Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Mengetahui Sebuah Jawaban.


__ADS_3

"Aku katakan sekali lagi ada yang merusak rumah tanggamu. Orang itu berkaitan dengan Stella. Aku tidak akan menceritakan semuanya. Tapi kamu harus percaya kepada istrimu itu. Dan kamu harus meminta istrimu percaya kepadamu. Aku akan mengirim beberapa orang untuk melindungimu," jelas Kuncoro.


Kamu tidak mau Asmoro mengatakan ya. Memang seharusnya sebelum terjadi Kuncoro harus mengatakannya. Tiba-tiba saja hatinya kok merasa ada yang aneh. Akhirnya Asmoro membuang jauh pikiran tersebut.


"Aku mau balik dulu. Aku mau bertapa terlebih dahulu," pamit Kuncoro yang segera menghilang dari hadapan mereka.


Leon masih tidak percaya kalau Kuncoro adalah manusia. Tapi ia masih bingung dengan kehadiran Kuncoro. Akhirnya Leon bertanya tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Asmoro?


Dengan senang hati Asmoro menceritakan Bagaimana dirinya bertemu dengan Kuncoro?Saat asmara bercerita, mata Leon membulat sempurna. Leon mengatakan kalau pertemuan itu adalah hal yang tidak wajar. Akan tetapi Asmoro sudah bercerita dengan jelas. Namun ia meminta Leon untuk merahasiakannya. Leon pun menyetujui dan menyimpan rahasia itu dengan rapat.


Memang ini adalah hal yang tidak wajar bagi Leon. Sebab dirinya baru pertama kali bertemu dengan Kuncoro. Namun Leon tidak memperdulikannya. Selama Kuncoro tidak berbuat aneh-aneh, Leon tidak akan membuat hal yang aneh juga.


"Apakah kita akan membicarakan ini dengan Kak Gio? Soalnya masalah ini udah masalah sangat berat sekali," jawab Leon.


"Aku akan menceritakan ini dengan Kak Gio bersama Martin. Memang yang namanya penyusup kita tidak tahu. Apakah mereka adalah pegawai kita?" tanya Asmoro.


"Bekas pegawai kita. Dia memakai identitas palsu agar bisa masuk ke perusahaan itu. Ternyata kedua orang itu memiliki dedak di perusahaan kita. Mereka pernah mengambil satu peti makanan dan menjualnya ke tempat umum. Yang di mana uangnya dibuat foya-foya. Kalau begitu tanyakan saja pada Didier. Kemungkinan Didier tahu semuanya tentang para pegawai milik kita," jawab Leon yang memberikan usul kepada Asmoro.


"Okelah, Nanti aku suruh Ian menanyakan semuanya," ucap Asmoro yang mengambil saran dari Leon.


Setelah itu mereka membubarkan diri untuk tidak berdiskusi. Mereka bertiga akhirnya keluar dari ruangan tersebut. Tak disangka ruangan tamunya sangat ramai sekali. Mata Asmoro mulai membulat sempurna. Sean dan kakek Yamato sedang berdebat habis-habisan. Begitu juga dengan Leon, Leon sangat penasaran sekali apa yang diperdebatkannya itu. Akhirnya mereka berdua mendekati Yamato dan juga Sean.


Lalu mereka mendengar perdebatan politik antara Sean dan juga Yamato. Tidak tanggung-tanggung Sean mengajak berdebat sang kakek membicarakan politik dunia. Kedua pria itu saling menatap dan sambil bertanya di dalam hati mereka. Kok bisa ya anak sekecil itu berdebat habis-habisan tentang politik dunia.


Adelia yang mengetahuinya langsung berkata kepada mereka. Adelia memberitahukan kalau Sean memang menyukai buku-buku dari Martin. Setahu Asmoro, buku-buku yang dimiliki oleh Martin itu memiliki bahan yang berat untuk dibahas. Bahkan bukunya sangat tebal sekali. Bagi para pecinta buku membaca buku tebal seperti itu tidak jadi masalah. Mereka sangat menyukainya dan menikmati isi dari buku-buku tersebut.

__ADS_1


"Apakah kamu serius?" tanya Stella.


"Aku serius kak. Meskipun bukunya tebal sekali, Sean sanggup menghabiskan buku itu selama seminggu. Bahkan Sean rela ketiduran di tempat ruangannya Tuan Martin," jawab Adelia yang membuat Stella terkejut.


Lalu bagaimana dengan lainnya? Agatha sempat melihatnya dan hanya menelan salivanya dengan susah payah. Jujur dirinya kalah dari Sean. Andaikan saja pada waktu itu Agatha tidak kabur, kemungkinan besar kepala Agatha dipenuhi oleh ilmu-ilmu pengetahuan mulai dari hal sekecil apapun hingga besar.


Bagaimana juga dengan Anita? Anita bangga kepada Sean. Ia ingin memiliki banyak cucu yang mirip sekali dengan Sean. Akan tetapi Sang Putri baru saja melangsungkan pernikahannya. Makanya Anita tidak menyuruhnya cepat-cepat memiliki seorang anak.


Apa yang dilakukan oleh Edward? Edward memilih main catur bersama Agatha. Dari tadi satu pertandingan tidak selesai-selesai. Sebab mereka memiliki otak di atas rata-rata. Meskipun Edward masih sangat kecil sekali, ia sedang merencanakan sesuatu agar bisa mengalahkan Agatha. Setiap Agatha kalah, Edward hanya bisa tersenyum miring. Bahkan Agatha pun mengusap wajahnya berkali-kali.


"Kakek," panggil Edward.


"Ada apa?" tanya Agatha yang menatap wajah Edward.


"Apakah kakek tidak bosan melihatku seperti ini?" tanya Edward.


Anita yang melihatnya itu pun hanya tertawa terkekeh. Kedua pria berbeda generasi itu mempertahankan agar tidak kalah. Memang strategi mereka sangat cerdik sekali. Agatha adalah seorang pengusaha yang sangat cerdik di bidangnya.


Lalu Edward? Jujur saja Edward belajar bermain catur dari beberapa pengawalnya. Ketika ada pertandingan catur sesama pengawal, hanya melihatnya saja. namun otaknya berpikir agar bisa mengalahkan orang-orang dewasa seperti itu. Akhirnya ia sering berlatih melalui ponselnya. Dalam waktu tiga bulan saja, Edward bisa mengalahkan beberapa pengawalnya itu. Lalu bagaimana dengan tanggapan kedua orang tuanya? Bisa dikatakan kedua orang tuanya itu memujinya habis-habisan. Bahkan Martin sendiri menyuruh para pengawalnya untuk mengasah bakatnya itu.


"Sampai kapan kalian akan berhenti bermain catur? Harusnya bermain catur sudah tiga kali permainan," keluh Anita.


"Tenang saja ma. Ini anak memang sangat lucu sekali. Tapi dia memiliki otak yang sangat licik sekali. Jika aku lengan sedikitpun, maka aku bisa kalah darinya. Aku sendiri adalah masa catur dari Jepang. Masak master catur harus kalah dari anak kecil seperti dia," ucap Agatha sambil memandang wajah Edward.


Edward terkejut dengan pernyataan Agatha. Dengan cepat dirinya meraih ponsel lalu mencari nama Agatha Kanagawa.

__ADS_1


Jujur saja Edward sangat terkejut sekali dengan ucapan Agatha. Memang benar apa yang dikatakan oleh Agatha. Ia sedang melawan master dari Jepang. Ia semakin pusing untuk menentukan strategi selanjutnya. Kemudian dirinya memilih untuk diam dan bersemedi sebentar.


"Kamu kenapa Edward?" tanya Agatha.


"Aku sedang bersemedi kakek. Aku sekarang sedang menantang master catur dari Jepang. Aku sendiri masih bingung apa yang harus ku kalahkan," jawab Edward.


Agatha dan Anita tertawa terbahak-bahak mendengar jawaban Edward. Entah kenapa anak-anak Alexa memang sangat lucu sekali. Bahkan mereka bersedia untuk menjadi nenek dan kakeknya.


"Rasanya ini sangat aneh sekali. Dari tadi kita main gak pernah menang ataupun kalah," ucap Edward dalam hati.


Selang beberapa detik, Edward mengingat ada Leon di sini. Akhirnya Edward meminta izin kepada Agatha.


"Kakek," panggil Edward lagi.


"Ada apa sih kamu kok sepertinya kurang semangat?" tanya Agatha.


"Aku sih masih semangat. Aku akan memanggil master dunia," jawab Edward.


"Maksud kamu apa?" tanya Anita yang tidak paham.


"Aku akan memanggil Kak Leon untuk membantuku mengalahkan kakek," jawab Edward.


"Mana bisa begitu? Nggak boleh lah. Namanya permainan harus diselesaikan," ucap Agatha.


"Kalau begitu nggak jadi kek. Ayo kita main lagi sampai Mama datang," ajak Edward.

__ADS_1


"Memangnya ke mana mamamu?" tanya Anita.


__ADS_2