
"Bisa. Kebetulan sekali Aku adalah seorang manajer HRD di perusahaan sana," jawab pria itu. "Mengapa kamu ingin bekerja di sana?"
"Karena aku ingin mendapatkan uang sebanyak-banyaknya. Lalu aku ingin menghancurkan masa depan sepupuku itu. Aku tidak akan pernah rela jika Stella bersenang-senang di atas penderitaanku. Dia harus hancur dan aku harus bahagia," jawab Patty dengan nada kesal.
"Oh, dia bernama Stella? Bukankah dia ahli waris Kurumi Company?" tanya pria itu.
"Itu benar. Rasanya aku sudah lama tidak mengusik kehidupannya. Cepat atau lambat aku akan mencarinya dan menyuruh menandatangani surat itu. Kurumi company akan segera menjadi milikku. Ditambah lagi dengan asetnya yang bermiliar-miliaran itu," jawab Patty.
"Okelah... Berikan surat lamaranmu kepadaku. Aku akan memasukkannya ke dalam perusahaan S&T. Aku yakin kamu tidak akan menyesal bekerja di sana. Di sana yang bosnya memberikan gaji yang cukup buat karyawannya. Tapi ada satu syarat buatmu," ucap pria itu.
"Syarat apa?" tanya Patty.
"Kamu harus melakukan apa yang aku suruh. Tapi nanti saja. Yang penting siapkanlah mentalmu untuk bekerja di sana," jawab pria itu.
Patty tersenyum manis sambil berteriak kegirangan. Ia tidak memperdulikan kesehatan dirinya dan juga kesehatan janinnya. Ia masih memiliki cita-cita yang tinggi yaitu merebut Kurumi dari Agatha maupun John. Mau tidak mau dirinya harus bekerja keras untuk mendapatkannya.
Di kediaman keluarga Natalie.
Seorang Pria Muda bernama Jacob sudah datang ke rumah Natalie. Pria itu memakai baju olahraga lengkap dengan atributnya. Namun Natalie saat itu masih terlelap tidur.
"Di mana keberadaan Natalie?" Tanya Jacob kepada seorang pengawal yang sedang berjaga.
"Maaf tuan. Nona Natalie jam segini masih tertidur lelap," jawab pengawal itu.
"Ya sudah kalau begitu. Aku akan menuju ke kamarnya," ucap Jacob yang masuk ke dalam dan melihat Niwa dan Nano sedang mengobrol.
"Bibi Niwa," panggil Jacob.
__ADS_1
Merasa namanya terpanggil, niwa akhirnya menoleh ke arah pintu masuk. Ia tersenyum sambil melambaikan tangannya dan memanggil Jacob.
"Jacob," panggil Niwa.
Jacob pun mendekati mereka dan duduk di samping Nano. Kemudian Nano melihat Jacob sambil bertanya, "Sama siapa ke sini? Apakah sama papa dan mama?"
"Mama dan papa baik-baik saja. Mereka tidak ke sini sama sekali. Mereka sedang berkunjung ke rumah Alexa," jawab Jacob.
"Syukurlah kalau begitu. Aku tahu Alexa sedang kerepotan merawat ketiga anak-anaknya itu," puji Niwa.
"Sangat merepotkan sekali. Bahkan Scarlett sudah berbicara seperti orang dewasa. Ditambah lagi dengan Sean. Tapi untungnya mereka sangat menurut sekali kepada Alexa dan juga kak Martin," ucap Jacob.
"Kapan kamu akan menikahi putriku?" tanya Nano yang memandang wajah Jacob.
"Apakah Paman menyetujui kisah cinta kami?" tanya Jacob.
Setelah Nano mengatakan seperti itu, Jacob sang IT milik Snowden diam-diam mendapatkan lampu hijau. Cepat atau lambat Jacob akan menikah dengan Natalie.
"Jika Paman memberikan kami lampu hijau. Cepat atau lambat kami akan melakukan akad nikah dan resepsi nikah di hotel mewah milik Snowden Group," ucap Jacob.
"Makanya buruan. Jika kamu nggak cepet-cepet menikahi putriku. Maka aku akan membuka sayembara," sahut Nano.
"Buat apa kamu membuka sayembara segala?" tanya Niwa.
"Cari calon suami buat putrimu itu. Sampai kapan dia harus jomblo," kesal Nano yang membuat Jacob terkejut.
"Habislah aku. Jika begini terus Natalia akan dijodohkan dengan pria lain. Rasanya itu tidak adil bagiku. Aku harus mencari cara agar Natalie tidak dinikahkan oleh pria lain," ucap Jacob dalam hati.
__ADS_1
"Makanya sana cari cara. Bawa dia ke tempat yang indah lalu lamar. Jangan diam aja seperti ini. Kalau sudah kejadian baru nyesel nanti kau," ujar Nano yang bisa membaca isi hati Jacob.
"Lha, Paman bisa membaca isi hati aku?" Tanya Jacob dengan serius.
"Bisalah. Jangan pernah meremehkan aku ketika bisa membaca isi hati orang lain," jawab Nano sambil tersenyum mengejek Jacob.
Jacob hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar. Ia tidak ingin membantah apapun ke Nano. Andaikan Jika ia membantah bisa berakibat fatal buat dirinya dan hubungannya bersama Natalie.
"Nanti aku bicarakan kepada mama dan papa. Enaknya bagaimana? Aku sebenarnya tidak rela jika Natali dijodohkan oleh pria lain. Karena dia adalah hidupku dan tumpuan kebahagiaanku," ucap Jacob dengan jujur.
"Baguslah," balas Niwa sambil tersenyum manis.
"Oh ya Tante," panggil Jacob lalu matanya ke arah Niwa.
Mereka baru sadar kalau Jacob memanggilnya paman dan tante. Lalu Nano mengerutkan keningnya sambil bertanya, "Sejak kapan kamu memanggilku paman? Biasanya Kamu memanggil aku kakak. Sepertinya ada yang tidak beres."
"Memangnya tidak boleh kalau aku memanggil kalian paman dan tante? Anggap saja aku adalah calon menantumu yang paling baik sedunia," ledek Jacob sambil menatap wajah Nano.
Dengan kesalnya Nano mengambil koran yang ada di hadapannya itu. Ia menggulung koran itu langsung memukul pundak Jacob. Kemudian Nano menatap tajam ke arah Jacob sambil berkata, "Seenaknya kamu manggil aku paman dan tante. Panggil kami kakak saja. Jika kamu memanggil kami paman dan tante. Akan aku hancurkan perusahaanmu itu!"
Mata Jacob membulat sempurna. Ya sudah tidak tahu harus berbuat apa lagi. Mau tidak mau Jacob harus memanggil mereka Kakak lagi.
"Kenapa kalian tidak mau aku panggil paman dan tante?" Tanya Jacob yang sangat penasaran sekali.
"Kamu tahu kalau kita itu di rawat bersama-sama. Kamu tahu kalau aku sering mengajakmu bermain ketika waktu kecil dulu. Kamu tahu jika aku memang sangat menginginkan memiliki adik bayi lagi pas waktu itu. Lalu, Kenapa kamu memanggil aku sebagai paman dan tante? Usia kita tidak jauh berbeda. Aku sangat menyayangimu sebagai adikku. Tidak mungkin kamu harus memanggilku sebagai paman. Jika kamu menikahi putriku, aku tidak akan menganggapmu sebagai menantu. Aku tetap akan menjadikanmu sebagai adikku. Seperti halnya Kak Gio bersama Martin. Kak Gio tidak pernah menganggap Martin sebagai menantunya. Malahan Martin sampai detik ini dianggap sebagai adiknya. Kalau orang berbicara tentang hubungan ini biarkanlah. Karena kitalah yang menjalani hubungan ini. Bukan mereka," jelas Nano.
"Bukan begitu kak. Aku lebih menghormati privasimu sebagai calon mertua," sahut Jacob.
__ADS_1
"Nggak bisa begitu. Dari awal kita sudah memiliki hubungan sebagai kakak adik. Lalu kenapa kamu rubah panggilan itu menjadi paman dan tante? Aku tidak memperdulikan semua omongan orang lain. Yang aku pedulikan yaitu Bagaimana kamu bisa mencintai putriku dengan tulus?" tanya Nano yang memberikan sebuah pertanyaan besar.