Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Harmonis.


__ADS_3

Mereka akhirnya pergi meninggalkan area parkir. Namun sebelum masuk ke dalam, Scarlett dan Rara menatap wajah Asmoro dan Stella. Mereka merentangkan kedua tangannya sambil tersenyum meminta untuk menggendongnya.


"Gendong," rengek mereka serempak.


Stella dan Asmoro membungkukkan badannya lalu menggendong mereka. Tak sengaja Martin melihat kebersamaan Stella dan Scarlett ketika menggendong mereka berdua. Jujur ada rasa bahagia di dalam hatinya. Bahkan Martin mendoakan Asmoro agar cepat memiliki banyak anak.


Namun mereka tidak sadar, ada sepasang mata sedang melihatnya. Sang pemilik mata itu tidak menyukai keakraban Stella bersama keluarga Snowden. Hatinya kepanasan seperti disiram oleh larva yang keluar dari gunung.


"Uh... Tampan ya mereka semua. Apalagi wanita yang sedang menggendong anak itu sangat cantik sekali. Aku rasa wanita itu sangat baik terhadap anak kecil," puji Ilma sang pelayan restoran tersebut.


Patty langsung menatap tajam ke arah Ilma. Ia tidak menyukai pujian Ilma terhadap Stella. Hatinya sangat sakit sekali dan tangannya mengepal sempurna. Bahkan Patty sendiri ingin menampar pipi Stella.


"Lu kenapa sih? Muji-muji wanita itu. Lu tahu kalau dia itu pelakor. Lu tahu kalau dia itu penipu. Coba saja lihat. Kalau dirinya memang benar-benar penipu. Dia sedang melaksanakan aksinya untuk merebut harta kekayaan milik Snowden," terang Patty yang membuat Ilma percaya.


Ilma pun akhirnya percaya dengan omongan Patty. Ia seakan rugi memuji keadaan Stella. Mau tidak mau Ilma menjadi sekutu Patty untuk mencari informasi tentang Stella.


"Cantik-cantik ternyata jahat juga ya? Jujur baru kali ini ada seorang wanita seperti itu. Ya mungkin saja dia simpanannya dari tuan Martin," celetuk Ilma dengan suara kerasnya ketika banyak pengunjung yang berada di dalam sana mendengar semua pembicaraannya.


Seluruh pengunjung langsung berspekulasi. Apa benar Martin memiliki seorang selingkuhan yang sangat cantik sekali? Apakah Martin tidak mencintai Alexa lagi? Karena Martin dan Alexa sudah dinobatkan sebagai pasangan paling serasi dan terbaik dalam beberapa tahun belakangan ini.


Saat ini Martin tidak mengetahui kisah itu. Jika pun tahu Martin tidak mengkonfirmasi tentang kabar tersebut. Malahan Martin dan Asmoro akan tertawa terbahak-bahak. Soalnya Martin sendiri adalah seorang pria sengaja memilih setia untuk bersama istrinya.


Sesampainya di taman belakang, Stella dan Asmoro melepaskan Scarlett maupun Rara. Pada waktu bersamaan, Raka dan Rinda terkejut ketika sang putri berada di gendongan Stella. Raka menjadi tidak enak hati karena yang menggendong putrinya adalah istri dari ketua Black Horizon. Hingga akhirnya Raka berdiri dan mendekati mereka berdua.


"Maafkan putriku ya? Yang tiba-tiba saja meminta gendong kepada kak Stella," ucap Raka.


"Nggak jadi masalah. Rara juga anak yang lucu dan menggemaskan seperti Scarlett," sahut Stella dengan senyumnya itu.

__ADS_1


"Kenapa sih kamu kok jadi kayak gitu?" tanya Asmoro.


"Jujur aku nggak enak hati saja ketika kak Stella menggendong Rara," jawab Raka.


"Nggak apa-apa. Nggak usah sungkan gitu sama aku. Lagian juga aku nggak marah jika menggendong Rara. Kalau begitu ayo kita duduk," ajak Stella.


Meski tidak enak hati mereka berusaha untuk meminta maaf. Namun Stella sendiri sudah memaafkannya. Padahal Stella sangat menyukai anak kecil. Jadi wajar jika sifat keibuannya telah muncul ketika melihat anak kecil itu. Mereka memutuskan untuk duduk dan membiarkan pelayan memberikan buku pesan tersebut.


"Kamu mau pesan apa?" tanya Asmoro.


''Aku sendiri bingung mau pesan apa?" tanya Stella balik sambil memandang wajah Asmoro.


Asmoro membalas pandangan Stella itu. Dengan senyumnya yang simpul, Asmoro tidak memperdulikan banyak orang yang berada di meja itu. Kemudian Scarlett dan Rara menatapnya dengan penuh kebahagiaan. Akhirnya mereka berdua merasakan ada sesuatu di dalam kedua orang dewasa tersebut.


"Ra, lihatlah mereka berdua saling menatap seperti orang berpacaran," celetuk Scarlett.


Seketika Alexa dan Rinda terkejut mendengar celetukan dari Scarlett. Kedua wanita itu matanya membulat sempurna. Mereka sangat bingung dan menggelengkan kepalanya.


"Semuanya berawal dari kak Ian dan juga kak Roth. Mereka berdua terkenal sangat kaku dan tidak banyak bicara apapun. Gara-gara bergaul sama mereka anak-anakku sudah bisa mengatakan kata-kata dewasa. Sampai saat ini aku tidak bisa mengerem dan membatasi ucapan-ucapan kata-kata dewasa keluar dari mulutnya," jawab Alexa sambil memijit keningnya karena perkataan Scarlett.


Di bawah pohon besar ada seorang wanita yang sedang memandang kebersamaan Stella. Dengan senyumnya yang licik, wanita itu mengambil ponselnya di dalam kantong. Ia segera menghubungi seseorang. Namun wanita itu hanya berkata dengan berbisik-bisik.


"Kamu jadi pesan menu steak iga?" tanya Asmoro kepada Stella.


"Aku boleh pesen dua nggak?" tanya Stella balik.


"pesan saja semaumu. yang penting kamu bisa menghabiskannya," jawab Asmoro sambil tersenyum dan membiarkan Stella memesan banyak makanan.

__ADS_1


"Aku hanya memesan dua porsi saja. Jujur aku sangat lapar sekali. Aku hanya makan siang memakai roti saja. Selanjutnya aku tidak mau makan apa-apa," ucap Stella.


"Tapi kan tadi kamu udah minum susu," sahut Asmoro.


"Memang itu benar. Gara-gara susu aku menjadi kenyang," ujar Stella.


"Maaf, di pesawat hanya ada susu dan roti saja. Nggak ada makanan lain lagi," kata Asmoro yang agak menyesal karena pramugari tidak menyediakan nasi sama sekali.


"Memang kenyang. Kalau siang sih nggak apa-apa. Kalau malam itu sangat mengerikan sekali buat aku," terang Stella.


"Kenapa sangat mengerikan?" tanya Asmoro.


"Diam-diam kamu selalu membuat aku kelelahan. Sudah saatnya aku makan banyak dan membiarkan tubuhku ini menyimpan banyak energi," jawab Stella dengan jujur.


"Lalu kenapa kamu menyimpan banyak energi di malam hari? Bukankah tubuhmu itu lebih bagus menyimpan energi di siang hari?" tanya Asmoro.


"Masa kamu nggak tahu juga sih kakek Asmoro ini. Bukankah kamu setiap malam memberikan kode untuk berolahraga di atas ranjang?" tanya Stella balik dengan nada kesalnya itu.


Asmoro baru sadar kalau setelah hampir setiap malam membutuhkan banyak energi. Entah kenapa dirinya sangat jahat sekali kepada istri kecilnya itu? Semenjak menikah Asmoro sangat menyukai olahraga ranjang. Hampir setiap hari Asmoro menyuruh Stella untuk melakukannya.


Asmoro tersenyum dan membiarkan Stella makan banyak malam ini. Dengan begitu hati Asmoro bersorak kegirangan.


"Nanti aku tagih. Karena kamu sudah berjanji kepadaku," ucap Asmoro seperti anak kecil yang sedang menagih permainan.


"Ish... kamu ini selalu saja begitu," kesal Stella.


"Kamu sudah berjanji. makanya aku tadi nanti malam," ucap Asmoro.

__ADS_1


Duakkkk.


Tiba-tiba saja kaki Asmoro ada yang menendang kuat. Orang yang menendang kaki Asmoro menatapnya langsung dengan tajam. Kemudian Asmoro hanya tersenyum dan menatap balik orang tersebut. Dengan senyumnya merekah, Asmoro menyapanya sambil bertanya, "Apakah kak Gio sudah lama di sini?"


__ADS_2