apa dengan Sean?"

__ADS_1


Ceklek.


Pintu terbuka.


Alexa masuk dan melihat kamar anak-anak sangat sunyi sekali. Biasanya jam segini Sean selalu menyetel musik rock. Anak sekecil itu sudah mengenal musik rock dari kakeknya yaitu Asmoro. Alexa tidak mempermasalahkannya. Justru itu Alexa ingin Sang putra berkembang.


Alexa melangkahkan kakinya sambil melihat Sean tertidur lelap. Lalu Alexa hanya menggelengkan kepalanya.. Bagaimana tidak? Sean tidak marah sama sekali kepada adik-adiknya. Feeling Alexa mengatakan, kalau Sean sangat lelah untuk hari ini.


"Ternyata Sean kelelahan," batin Alexa.


Alexa segera mendekat dan menghempaskan bokongnya duduk di tepi ranjang. Alexa melihat Sean yang masih tertidur lelap. Kemudian Alexa mengguncang-guncangkan tubuh mungil Sean sambil membangunkannya perlahan.


"Kamu nggak bangun? Apakah kamu tidak ingin bertemu dengan kakek Agatha? Kakek Agatha sedang mengundang kita untuk makan malam bersama," tanya Alexa.


Mendengar nama Agatha, Sean memutuskan untuk bangun. Kemudian ia tersenyum manis lalu menatap Alexa.


"Ah, rasanya aku sangat rindu sekali pada Kak Adelia dan nenek Stella," ucap Sean.

__ADS_1


Alexa terkejut ketika Sean memanggil Stella nenek. Ia mengerutkan keningnya lalu bertanya, "Kenapa kamu memanggil Stella nenek? Bukankah kamu harus memanggilnya kakak?"


"Ya nggak ma. Bukankah Kak Stella sendiri sudah menikah dengan kakek Asmoro? Jadinya kami akan memanggil Kak Stella menjadi nenek," jawab Sean.


"Tapi ya nggak segitunya kali kamu memanggil nenek. Panggil saja Kakak. Atau Mama itu terserah kamu saja. Kalau dipanggil nenek itu tidak pantas sama sekali. Lagian juga kamu kok suka banget ngerjain kak Stella sih?" tanya Alexa yang memutar bola matanya dengan malas.


"Lagian... Kakaknya sendiri yang menyuruhku untuk memanggil nenek. Kan nggak lucu kalau lagi jalan sama kakek. Terus aku memanggil Kakak di hadapan orang banyak. Jadinya aneh. Terus aku mengajukan ke Kak Stella yaitu panggilan nenek. Kak Stellanya mau kok ma," jawab Sean yang penuh dengan senyuman manis.


"Kamu itu ada-ada saja. Tapi jangan kamu panggil nenek terus-terusan kalau nggak ada kakek. Mama nggak mau kalau Kak Stella menjadi tua sebelum waktunya," pesan Alexa.


Sean hanya tersenyum manis sambil menganggukkan kepalanya. Ia langsung memeluk Alexa dan mencium aroma tubuh Sang ibunda. Tak lama Martin masuk dan matanya membulat sempurna. Martin pun berdecak kesal kepada putra pertamanya itu.


"Hai, lepaskan istriku! Kamu jangan memeluknya seperti itu!" seru Martin yang tidak terima dengan Sean sedang memeluk Alexa.


"Waduh?" sahut Sean sambil tertawa di dalam pelukan Alexa.


"Apakah kamu sudah selesai?" tanya Alexa sambil melihat wajah Martin yang agak muram.

__ADS_1


"Aku sudah selesai. Tinggal anak-anak yang belum berganti pakaian," jawab Martin.


"Memangnya kita mau ke mana sih pa?" seru Edward yang baru saja datang.


__ADS_2