
"Mama," panggil Stella sambil menangis tersedu-sedu.
"Anakku Stella dan Hatori. Maafkan Mama nak. Mama nggak bisa bawa kalian. Kamu tahu kan masalah sebenarnya bagaimana?" tanya Anita.
"Iya Mas aku tahu itu. Mama pasti berat membawa kami semua. Kami tidak akan marah sama mama. Kami juga tidak akan dendam sama mama. Karena waktu itu Mama dan Papa sangat terdesak sekali," jawab Stella.
"Begitu juga aku ma. Aku nggak bisa membayangkan, jika mereka melakukan hal-hal yang gila. Mereka bisa aja membunuh kami," ucap Hatori.
"Sebentar Pa. Seharusnya kita bertiga selalu bersatu. Kenapa kita terpisah seperti ini?" tanya Adelia.
Menatap wajah Adelia, Agatha sambil tersenyum dan memegang tangan lembut putrinya itu. Sebelum menjelaskan ia menarik nafasnya dan menghembuskan pelan-pelan.
"Maafkanlah papa. Sebenarnya ini ide dari tuan James Snowden," jawab Agatha.
Sontak saja Asmoro dan Ian terkejut. Mereka berdua tidak menyangka kalau papa angkatnya memberikan ide kepada Agatha. Asmara mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Kenapa kamu bawa papa angkatku?"
"Aku sama papa angkatmu sangat dekat sekali. Sangking dekatnya aku sudah dianggap sebagai anaknya. Tiba-tiba saja ada tragedi memilukan itu terjadi. Sehari sebelum Anita melahirkan. John dan Tutik datang ke kantor bersama pengacara. Mereka sengaja mengklaim seluruh aset Kurumi atas nama John. John memintaku untuk menandatangani surat pengalihan aset Kurumi. Aku ingin menolaknya. Tapi John mengancamku kalau tidak menandatanganinya. Istriku akan disekap hingga meninggal. Aku terpaksa melakukannya. Dengan terpaksa aku menandatanganinya," jelas Agatha.
"Setelah itu?" tanya Asmoro.
__ADS_1
"Aku memang menandatanganinya. Tapi aku sengaja membuat tanda tangan itu tidak mirip dengan tanda tangan aslinya. Bisa dikatakan aku membuat tanda tangan palsu. Sementara tanda tangan asliku sudah masuk ke dalam hukum. Setelah mereka mendapatkan tanda tanganku. Aku sengaja pergi ke mansion Tuan James. Di sanalah aku menceritakan semua permasalahanku. Hingga akhirnya Tuan James memutuskan untuk memecah keluargaku. Dari hasil USG terakhir, dokter mengatakan kalau aku memiliki tiga bayi kembar. Aku sengaja memberikan Hatori ke sopirku dan pelayanku yang bernama Bu Gita dan Pak Kusno. Setelah memberikan Hatori, aku dijemput oleh pengawalnya papaku. Terpaksa aku meninggalkan Anita, Adelia dan Stella. Sebelum meninggalkan Anita, aku berpesan bahwa salah satu anakku. Aku nggak peduli Yang mana. Pokoknya aku harus mengorbankan salah satu anakku. Aku mengatakan itu tapi hatiku tersayat sembilu. Anita menurutku dan mengambil Adelia. Stella sendiri berada di rumah itu. Di saat aku menghubungi Tuan James untuk mengambil Stella di rumah itu. Namun mereka sudah memasuki rumah itu. Akhirnya Stella dirawat sama mereka. Aku hampir setiap hari berdoa untuk keselamatan Stella," jelas Agatha yang menahan kesedihannya.
"Tapi Stella di sana disiksa habis-habisan. Anak sekecil itu disuruh membersihkan rumah sebesar istana. Jika tidak bersih mereka menyuruh Stella dan memarahinya untuk melakukannya lagi. Jika tidak bersih juga, mereka menyiksa Stella dan menguncinya di dalam gudang," tambah Asmoro.
"Iya kamu benar. Aku selalu memantau keadaannya. Hampir dua bulan sekali aku ke sini. Aku sering melihat Stella dari kejauhan. Badannya sangat kurus tubuhnya penuh luka. Di saat ingin mendekatinya Aku tidak berani. Aku takut mereka akan menyiksa Stella dengan kejam. Yang aku dengar, jika Stella tidak melakukan pekerjaan dengan sempurna. Mereka sering memukulnya dan menguncinya di gudang seharian. Yang lebih parahnya lagi mereka tidak pernah memberikan makan. Pernah aku mendengar suatu peraturan buat Stella di rumah itu. Jika ada yang mengenal Stella yaitu orang asing. Stella akan disiksa lebih kejam lagi. Aku nggak tahu maksud peraturan itu. Apakah mereka sudah gila?" beber Agatha.
"Oh aku tahu itu. Menurut informasi yang aku dapat. Jika Stella berkenalan dengan orang asing. Mereka takut Stella membocorkan rahasianya. Terutama penyiksaan itu," papar Ian.
"Aku pun berpendapat demikian. Intinya Stella dilarang ngomong ke orang luar," ujar Asmoro.
"Memang kejam mereka. Aku tidak menyangka kalau mereka melakukan seperti itu. Padahal di media mereka termasuk keluarga yang santun dan ramah," tambah Ian.
"Maafkanlah Aku. Aku telah membuatnya cacat. Ketika penembakan itu. Aku sedang memegang Scarlett. Saat itu jarak antara kejadian tersebut sangat jauh. Kemudian aku mendengar suara letusan dua kali. Aku berlari dan langsung menolongnya. Tapi aku terima kasih sama Stella. Karena sudah melindungi Sean," jelas Asmoro.
"Aku paham dengan situasi itu. Memang pada waktu itu kalian sedang olahraga pagi. Kalian sering mengajak para pengawal maupun pelayan untuk menikmati Minggu pagi," sahut Agatha yang memaafkan Asmoro.
Kasus ini Asmoro tidak bersalah sama sekali. Agatha menyimpulkan kalau para penembak itu sengaja disiapkan untuk mengeksekusi Stella. Saat itu Agatha tidak bisa bergerak sama sekali. Posisi Agatha saat itu sedang rapat pemegang saham. Jadinya Agatha tidak bisa memberikan perintah kepada pengawalnya yang berada di Indonesia.
"Lalu berita tentang Patty yang ingin memancing Stella keluar untuk menandatangani surat pengalihan aset milik Kurumi?" tanya Ian.
__ADS_1
"Mereka sangat bodoh sekali. Mereka membuat surat pengalihan palsu. Aku sengaja mengeceknya. Karena pengacara yang dimiliki keluarga John itu bernaung pada suatu organisasi. Yang di mana organisasi itu milik temanku sendiri. Jadi aku bisa berkomunikasi pada temanku itu," jawab Agatha.
"Ternyata kamu sangat licik sekali. Aku suka itu. Diam-diam kamu sudah lakukan langkah yang tepat. Kalau begitu aku akan mundur dari masalah keluargamu," pinta Asmoro yang membuat Agatha melotot.
"Calon papa mertua, Kenapa matamu seperti itu?" tanya Ian yang membuat Anita tertawa.
Plakkkkkk!
Tangan Agatha mendarat sempurna di pundak Ian. Agatha memang ingin menunjukkan kemarahannya. Karena ia sendiri tidak mau dipuji licik. Bukannya mereka takut, malahan mereka ingin tertawa.
"Itulah cara orang yang ingin menjebak musuhnya dengan mulus. Kalian tidak boleh meninggalkan keluarga Kanagawa. Kalian sudah berjanji untuk membantuku mengurusi masalah besar ini. Sebagai gantinya Aku meminta kalian untuk menjadi suami bagi anak-anakku. Apakah kamu paham?" tanya Agatha sambil memberikan reward pernikahan.
Ah... Siapa juga yang nggak mau mendapatkan hadiah yang fantastic ini? Mereka juga tidak akan menyia-nyiakan hadiah fantastic itu. Mereka menganggukkan kepalanya sambil berkata, "Aku janji tidak akan meninggalkan kasus ini."
Agatha hanya membulatkan matanya dengan malas. Kenapa juga dirinya menawarkan anak gadisnya kepada mereka? Sungguh sial hidup Agatha kali ini. Mau tidak mau dirinya harus merelakan kedua anak gadisnya itu menjadi milik mereka.
Bagaimana tanggapan Anita? Sedari dulu Anita sudah memberikan restu kepada Adelia dan Ian. Jujur saja Anita menilai Ian sebagai pria yang sangat sabar dan mencintai Adelia dengan tulus. Lalu Bagaimana nasib Asmoro?
Meski tidak diberikan restu, Asmoro tetap memaksa setelah menikah dengannya. Memang dari awal Asmoro sudah membuat perjanjian. Justru perjanjian itu sekarang memberikan dampak bagi dirinya. Diam-diam Asmoro mencintai Stella.
__ADS_1
"Apakah kalian tidak merestuiku untuk menikahi Stella?" protes Asmoro.