
"Lalu, bagaimana dengan lainnya?" tanya Winda.
"Tenang saja. Aku akan memberitahukan kepada Martin dan Alexa. Kalau Lampard berubah menjadi muda. Dengan perubahannya itu kemungkinan besar mereka akan mendukung karir Asmoro. Semoga saja mereka mengerti apa yang diinginkan oleh Lampard," jawab Gio sambil menjelaskan keinginan Lampard itu apa.
"Menghabisi musuh di sekitaran," ucap Winda yang mengetahui keinginan Lampard.
"Salah satunya itu. Jika dilihat kembali musuh sangat kejam.Kalau kita tidak kuat akan dihancurkannya begitu saja," balas Gio yang meninggalkan Winda sendirian.
Sedangkan di taman Stella menatap wajah asmara dengan terkagum-kagum. Ternyata di dunia ini masih ada orang tampan di mata Stella. Jujur dirinya baru mengetahui hal itu. Akhir-akhir ini Stella tidak dapat menemukan pria tampan. Karena dirinya sedang bersembunyi dari kejaran Tutik dan keluarganya itu.
"Kamu siapa? Sekolah di mana?" tanya Stella yang membuat Asmoro terkejut.
Pertanyaan inilah yang membuat Asmoro terkejut. Entah kenapa dirinya bingung menjawabnya. Apakah dirinya harus jujur atau bohong tentang perubahan fisiknya ini. Jalan yang Asmoro pilih adalah berbohong. Biarkan saja jika penyamaran ini terkuak. Kalaupun marah rela akan rugi sendiri pada Asmoro.
"Bukankah kita sudah ditakdirkan untuk menjadi suami istri?" tanya Asmoro kepada Stella yang membuat Adelia bengong.
"Apa yang kamu katakan itu? Kamu itu masih anak sekolahan. Kok perkataannya ingin nikah sih?" tanya Stella kesal terhadap Asmoro.
"Ada bagusnya juga aku bisa menggapai Stella untuk kujadikan seorang istri. Dengan perubahan wajahku ini kemungkinan besar gadis cantik ini akan luluh kepadaku. Rasanya aku tidak sabar lagi ingin dicintai oleh seseorang. Sudah hampir tiga puluh tahun aku belum merasakan cinta sedikitpun. Semoga saja setelah mau menerimaku seperti ini," batin Asmoro yang merasakan sakitnya dikhianati oleh seseorang.
"Aku sudah nggak sekolah. Aku sudah bekerja. Jika kamu berkenan maka ijinkanlah aku meminangmu sebagai seorang istri," ucap Asmoro yang ingin melamar Stella saat ini juga.
Plakkkkkk.
Sebuah tangan membesar mendarat tepat di punggungnya itu. Sang pemilik tangan itu sangat geram sekali kepada Asmoro. Bisa-bisanya pada sore cerah ini Asmoro melamar Stella tanpa basa-basi. Sepertinya sang pemilik tangan tersebut harus memberitahukan, bagaimana caranya melamar gadis dengan baik.
Stella yang baru saja sadar menatap wajah Ian sambil tersenyum. Lalu Stella melihat Adelia dan bertanya, "Apakah Tuan Ian ini yang kamu maksud?"
__ADS_1
Adelia menganggukan kepalanya sambil malu-malu, "Iya... yang aku maksud adalah tuan ini."
"Oh... iya... perkenalkan aku adalah calon suami Adelia," Ian mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Stella.
Lalu Stella menyambut uluran tangan Ian sambil berkata, "Jaga adikku baik-baik ya tuan."
"Apakah kamu memanggilnya Tuan?" tanya Hatori mendekati Stella dan memandang wajah sang adik. "Sementara dia adalah calon adik ipar kamu?"
"maafkan aku kak," ucap Stella yang membuat Ian tersenyum.
"Tidak apa-apa," jawab Ian.
"Bagaimana kalau Stella buat aku?" tanya Ian yang bercanda.
"Boleh banget," seru Adelia yang membuat Ian tersenyum mengejek ke Asmoro.
"Iyalah. Nanti aku akan memberikan waktuku lebih untuk kedua adikmu itu," jawab Ian semakin menjadi.
Plakkkkkk!
Asmoro tidak mau kalau Stella diambil juga sama sang asisten. Matanya menatap tajam sambil berkata, "Jika kamu ingin mengambilnya... maka kamu harus bertarung denganku tiga hari tiga malam di atas Gunung. Aku ingin kita bertarung seperti pendekar di film jaman dulu."
Ian tertawa terbahak-bahak melihat Asmoro cemburu kepada dirinya. Entah kenapa dirinya kali ini sangat menyukai meledek bisanya itu. Di sisi lain Ian sangat kasihan sekali karena Asmoro belum mendapatkan seorang kekasih.
"Ambil gih sana. Aku enggak perduli lagi lama Stella. Aku ingin menjadi pria setia," ucap Ian yang mendapatkan acungan jempol Ari Hatori.
"Thank you.. nanti malam kamu akan mendapatkan bonus sebanyak lima puluh juta rupiah," ujar Asmoro.
__ADS_1
"Kenapa enggak pake dolar saja?" tanya Ian yang sengaja memegang tangan Stella dengan erat.
"dasar asisten lintah darat. Dikasih hati malah minta jantung. Malam ini kamu enggak dapat bonus. Uang kamu aku tarik lagi. Sebagai gantinya uang gaji kamu aku cairkan sebanyak lima persen saja!" tegas Asmoro.
Mata Ian membelalak sempurna. Dirinya langsung melemparkan tangan Stella sambil menggerutu jelas di telinga Adelia dan Stella, "Huh.... begini ya... gara-gara berselingkuh sama yang lainnya jadi uangku dibekukan segala sama si bos pelit."
Mereka yang mendengarnya malah tertawa lucu. memang itu kenyataannya jika menduakan pasangannya akan sial seumur hidup. Lalu Gio yang baru saja datang menimpali Ian sambil berkata, "Makanya jangan selingkuh. Karena selingkuh itu membuat umur kita pendek."
"enggak percaya?" tanya Asmoro. "kalau enggak percaya lakukan saja. Tapi jangan sama Stella. Karena Stella adalah calon istriku."
Bola mata Stella membelalak sempurna. Stella tidak tahu bagaimana harus menanggapi Asmoro. Kemudian Stella menunduk sambil berkata, "Maaf... bukankah kita belum saling mengenal?"
Asmoro baru sadar dengan pertanyaan Stella. Memang benar apa yang dikatakan Stella. Dirinya belum mengenal Asmoro. Namun Asmoro sudah mengenalnya terlebih dahulu. Tapi dirinya saat itu memakai identitas Lampard Bagaimana kalau dirinya bercerita? Siapakah dirinya sebenarnya? Apakah Stella percaya akan omongannya? Apalagi cerita orang-orang yang awet muda itu hanyalah cerita jaman dahulu. Stella paham betul soal itu.
"Kamu enggak perlu cerita sekarang. Percuma ujung-ujungnya Stella akan percaya. Bukankah cerita orang tua dulu memang ada? Tentang orang yang sudah tua berubah menjadi anak muda hanya terkena air ajaib? Atau terkena mantra," jelas Gio.
"Memang benar apa adanya. tapi kita hidup di jaman modern. Yang di mana saat ini orang yang berusia tua berubah menjadi muda hanya melakukan perawatan rutin?" tanya Ian yang membenarkan cerita tentang rahasia awet muda pada jaman dahulu.
"Stella pasti tidak akan percaya soal ini," sahut Winda.
"Jangankan Stella... aku sendiri hampir tidak mengenali Lampard? Untung saja aku masih menyimpan foto jaman sekolah dulu. Wajahnya saja kembali muda," kesal Gio.
"Ya itulah... Kita harus bagaimana lagi. Tapi kita harus beruntung tentang adanya perubahan Lampard menjadi Asmoro. kamu nggak perlu menyamar untuk menjadi mata-mata. Langsung saja masuk terus membuat laporan selesai pulang laporan ke aku sudah itu saja," tambah Gio langsung mendapatkan tatapan tajam dari Asmoro.
"Semudah itukah kau ucapkan? Sepertinya aku harus belajar untuk menjadi mata-mata yang hebat. Soalnya aku sendiri tidak pandai menjadi mata-mata. Yang pandai menjadi mata-mata adalah Willy, Rinto, Ibra, Imron dan Alexa.mereka adalah mata-mata terbaik yang kita miliki bersama," ujar Asmoro sambil mengakui kehebatan mereka semua.
"Sekali-sekali lah kamu menjadi mata-mata. Jangan mereka terus. Kapan kamu akan menikah dengan Stella? Janganlah kamu menunda terus. Sebentar lagi Agatha dan Anita akan kembali ke Jakarta. Kamu bisa meminta Restu kepadanya," tanya Gio.
__ADS_1