
"Memangnya kamu mau curhat apa Kak?" tanya Stella yang sangat Penasaran sekali dengan Asmoro.
Cara menceritakan tentang keadaan Ian sebenarnya. Ia juga menceritakan tentang kematian kedua orang tuanya Ian. Lalu setelah paham dan menghela nafasnya dengan kasar. Kemudian setelah berkata, "Apakah masalah ini yang membuat kamu seperti ini?"
"Ya itu benar. Aku memang lagi bingung setengah mati. Ian tidak pernah menceritakan tentang kematian kedua orang tuanya. Aku sudah menganggapnya sebagai saudaraku sendiri. Meskipun agak menyebalkan tapi pekerjaanku selesai berkat dia. Firasatku kalau kedua orang tua Ian mati dibunuh. Sampai saat ini perkataan itu masih mengganjal di dalam hatiku ini," Jelas Asmoro.
"Aku tahu caranya. Kenapa kita tidak berkunjung ke rumah kak Ian saja?Kita di sana untuk Mencari barang bukti yang ada. Sekaligus kita mengunjungi makam kedua orang tua Kak Ian. Bagaimana menurutmu?" tanya Stella.
"Itu ide yang sangat bagus sekali. Lebih baik kita jadwalkan saja bermain ke sana. Sekaligus liburan bersama Ian dengan Adelia. Aku harap kamu setuju sama permintaan aku ini," Jelas Asmara sambil memegang pipi Stella dan mengecupnya.
__ADS_1
Tiba-tiba saja wajah Stella berubah menjadi memerah karena malu. Ia segera menutup wajahnya dan tidak ingin melihat Asmoro. Namun Asmoro sudah mengetahuinya terlebih dahulu. Ia memalingkan wajahnya agar Stella tidak menjadi malu.
"Kakak ini kebiasaan banget ya," kesal Stella sambil menggelengkan kepalanya. "Bagaimana kalau para pramugari melihat kita seperti ini?"
"Mereka tidak akan berani melihat kita seperti ini. Mereka sedang bersembunyi di suatu tempat untuk beristirahat. Kalau begitu ayo kita ke kamar dan beristirahat. Perjalanan kita masih sangat jauh sekali," ajak Asmoro.
Lebih tujuh belas jam perjalanan, Mereka akhirnya mendarat di Manchester. Sang pilot sengaja mendarat di kediaman milik Asmoro.Asmoro mengucap syukur karena telah kembali ke tanah kelahirannya. Tak banyak tahu kalau Asmoro itu asli berasal Inggris. Memang Asmoro tidak pernah menceritakan asal-usulnya. Yang mereka tahu Asmoro berasal dari Amerika.
Setelah turun Asmoro mengajak Stella masuk ke dalam rumah. Asmoro belum menceritakan asal-usulnya yang berasal dari sini. Namun setelah sangat kagum sekali dengan mansionnya itu. Mansion yang sudah didirikan Asmoro untuk Bella. Jujur Mansion ini memang dibuat untuk Bella sang mantan kekasihnya dulu. Ketika terjadi penghianatan, Asmoro membiarkan Mansion ini berdiri tegak. Untung saja saat itu Asmoro tidak mengajak Bella ke mansion itu. Jadi Asmoro tidak perlu mengingat kenangan di Mansion ini.
__ADS_1
"Ini rumah atau istana?" tanya Stella yang tidak paham dengan Asmoro.
"Sebelum masuk ke dalam aku ceritakan tentang Mansion ini. Aku harap kamu tidak akan terluka dengan ceritaku ini. Kalaupun terluka maka salahkan aku," ujar Asmoro.
"Ceritakanlah. Aku tidak apa-apa. Justru itu kamu terbuka terlebih dahulu. Dengan kejujuranmu itu aku bisa mempertimbangkan semuanya," ucap Stella yang tidak ingin Asmoro marah.
"Baiklah akan aku ceritakan kisah awalnya.Aku sengaja mendirikan tempat ini untuk kekasihku yang dulu. Aku bekerja keras demi mewujudkan impianku menikah dengannya. Tapi apa aku mendapatkan penghianatan yang sangat dalam sekali. Rasa sakit yang ditorehkan menjadi luka yang terdalam. Setelah Mansion ini berdiri, Aku membiarkannya saja. Mansion ini tidak aku tempati sama sekali," Jawab Asmoro dengan jujur yang membuat Stella bersedih.
"Kenapa Kakak tidak ingin menempati tempat ini? Padahal tempat ini sangat mewah sekali," tanya Stella.
__ADS_1