Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Menikah?


__ADS_3

Mendengar kata bonus, mata Leon langsung berbinar seperti lampu seratus watt. Leon menatap Gio sambil bertanya, “Apa yang harus aku lakukan Kak?”


“Ganti posisi terlebih dahulu sama Imron,” jawab Gio. “Kamu mengerti apa maksudku?”


 “Duduk di tempat milik Kak Imron,” ucap Leon.


“Ya itu benar. Kamu yakinkan si Patty untuk menghibur mereka. Jika kamu berhasil maka uang satu miliar masuk ke dalam tabunganmu secara gratis,” ujar Gio.


“Merayu?” tanya Leon.


“Ya,” jawab Gio.


“Setelah aku berhasil merayu Patty, bagaimana nasibku?” tanya Leon yang ketakutan.


“Kenapa tiba-tiba saja kamu takut?” tanya Martin.


“Kakak tahu yang aku rayu Adalah anaknya John Smith? Jika sampai ketahuan maka papanya sialan itu akan mencariku dengan kasus penipuan,” jawab Leon yang membuat Gio menganggukkan kepalanya.


“Yang dikatakan Leon benar. Kita nggak bisa gegabah begitu saja. Kakak tahu Leon adalah pengawal spesial yang dimiliki oleh Alexa. Cepat atau lambat mereka akan menjebak kembali dan menghabisi Leon,” sahut Lampard.


“Lalu, Aku harus bagaimana?” tanya Gio.


“Feelingkuh sih nggak begitu. Mereka nggak peduli jika putrinya terkena masalah. Kakak tahu, selama ini putrinya itu selalu membuat ulah ke setiap orang. Bahkan mereka angkat tangan soal itu,” jawab Martin.


“Lalu bagaimana ujungnya?” tanya Gio lagi.


“Demi mengantisipasi Leon terkena masalah, maka dengan berat hati Leon akan dilemparkan ke Blue Diamond sementara waktu kurang lebih sebulan untuk membuat masalah ini reda. Jika sudah reda kita bisa memanggil Leon kembali. Sebagai penggantinya aku akan memanggil Damian ke sini,” usul Lampard.


“Baiklah kalau begitu. Jam semakin larut lakukanlah tugas kalian masing-masing dengan bersih. Dan kamu Leon jangan gegabah sedikitpun. Belajarlah santai seperti dirimu melayani pelanggan di restorannya Alexa,” ujar Martin yang memberikan solusi.


“Baik kak,” balas Leon.


“Kalau begitu lakukanlah!” perintah Gio.


Tidak ada balasan apapun dari Leon. Pria itu langsung keluar dan menuju ke ruangannya Imron. Ia mulai bersikap santai seolah tidak terjadi apa-apa. sesampainya di sana Leon masuk ke dalam dan menghempaskan bokongnya di kursi kebesaran Imron.


Beberapa saat kemudian Lampard memberikan informasi kedatangan Patty ke Leon. Lalu Leon tersenyum menakutkan dan menghubungi Patty. Sementara itu Patty yang baru saja datang terkejut ponselnya berdering.

__ADS_1


“Lu tau nggak, gua ngelihat Stella di mall,” ucap Patty yang berbicara kepada dua temannya itu.


“Apa lu yakin? Bukannya lu udah nyewa sniper untuk menimbang Stella?” tanya Fia.


“Iya... Suer gue nggak bohong,” jawab Patty sambil mencari ponselnya di dalam tas.


“Angkat dulu napa itu! Dari tadi bunyi terus-terusan. Tumben, ada yang nelpon,” sindir Mia.


“Paling juga pelanggan gue. Mudah-mudahan sugar daddy yang minta gue buat muasin di ranjang,” ucap Patty yang baru menemukan ponselnya.


“Iya deh, lu paling banyak koleksi sugar daddy ketimbang kita,” sindir Mia lagi.


“Jangan nyindir kenapa. Bisa nggak sih ngomongnya baik-baik? Gua kan jarang nyindir lu semua,” kesal Patty yang tidak mau terima. “Sebentar, gue mau angkat telepon. Jangan berisik!”


Patty segera mengangkat ponselnya itu. Iya tidak melihat siapa yang menghubunginya? Di kepalanya jika sudah berada di klub malam hanya ada sugar daddy. Jujur teman-temannya tidak habis pikir dengan otak mesumnya Patty.


“Halo,” sapa Patty.


“Selamat malam nona,” sapa Leon dengan sopan. “perkenalkan nama saya Leon. Saya adalah pemilik klub ini.”


“Kami sedang kebingungan. Beberapa hari yang lalu saya sudah menghubungi penari saya untuk menghibur para tamu saya. Lalu malam ini menari saya tidak jadi datang dikarenakan sakit. Apakah Nona mau menggantikan? Saya akan membayar anda sebesar tiga miliar secara tunai,” ucap Leon tanpa perlu basa-basi.


Mendengar kata uang, Patty menjadi semangat sekali. Ia langsung menyetujuinya dan berteriak kegirangan. Jujur selama hidup baru ada yang membooking dengan harga yang mahal seperti ini. Tanpa pikir panjang Patty langsung menerimanya.


“Bagaimana Nona atas penawaranku?” tanya Leon.


“Bagaimana ya?” tanya Patty yang sedikit jual mahal kepada Leon.


“Itu terserah nona. Jika anda tidak mau maka aku bisa mengambil penari lainnya,” gertak Leon.


“Ah... Baiklah kalau begitu. Aku mengambil pekerjaan itu. Tapi apakah Tuan menyiapkan segalanya?” tanya Patty.


“Semuanya sudah siap sesuai prosedur yang anda minta. Kalau begitu saya kirimkan orang untuk menjemput anda ke kantor saya,” pinta Leon.


Patty langsung menyetujui kerjasama itu. Ia tidak sadar kalau dirinya sedang dijebak. Cepat atau lambat karir Patty sebagai model yang terkenal alim itu akan rusak seketika. Di ruangan pribadi Imron, tiga orang hadir secara bersamaan. Gio yang selesai mentransfer uang ke Leon terkejut atas kedatangan Tama. Lalu Gio mengerutkan keningnya ke arah Martin.


“Ada apa kamu mengajak Tama?” tanya Gio.

__ADS_1


“Aku ingin membicarakan tentang perusahaan Stella,” jawab Lampard. “Semalam aku menyuruh Ian untuk menyelidiki perusahaan Kurumi.”


 


“Apa yang kamu temukan?” tanya Gio dengan serius.


“Hey... Kamu tidak membiarkan aku duduk ya?” teriak Nano dengan geram.


“Kenapa harus menyuruhmu duduk? Bukannya di sini banyak kursi kosong?” kesal Lampard.


“Males bicara sama kakek-kakek,” cibir Nano yang membuat Niwa tertawa.


Terpaksa tiga orang itu akhirnya duduk agak menjauh. Lalu mereka menyimak obrolan ketika pria tersebut. Mereka terkejut atas apa yang didapat oleh Lampard semalam.


“Jadi kamu sudah menemukan titik terangnya. Lalu apa yang akan kamu lakukan?” tanya Gio serius.


“Jika dibiarkan begini maka nyawa Stella tidak akan panjang. Begitu juga dengan Adelia sang kembaran Stella. Sekarang aku pikirkan adalah Stella itu sendiri. Kalau Adelia aku sudah tenang karena Ian telah melindunginya,” jawab Lampard.


“Apa yang akan kamu lakukan?” tanya Nano dengan serius.


“Menikahinya,” jawab Lampard yang membuat semua orang terkejut.


“Kamu serius ingin menikahinya?” tanya Gio.


“Terpaksa,” jawab Lampard. “Jika masa ini sudah reda maka aku menceraikannya.”


“Kamu bodoh atau gimana sih?” geram Niwa yang tidak menyukai ide konyol Lampard.


“Aku hanya memberinya status saja. Jika dia istriku maka mereka tidak bisa menyentuhnya sedikitpun. Jika dia bukan istriku mereka masih bisa menyentuh dan menjualnya ke tangan mafia itu,” jelas Lampard.


“Mengapa kamu nggak hidup sekalian bersama Stella? Cepat atau lambat kamu bisa menyakiti hati Stella. Jujur, aku sebagai perempuan tidak setuju dengan keputusanmu,” protes Niwa yang menentang ide konyol Lampard.


“Mau bagaimana lagi Kak? Stella dalam bahaya. Jika aku tidak melindunginya... Lalu siapa yang melindunginya? Coba Kakak pikir kalau mereka menjualnya ke tangan mafia. Bagaimana keadaan Stella nanti? Apalagi dirinya sangat ketakutan mendengar kata mafia di telinganya,” jelas Lampard.


“Kalau kamu serius menikahinya maka jangan ada kata perceraian. Tujuan kamu nikah adalah untuk melindunginya. Jika kamu nggak suka maka bebaskan Stella dengan keadaan baik. Oh ya satu lagi.. jangan kamu sakiti hatinya,” jelas Nano.


“Yang menjadi pertanyaan aku sekarang, Apakah Kak Lampard bisa jatuh cinta dengan Stella?” tanya Imron dari tadi diam saja.

__ADS_1


__ADS_2