Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Sumur Tua.


__ADS_3

Manila Filipina.


Seorang pria paruh baya bersiap-siap untuk melihat ketersediaan pesawatnya itu. Di saat mengecek pesawat tersebut, pria itu tidak sengaja melihat sumur tua.


Lampard nama pria itu merasakan tenggorokannya kering dan ingin meminum air. Lempar mencari botol minumannya yang sudah berserakan di meja. Dirinya sangat menyesal sekali karena sudah menghabiskan lima botol air mineral.


Dengan terpaksa dirinya mendekati sumur sambil menahan tenggorokannya yang kering. Dengan terpaksa Lampard melihat ke dalam sumur itu. Namun ia melihat air yang penuh yang hampir tumpah ke daratan. Lempar semakin bingung, Kenapa airnya bisa naik ke permukaan? Sedangkan sekarang ini adalah musim kemarau.


"Ini sangat aneh sekali. Kenapa di musim kemarau ini airnya sangat banyak sekali? Ya sudah deh kalau begitu... Pulang ke markas pun jauh sekali," ucap Lampard dalam hati.


Lampard segera mengambil air itu memakai batok kelapa. Ia melihat air itu sangat jernih sekali. Tanpa pikir panjang dirinya meminum air itu hingga tiga batok kelapa.


Beberapa saat kemudian tubuhnya merasakan ada yang aneh. Lalu pria paruh baya itu pun jatuh pingsan. Mau tidak mau Lampard tertidur di samping sumur itu.


Tiga jam berlalu, Lampard terbangun dari pingsannya. Ia menatap ke sekelilingnya sambil mencari sesuatu. Dengan cepat rambat sadar lalu segera berdiri dan melihat sumur itu.


"Kenapa aku tadi pingsan ya?" tanya Lampard dalam hati.


Lalu Lampard mengecek kembali ketersediaan pesawat tersebut. Setelah semuanya beres, Lampard mulai naik ke dalam pesawat tersebut. Kemudian dirinya menyalakan mesin pesawat itu.


Di saat menunggu mesin panas Lampard tidak sengaja melihat kulitnya yang tidak terlalu keriput. Ia semakin bingung dan menggarukkan kepalanya tidak gatal. Mungkin dirinya sedang halusinasi. Mau tidak mau lampar mematikan pesawat itu dan keluar.


"Sepertinya aku berhalusinasi. Aku tidak bisa menerbangkan pesawat ini untuk menghancurkan markas Exodus sialan itu!" Kesal Lampard sambil menggerutu dan keluar dari hutan.


Dengan terpaksa Lampard kembali ke markas Blue Diamond. Ia masuk ke dalam mobil sport nya kemudian melesat menuju ke markas. Sebenarnya dirinya bingung kenapa tiba-tiba saja kulit tangannya menjadi kencang. Seharusnya kulit Lampard sudah tidak sekencang dulu. Bisa dipastikan faktor yang mempengaruhinya adalah faktor u alias umur.

__ADS_1


Sesampainya di markas pria paruh baya itu pun memarkirkan mobilnya di samping mobil sang asisten. Lambat keluar dari mobil itu dan melihat tidak ada apa-apa. Kemudian dirinya melangkahkan kakinya masuk ke dalam. Tiba-tiba saja para pengawal yang berjaga di titik pintu itu melihat Lampard seperti orang lain. Dengan cepat mereka langsung menghadang lapar agar tidak masuk ke dalam.


"Anda siapa? Tidak bisanya Anda masuk ke sini tanpa izin terlebih dahulu?" tanya salah satu pengawal itu.


"Aku adalah bosmu Lampard Snowden. Kenapa kamu menghadangku seperti ini? Apa salahku?" tanya Lampard.


"Apa benar Anda tuan Lampard?" Tanya yang lainnya.


"Aku memang Lampard Snowden. Lalu kenapa kok nggak boleh masuk ke sana? Kalau aku nggak boleh masuk, tolong panggilkan Ian Erlangga," pinta Lampard.


"Mana mungkin anda Tuan Lampard! Tuan Lampard itu sudah agak tua. Tapi anda adalah anak muda yang baru saja berusia tujuh belas tahun. Dilihat dari wajahnya Anda adalah anak borjuis," ucap pengawal itu.


Lampard terkejut dan menatap pengawal itu. Seakan tidak percaya dirinya bertanya sekali lagi ke mereka. Mereka menjelaskan kalau Lampard adalah pria muda yang baru saja keluar dari salon.


"Kalian jangan mengada-ada. Aku adalah pria tua yang wajahnya banyak keriput. Lalu kenapa kalian bilang, kalau aku berusia tujuh belas tahun. Aku nggak akan mungkin menjadi muda lagi. Tambah tua iya," kesel Lampard kepada mereka.


"Cepatlah anda pergi dari sini. Jangan sampai Anda dimasukkan ke dalam ruangan bawah tanah itu! Jika Tuan kami sudah memasukkan anda, maka anda tidak bisa keluar lagi dari sana!" Titah pengawal itu sambil mengusir Lampard.


Para pengawal itu pun membentuk barisan memanjang agar Lampard tidak dapat masuk. Melihat hal itu akhirnya Lampard hanya bisa menghela Kenapa dirinya tidak dapat masuk ke sana? Apakah ada yang salah dengan dirinya? Dengan terpaksa Lampard meraih ponselnya untuk menghubungi Ian.


Saat mencari nomor Ian, sebuah mobil mewah berwarna biru mengerem mendadak. Untung saja sang sopir tidak menabrak Lampard. Sang pemilik mobil itu pun langsung keluar dari mobilnya dan menatap Lampard.


"Siapakah dia?" tanya sama pemilik mobil itu.


"Jacob, ini aku," seru Lampard yang membuat Jacob sang pemilik mobil itu terkejut.

__ADS_1


"Apa?" teriak Jacob yang mengenali suara Lampard.


"Iya, ini aku," ujar Lampard.


Jacob merasa Dejavu dan mengingat suara Lampard. Akan tetapi Jacob bingung karena tidak mengenali pria di depannya itu. Kemudian pria jenius itu pun memandang wajah Lampard. Dengan penuh ketelitiannya, akhirnya Jacob mengenali pria tersebut.


"Kenapa wajah Kakak berubah menjadi sangat mudah sekali? Aku bisa memperkirakan usia Kakak saat ini. Dari mana Kakak bisa berubah? Apakah kakak terkena ledakan nuklir? Tiba-tiba saja berubah menjadi pria tampan berusia tujuh belas tahun," ucap Jacob dengan jujur sambil menggaruk-garukkan kepalanya yang tidak gatal itu.


"Apakah itu benar? Kamu jangan ngada-ngada deh Jake. Usiaku sudah kepala lima. Nggak mungkin usiaku berubah menjadi 17 tahun!" Tegas Lampard yang masih kebingungan dengan pernyataan para pengawalnya itu dan Jacob.


"Aku berkata serius Kak. Nggak mungkin aku bohong. Kalaupun bohong, itu hanya bercandaan saja. Sekarang kakak masuk gih. Lihatlah wajah Kakak di kaca besar yang berada di dinding," suruh Jacob masuk.


Lompat sangat penasaran sekali dengan bentuk wajahnya itu. Dirinya ingin melihat wajahnya itu yang katanya berusia tujuh belas tahun. Jujur saja dirinya sangat aneh sekali.langkah kakinya tergesa-gesa dan hampir menabrak Ian. Tanpa permisi dan minta maaf pria baru bayar itu pun meninggalkan Ian sendirian.


Ian yang tidak mengenali Lampard itu kebingungan. Dirinya segera mengejar pria muda itu. Dengan langkah kakinya cepat Ian sudah mendapati pria muda itu masuk ke dalam kamar Lampard.


"Kamu siapa?" tanya Ian kepada Lampard.


"Aku Lampard tahu!" kesal Lampard yang sedari tadi menanyakan tentang dirinya itu.


"Aku nggak percaya kalau kamu Lampard. Aku tahu kamu punya sub baru yang sengaja menyamar dengan nama Lampard!" tegas Ian.


Lampard yang menemukan kaca langsung melihat wajahnya yang tampak muda itu. Dirinya tidak percaya kalau wajahnya berubah menjadi muda. Seharusnya Lampard memiliki wajah banyak kerutan. Lalu, Kenapa Lampard bisa berubah seperti ini?


"Ian," panggil Lampard.

__ADS_1


Beberapa detik kemudian Jacob sudah berdiri di ambang pintu. Kemudian Jacob memerhatikan Lampard dan Ian yang sama-sama bingung. Setelah itu Lampard menggelengkan kepalanya dan menarik rambutnya seakan frustasi, "Ada apa denganku?"


__ADS_2