
"Menurut informasi yang aku dapatkan, Pak Kevin tidak pernah pulang ke rumah semenjak istrinya terkena serangan jantung," jawab Ian.
"Lalu, apa penyebabnya apa?" tanya Asmoro yang sangat penasaran sekali.
"Sang istri sering melihat apa yang dilakukan sang suami pergi ke klub malam bersama Patty. Bisa dikatakan hubungan mereka sudah berlangsung setahun belakangan ini," jawab Ian yang membaca sebuah artikel di tabnya.
Asmoro menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis. Ia mengaku lega karena sudah mengetahui hubungan si pria tua itu dengan Patty.
"Apakah Tutik campur tangan dengan keadaan mereka?" tanya Asmoro.
"Apa yang dilakukan oleh Patty pasti aada campur tangan Tutik. Mereka sering bekerja sama untuk mendapatkan seseorang yang memiliki titel jabatan yang sangat tinggi. Nah mereka memang memanfaatkan beberapa momen yang epic untuk berkenalan. Lalu Patty dengan wajah bermuka pura-pura polos, mendekatinya. Setelah mendekat maka pria terjerat dan mau melakukan apa saja," jelas Ian panjang lebar.
"Ternyata sangat mengerikan sekali ya?" tanya Asmoro.
"Ya... sangat mengerikan sekali. Aku enggak habis pikir kenapa mereka melakukan ini semuanya dengan rencana rapi," jawab Ian.
"Apakah kita akan mengorbankan satu pengawal untuk mendekati Tutik maupun Patty?" tanya Imron.
Ceklek.
Pintu terbuka.
Sebuah kepala langsung masuk ke pintu yang tidak terbuka lebar. Sang pemilik kepala itu melihat suasana yang sedang berdiskusi.
"Enggak usah. Rugi loh kalau melemparkan satu pengawal yang tampan buat mereka.Kalian akan menghabiskan uang banyak demi mendapatkan informasi gila ini. Apa yang mereka lakukan? Apa yang mereka rencanakan? Aku tahu semuanya. Biar aku saja menanganinya," pinta Stella sang pemilik kepala itu.
Asmoro hanya bisa berdiri mematung dan melihat keadaan Stella. Ia hanya menganggukan kepalanya sambil menuruti keinginan Stella. Setelah Asmoro menganggukkan kepalanya, Stella kembali memuji, "Anak baik. Setelah ini aku akan memberikan kamu jatah lima ronde sekaligus."
Lalu Stella menutup pintunya dan meninggalkan ruangan itu. Sementara itu Asmoro sangat terkejut sekali mendengar, ketika sang istri memujinya anak baik. Apalagi Stella akan memberikannya lima ronde sekaligus. Ia sangat bahagia sekali lalu mengulas senyuman manisnya itu.
"Akan aku tagih permintaan kamu itu," ucap Asmoro yang tidak sadar dengan pernyataannya itu.
"Sepetinya kita harus bubar," celetuk Imron yang ternyata sengaja beranjak berdiri lalu meninggalkan ruangan kerja.
"Ngapain kamu harus pergi?" tanya Asmoro yang menatap kepergian Imron.
"Nyonya besar sudah memiliki rencana. Rencana itu akan berjalan dengan sendirinya tanpa harus kita campur tangan sama lainnya," jawab Imron yang tersenyum manis.
__ADS_1
"Kita belum selesai melakukannya. Kalau kamu sampai membuka itu. Bisa jadi sandal yang dibelikan oleh Stella akan melayang ke kepalamu dengan kecepatan yang tidak bisa ditebak!" perintah Asmoro.
Terpaksa Imron berhenti untuk tidak melangkah lebih jauh lagi. Ia harus mematuhi apa yang dikatakan oleh Asmoro. Ia kembali lagi ke tempat duduknya dan menunggu keputusan sesungguhnya dari Asmoro.
"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Asmoro.
"Apa yang dikatakan oleh Imron benar. Jika para perempuan sudah berkumpul. Mereka sedang membicarakan beberapa rencana yang akan dilaksanakan dengan rapi. Apalagi Stella berkumpul dengan Natalie. Maka semakin parah. Natalie tidak pernah mengarahkan ke tutorial cara memakai make up yang baik dan memasak. Aku sendiri bingung dengan calon istriku itu. Tapi ya sudah aku memang sangat mencintainya. Aku memang mendapatkan seorang wanita sangat spesial dari Tuhan. Dimana rasa spesial itu tidak dapat aku temukan dengan baik di diri wanita lainnya," jelas Jacob dengan jujur.
"Aku sih enggak masalah amu memiliki banyak rencana. Ini tentang keadaan istriku. Yang dimana istriku dalam bahaya. Dia akan mengambil alih kasus ini ke tangannya," ucap Asmoro dengan datar.
"Lalu apa masalahnya sekarang?" tanya Ian. "Kakak enggak perlu takut begitu. Percuma kakak takut. Kan Stella sudah didukung oleh sang kakek memegang Klan Kanagawa. Jadinya dia memiliki kekuasaan lebih dan bisa saja Stella membantai mereka. Karena kita enggak tahu, apa yang akan direncanakan oleh mereka."
Asmoro menganggukan kepalnya. Ia memang sudah tersenyum melihat Stella bangkit. Tapi apakah sang istri akan melawan mereka?
Asmoro masih trauma dengan keadaan. Yang dimana keadaannya dulu menolong Stella saat berada di Senayan. Punggungnya terkena tembakan dan ada satu peluru menyasar tepat berada di jantungnya. Ini sungguh di luar nalar. Bahkan Stella hampir dinyatakan meninggal. Inilah yang membuat Asmoro sangat ketakutan.
"Aku enggak masalah dengan Stella. Kamu tahukan kalau mereka sangat kejam dengan sesama?" tanya Asmoro.
"Jangan pernah ragu sama sekali dengan keadaan. Aku yakin Stella sangat cerdas sekali bisa memimpin Klannya itu. Aku yakin sang kakek telah memberikan sebuah kunci," jelas Imron.
"Kita tunggu beberapa hari lagi," pinta Jacob.
"Rencana mereka," jawab Jacob yang merasakan kalau sang kekasih sedang membuat rencana.
"Waduh," celetuk Asmoro.
Dilla, Stella, Adelia dan Natalie sudah menyelesaikan rencana pertama. Yang dimana rencana itu adalah rencana sengaja disimpan oleh mereka ketika acara pernikahan temannya Asmoro.
"Rencana pertama sudah oke. Kita hanya mencari gaun pesta yang sangat jelek sekali," ucap Natalie.
"Apa maksud kakak?" tanya Stella yang bingung dengan ucapan Natalie.
"Kamu tahu acara ulang tahun itu adalah ajang pamer harta dan kekuasaan. Semua orang yang berada disana memiliki kasta tertinggi. Mereka akan menceritakan keberhasilan apa yang telah dicapainya itu. Walau itu dengan cara kotor sekalipun," jawab Natalie.
"Darimana kakak tahu?" tanya Adelia yang mengerutkan keningnya.
"Aku mengetahuinya dari mata-mata yang sudah diturunkan oleh Kak Jacob. Jadinya aku mendapatkan informasi yang banyak," jawab Natalie.
__ADS_1
"Juara ternyata Kak Natalie," puji Dilla.
"Jangan memujiku seperti itu. Aku sendiri tidak ingin dipuji. Aku ingin membantu kalian untuk mendapatkan informasi lebih acara tersebut," jelas Natalie yang memang tidak suka dipuji oleh siapapun.
"Gaun yang sangat jelek sekali?" tanya Stella yang masih penasaran.
"Ya... aku akan meminta butik sesuai dengan keinginan kalian. Berikanlah ciri-cirinya yang kalian inginkan," jawab Natalie yang menyuruh mereka untuk memberikan gaun secara cuma-cuma.
"Hmmmp... gaun kaya apa ya?Bisakah aku memikirkannya?Aku tidak bisa memutuskan sekarang," ucap Adelia.
"Aku pun sama," sahut Stella dan Dilla bersamaan.
"Nanti aku akan meminta ke karyawan butikku untuk memberikan brosur. Atau juga kamu bisa membukanya melalui internet. Kalian bisa memilihnya dan harus melaporkannya kepadaku," jelas Natalie.
"Siap," seru mereka serempak.
Stella sangat bahagia sekali rencana pertama yang akan dipakai untuk acara ulang tahun Joe teman Asmoro. Akan tetapi Stella merasakan ada perasaan sesuatu yang sangat aneh sekali. Bahkan keanehannya itu terlihat jelas ketika akan membahas acara ulang tahun temannya itu.
"Bolehkah aku bertanya sesuatu?" tanya Stella.
"Apakah itu?" tanya Natalie.
"Apakah Joe dan Kak Asmoro berteman dengan baik?'' tanya Stella yang menatap wajah Natalie.
"Menurut informasi yang beredar, mereka tidak memiliki hubungan baik. Papa Asmoro itu memiliki sifat dengan santai. Kalau Joe itu memiliki sifat kejam dan sangat berbahaya. Ditambah lagi Joe adalah seorang psikopat yang kejam. Meskipun begitu mereka selalu memiliki masalah sengit. Pihak Joe ingin sekali menghancurkan pihak Papa Asmoro. Apalagi Joe haus kekuasaan dan ingin dipuji banyak orang," beber Natalie sebuah fakta yang dimana membuat mereka semuanya terkejut.
"Apakah begitu persaingan bisnis?" tanya Adelia.
"Ya kamu benar. Jika sang kawan sukses, maka kawan berubah menjadi lawan. Begitu juga dengan sebaliknya. Mereka sengaja berkawan demi melancarkan aksinya. Oh ya satu lagi fakta buat Stella," jawab Natalie.
"Apa itu kak?" tanya Stella.
"Kamu tahukan nama mantan pacar Papa Asmoro?" tanya Natalie balik.
"Memangnya Kak Asmoro memiliki mantan pacar?" tanya Adelia yang baru mengetahuinya.
"Iya... kamu enggak tahu sebuah fakta. Yang dimana fakta itu beredar sangat luas sekali. Bahkan masyarakat dunia sudah mengetahuinya," jawab Natalie.
__ADS_1
"Beliau memiliki seorang wanita yang dimana dipuja-puja. Bahkan mansion ini sengaja dibangun hanya demi membahagiakan sang kekasih. Namun apa? Cintanya Beliau dikhianati dengan cara berselingkuh bersama Liam Knock. Yang dimana Liam Knock adalah seorang ketua mafia kartel obat-obatan terlarang. Otomatis sang mafia memiliki aset yang tidak dapat dihitung dengan jari tangan. Mantan kekasihnya itu tidak tahu kalau beliau memiliki aset dimana-mana. Tapi papa Asmoro sengaja menamakan aset itu dengan dua anak perempuan dan dua anak laki-laki. Maka dari itu Bella tidak mengetahuinya," jelas Natalie yang membuat mata mereka membelalak.
"Kok bisa kak?" tanya Stella.