
“Aku takut jika cairan biru itu akan jatuh ke tangan tidak bertanggung jawab. Jika itu terjadi maka bumi akan dipenuhi oleh zombie,” jawab Asmoro.
Ibra akhirnya paham akan hal itu. Ia juga berpikir ulang untuk membawa cairan berwarna biru itu ke perkumpulan para ilmuwan. Jujur mereka akan was-was jika cairan itu jatuh ke tangan yang salah. Selama ini yang kita tahu cairan biru itu dipegang oleh Liam dan juga Exodus. Mereka mempunyai firasat sama. Mereka menilai kalau cairan itu dipakai buat campuran obat-obatan terlarang mereka.
“Apakah obat itu ada campurannya di produksi mereka?” tanya Ian.
“Ya... kamu benar. Mereka sengaja mencampurkannya dengan memakai takaran. Jika tidak memakai takaran, bisa jadi orang yang mengkonsumsi obat itu sudah menjadi zombie. Jantungnya bisa terbakar hebat beserta dengan organ tubuh lainnya. Aku tidak memakai para pengawalku untuk menjadi kelinci percobaan,” jelas Ibra.
“Sungguh kejam mereka!” geram Asmoro.
“Mereka adalah seorang iblis,” kesal Martin.
“Apakah kakak memesan senjata?” tanya Raka.
“Untuk saat ini tidak. Gudang persenjataan masih penuh. Imron saya Jacob sudah mencobanya bersama Kak Gio,” jawab Asmoro.
“Lalu, beberapa akhir ini kok banyak sekali barang-barang masuk melalui pelabuhan ya?” tanya Raka yang mengerutkan keningnya. “Apakah Kak Martin?”
“Untuk saat ini tidak. Blue Diamond sedang dibekukan saat ini. Bisa jadi orang lain,” jawab Martin.
“Apakah itu barang ilegal?” tanya Asmoro yang mengambil ponselnya untuk mengirim pesan ke Stella.
“Pastinya. Barang itu masuk hampir setiap hari. Aku mendapatkan informasi itu dari Giok,” jelas Raka.
“Siapa itu Giok?” tanya Martin.
“Dia adalah asistenku. Dia seorang pemasok bahan-bahan untuk dijadikan obat. Beberapa hari yang lalu barangku hampir ketuker sama milik orang lain. Yang jadi pertanyaannya, siapa pemilik barang itu?” jawab Raka.
__ADS_1
“Sekarang masih ada itu kontainernya?” tanya Asmoro.
“Untuk saat ini sudah tidak ada. Aku kembalikan lagi ke pelabuhan dan mencari barangku di sana. Setelah ketemu aku memutuskan untuk tidak ingin tahu tentang masalah itu,” jelas Raka.
“Kenapa kamu nggak bilang sama aku? Kalau kamu bilang aku akan turun tangan untuk memeriksa kontainer tersebut. Beberapa bulan terakhir Aku sedang mencurigai kontainer yang berisikan obat-obatan terlarang. Aku tahu barang-barang itu adalah milik Exodus. Jika sampai tertangkap sama kita, kita bisa membakarnya,” jelas Asmoro yang tidak terpikirkan oleh Raka.
“Kenapa aku nggak terpikirkan soal itu ya?” tanya Raka.
“Sudah, tidak apa-apa. Tidak usah menyesal sedikitpun. Kamu nggak terpikirkan sampai situ. Aku juga tidak memberikan perintah tersebut ke kamu. Jadi masalah ini kamu nggak salah,” jelas Asmoro dengan bijak.
“Lalu apa yang harus aku lakukan?” tanya Raka.
“Sudah nggak usah diapa-apain. Jalan pintasnya adalah menutup sumur itu lalu membakarnya. Jika itu terjadi maka jelmaan si nenek sihir itu kekuatannya melemah. Di bulan purnama selanjutnya kita bisa mengejarnya lalu membunuhnya. Begitu juga dengan Exodus. Kita bisa mengobrak-abriknya lalu membakarnya,” jelas Asmoro yang mendapatkan balasan dari Stella. “Persiapkanlah diri kalian untuk ikut aku berpetualangan. Kita tidak akan mungkin membiarkan masalah ini menjadi berlarut hingga anak cucu kita lahir. Mereka akan menjadi keganasan orang-orang serakah seperti Liam.”
“Bagaimana dengan Stella?” tanya Martin.
“Mau tidak mau aku harus mengajaknya. Karena Stella adalah jelmaan dari Ratu Noe sesungguhnya,” jelas Asmoro.
“Kalau begitu tenanglah kalian. Kita nggak boleh gegabah terlebih dahulu. Aku ingin lihat pertempuran antara anak dengan ayah. Kamu pasti dengarkan soal Exodus akan terbelah jadi dua? Saat pertempuran terjadi kita akan melakukan petualangan untuk menutup sumur tua itu. Merry akan melemah kekuatannya dan tidak bisa berbuat apa-apa. Ini yang dinamakan double win. Jadi kita nggak perlu membuang-buang waktu sebanyak mungkin. Kita harus memanfaatkan waktu dengan sebaik mungkin,” jelas Asmoro yang membuat mereka tersenyum licik.
Mereka mulai mencerna apa yang dikatakan oleh Asmoro. Mereka paham lalu mulai mempersiapkan diri melakukan pencarian terhadap sumur tua itu. Asmoro mulai berpikir, bagaimana caranya agar bisa menyalakan sumbu bermusuhan antara mereka berdua. Inilah yang ada di pikiran Asmoro untuk selanjutnya.
“Sepertinya Kak Asmoro sedang memiliki rencana baru?” tanya Martin yang mulai curiga kepada Asmoro.
“Bisa jadi ya. Aku ingin menyalakan sumbu permusuhan antara Liam dan juga Merry. Jika itu terjadi maka pertarungan antara anak dan ayah sangat seru sekali. Kita bisa melihat sembari berpetualangan,” jelas Asmoro.
“Ternyata kakak sangat licik juga. Kalau begitu aku setuju. Tapi kapan kak kita akan melakukannya?” Ian.
__ADS_1
“Jangan terburu-buru. Santai saja. Ikuti alur untuk mendapatkan dagelan unik dari Liam dan Merry,” jawab Asmoro yang membuat statement untuk tetap tenang.
“Apakah kakak merasa kalau di belakang Merry ada seseorang?” tanya Ibra yang tiba-tiba saja merasakan ada orang di belakang Merry.
“Aku juga merasakan seperti itu. Ah sudahlah... Nanti juga akan ketahuan siapa yang di belakang Merry?” jelas Asmoro yang membuat mereka mengacungkan jempolnya.
“Kalau aku bilang si Bella,” celetuk Leon yang baru saja datang dan duduk di samping Martin.
“Kenapa kamu bisa menganalisis seperti itu?” tanya Martin sambil menatap wajah Leon.
“Itu gampang Kak. Bukankah Bella sedari dulu ingin menguasai Exodus? Terus Bella juga ingin menguasai dunia? Beberapa tahun yang lalu, Bella dengan Liam sedang berseteru. Dunia mafia digemparkan oleh suami istri itu. Bella secara sengaja menghancurkan gudang bersenjataan milik Exodus di bagian Sao Paulo. Saat itu Liam langsung mengirimkan surat cerai. Saat itu juga Bella langsung merobeknya dan melabrak habis-habisan di pasar gelap. Kejadian itu sangat ramai sekali dan menjadi gosip hot di beberapa kalangan mafia,” jawab Leon menjelaskan sesuai fakta sesungguhnya.
“Berarti hebat ya Bella itu. Bisa menggambarkan dunia mafia sebegitu besarnya,” Puji Martin.
“Kamu belum tahu Sebenarnya ada apa? Yang aku tahu gosip utamanya itu Bella ingin merebut kekuasaan Liam. Agar Bella bisa memimpin Exodus. Jika itu terjadi, bisa dikatakan para mafia lainnya akan tamat dengan sendirinya,” ungkap Asmoro yang mengetahui sifat Bella.
“Sepertinya Kakak banyak tahu ya?” tanya Ibra yang sebenarnya tidak mengetahui kalau Bella adalah mantan kekasih Asmoro
“Dia adalah mantan kekasihku. Aku putus karena dia sangat matre sekali. Dulu saat berpacaran dengan Bella, aku memang orang nggak punya apa-apa. Hidupku sederhana karena aku berjuang dari nol hingga sampai saat ini. Tapi Bella tidak mau. Penyebabnya adalah dia tidak mau jadi orang miskin,” jelas Asmoro agar semuanya tenang mendapatkan pernyataan darinya.
“Yang dikatakan oleh kak Asmoro benar. Bella sama Merry sama-sama orang yang gak punya otak sama sekali. Aku bisa mengatakan itu sebab mereka sering membuat pernyataan konyol di sosial medianya masing-masing. Kakak tahu kan video yang di mana lagi viral itu?" tanya Asmoro.
__ADS_1