
"Ya itu benar," jawab Stella. "Masa kamu enggak tahu itu sih?"
"Aku enggak tahu itu. Aku memang mengenalnya sebagai pengusaha property sja," jawab Asmoro yang menggenggam tangan Stella.
"Oh... perusahaannya itu bukan miliknya. Perusahaannya itu adalah milik mantan istrinya yang pertama. Dia menceraikan Belinda karena berselingkuh. Setelah itu dia mengambil perusahaan Belinda dan mengganti nama kepemilikannya. Kemudian perusahaan itu berganti nama menjadi miliknya. Hingga sekarang perusahaan tersebut masih berdiri. Tapi enggak sekuat kamu miliki," jelas Stella yang tersenyum smirk.
Melihat sang istri tersenyum smirk, Asmoro hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar. Dari mana Stella tahu? Selama ini Stella hanya bermain sosial media saja. Bahkan Stella hanya melayaninya di ranjang.
Semenjak menikah, Asmoro memang sangat menggila dan membuat Stella berteriak keenakan. Ia juga sangat nyaman bersama Stella. Ia pikir Stella bodoh. Namun nyatanya Stella lebih cerdik ketimbang dirinya.
""Aku kok enggak melihat Bella ya?" tanya Stella.
"Kenapa kamu mencari Bella?' tanya Asmoro yang mengerutkan keningnya.
"Ya... aku memang mencarinya. Aku memang ingin mengajak dia perang," jawab Sella yang mulai berulah.
"Buat apa kamu membuat Bella perang?" tanya Asmoro.
"Nanti kamu tahu sendiri,' jawab Stella yang tersenyum iblis.
Natalie yang mendengarnya langsung terkesiap tidak percaya. Natalie hanya bisa menghela nafasnya. Ia merubah raut wajahnya dengan mode ketakutan. Lalu ia memegang lengan Jacob.
"Kamu kenapa?" tanya Jacob yang tiba-tiba saja ketakutan.
"Aku takut bertemu dengan Joe Malti," jawab Natalie.
"Apakah kamu mau pergi dari sini?" tanya Jacob sengaja menawarkan untuk meninggalkan pesta ini.
"Waduh... kalau kaya begini... maka habislah aku. Kak Jacob akan mengajakku keluar. Lalu aku enggak bisa melihat kekacauan pesta ini." batin Natalie.
"Hmmmp... kalau begitu aku tidak takut lagi," ucap Natalie dengan cepat berubah.
"Oke," balas Stella.
Kemudian mereka akhirnya menikmati pesta yang bertabur dengan bintang. Joe Malti sengaja sengaja mengundang banyak artis-artis dari dalam maupun luar negeri. Budget yang dikeluarkan juga tidak main-main. Bisa-bisa membuat kantong kering bagi orang biasa.
Pesta ulang tahun itu didesain dengan mewah. Saking mewahnya banyak tamu undangan memakai baju-baju mahal dan juga aksesoris emas dan berlian. Selain itu juga tidak tanggung-tanggung orang tersebut berdandan glamour.
__ADS_1
Namun beda dengan Stella, adelia, Natalie dan Dilla. Mereka memutuskan untuk berdandan dengan cara sederhana. Mereka juga tidak memakai aksesoris mahal. Ditambah lagi mereka sengaja tidak menampakkan kecantikannya.
Lalu bagaimana dengan para pria? Mereka tidak memperdulikannya. Mereka memang meminta para wanitanya untuk tidak memperlihatkan kecantikannya. Sebab kecantikannya itu hanyalah untuk mereka sendiri.
Pesta berlangsung sangat meriah. Bahkan saking meriahnya, mereka melakukan pesta dansa. Stella melihat keromantisan mereka hingga muak. Sebenarnya keromantisannya ini di setting untuk mendapatkan door prize sebuah mobil sport mewah dari Joe. Tapi untuk Stella tidak memperdulikannya.
"Apakah kamu mau ikut berdansa?" tanya Asmoro yang sedari tadi melihat banyak makanannya di meja.
"Hmmp... aku malas melakukannya," jawab Stella yang sengaja membuka tasnya dan mengambil stick dari perak. Ia menatap Asmoro sedang kelaparan.
Asmoro yang melihat Stella membawa stick kecil bingung. Ia tidak bertanya dan membiarkan Stella.
Stella memeriksa berbagai macam makanan itu. Ia lalu melihat stick tersebut menyala menjadi merah. Ia sangat terkejut deengan tanda warna merah tersebut.
"Hmmp... sepertinya ini sangat bahaya jika dikonsumsi. Lebih baik kita enggak perlu makan apapun," pinta Stella sambil tersenyum manis.
Dengan tepaksa Asmoro menghela nafasnya. Ia tidak jadi memakan itu. Asmoro akhirnya menahan kelaparan.
Di ujung sana, seorang wanita paruh baya menatap wajah Asmoro. Wajah dimana selama ini dirindukannya.Ia sengaja mencampakkannya karena tidak memiliki apa-apa.
"Apa yang akmu lihat Bella?" tanya Joe sembari membawa gelas di tangannya.
"Oh... Lampard," celetuk Joe.
"Ya aku sangat merindukannya," ucap Bella nama wanita itu dengan sedih. "Tapi siapa wanita berada di hadapannya itu?"
"Mungkin kekasihnya atau simpanannya,' jawab Joe yang lupa menanyakan namanya.
"Sepertinya dia wanita lemah dan tidak cantik seperti diriku," celetuk Bella.
"Memang enggak cantik sama sekali. Entah kenapa dia memilki wanita murahan seperti itu," ejek Joe yang sengaja menatap Stella.
Stella yang merasa ada menatapnya langsung menatap balik. Ia tahu kalau Joe memang sengaja menatapnya dan sengaja mengejeknya. Ia membalasnya dengan senyuman devil.
Sedangkan Bella hanya bisa mengerutkan keningnya. Ia barus sadar kalau Stella sangat cantik. Bahkan dirinya kalah seratus persen.
"Dia terlalu buat Lampard," kesal Bella yang tidaak sengaja mengakui kecantikan Bella.
__ADS_1
"Hmmmp... ternyata kamu kesal juga deengan perempuan yang dimiliki oleh Lampard," ucap Joe yang sengaja mengejek Bella.
"Kamu mengejekku ya?' tanya Bella yang berdecak kesal.
"Ya... aku memang mengejek kamu," jawab Joe.
"Jangan harap kamu bisa hidup bahagia tanpa aku!" ancam Bella.
"Jangan marah begitu mam. Aku masih butuh kamu," ucap Joe dengan penuh penekanan.
"Sepertinya aku harus menyapa Lampard terlebih dahulu," pamit Bella yang sengaja berjalan menuju ke arah Asmoro.
Dengan penuh percaya diri, Bella mendekati Asmoro. Ia berjalan dengan angkuh tanpa memperhatikan jalan. Tiba-tiba saja kaki panjang Imron keluar dari meja. Imron sengaja menaruh kakinya itu di tangah jalanan.
Bella masih berjalan dengan santainya. Ia tidak sengaja melihat ada kaki. Lalu kaki tidak sengaja kesandung dengan kaki panjang Imron. Hingga akhirnya...
Bugh!
Ternyata Bella jatuh ke lantai marmer dan menciumnya. Imron langsung menyimpan kakinya dan berusaha tidak terjadi apa-apa. Ia melihat makanannya itu dan menggerutu, "Ini makanan kenapa tidak bisa dimakan ya?"
"Bukan enggak bisa dimakan. Makanan itu sudah terkontaminasi dengan obat-obatan terlarang," jawab Dilla yang sudah memeriksanya.
"Lalu kalau aku memakannya?" tanya Imron.
"Kamu akan menjadi vampire dan tidak bisa balik lagi ke asal muasal menjadi manusia," jawab Dilla.
"Apakah ada obat jenis baru?' tanya Imron.
"Aku enggak tahu sama sekali,' jawab dilla yang sengaja berbicara dengan asal.
"Kalau begitu aku tidak akan memakannya," ucap Imron.
Bagaimana dengan nasib Bella? bella cepat-cepat berdiri dan menahan malu. Baru kali ini dirinya memang merasakan malu yang luar biasa. Ia tidaak menyangka kalau dirinya bisa jatuh tersungkur seperti itu. Yang lebih parahnya lagi, semua tamu undangan hadir disana tidak membantunya sama sekali. Sungguh apes dirinya.
Bella kembali berjalan dan mendekati Lampard. Tanpa perlu meminta izin, Bella langsung duduk di meja tersebut. Ia tersenyum manis melihat Asmoro menyapanya, "Selamat malam kekasihku."
Mendengar nama kekasih, Stella langsung mengerutkan keningnya. Ia menatap ke arah Bella dengan angkuhnya.
__ADS_1
"Kekasih? Dari mana Tuan Lampard menjadi kekasih Nyonya Bella!" tanya Stella dengan menekan suaranya.