Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Suatu Kebenaran.


__ADS_3

"Aku ingin kamu menjaga mereka sebentar. Sebentar lagi aku akan menjemput Sean," jawab Alexa yang mulai berdiri.


"Baiklah," balas Stella yang menganggukkan kepalanya.


Karena hari sudah siang Alexa menjemput Sean di sekolah. Lalu Stella masuk ke dalam mansion untuk menuju ke kamar si kembar. Saat masuk ke dalam Stella melihat Adelia yang sedang bersih-bersih. Stella akhirnya mendekati Adelia dan menyapanya, "Adel."


"Nona," pekik Adel yang terkejut.


"Kamu kok terkejut sekali sih, kenapa? Apakah aku hantu?" tanya Stella.


"Tidak. Aku sungguh terkejut," jawab Adelia. "Aku sangka kamu pulang ke rumahmu."


"Ah... Tidak dari pagi hingga siang aku bermain sama mereka," jawab Stella. "Mereka sangat lucu sekali dan membuatku tertawa."


"Ya mereka sangat lucu sekali. Terutama pada nona muda Scarlett dan nona muda Rara. Aku tidak menyangka mereka sangat ramah," ujar Adel.


"Kalau begitu aku tinggal ya. Aku ingin melihat si kembar," sahut Stella yang pergi meninggalkan Adel.


Adel hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum manis. Melihat kepergian Stella, Adel merasakan ada perasaan yang mengganjal di dalam hati. Rasanya Adel memiliki ikatan batin dengan Stella. Namun Adel menepisnya dan mengenyahkan itu semuanya. Menurut Adel kasta mereka sangat berbeda.


Sesampainya di kamar Stella masuk dan melihat si kembar terlelap tidur. Senyumnya yang merekah menghiasi bibir mungilnya itu. Stella berharap kelak suatu saat nanti dirinya diberikan anak-anak yang lucu seperti mereka.


Surabaya Indonesia.


Selesai mengecek produksi barang Lampard membuka email dari Jake. Lampard membuka email itu dan membaca semua informasi tentang Kurumi Company. Matanya yang sedari tadi sayu berubah menjadi merah. Tangannya mengepal dan giginya gemelutuk. Lampard langsung memukul tembok.


Di ambang pintu Ian memandang wajah Lampard yang berubah drastis. Ian bergidik ngeri sambil hatinya meringis. Kemudian Ian mendekati Lampard sambil bertanya, "Ada apa?"


"Baca semua informasi yang di email!" geram Lampard.


Ian menganggukan kepalanya sambil meraih ponselnya Lampard. Lalu Ian membaca semua informasi tentang Kurumi Company. Mata Ian membulat sempurna dan menggelengkan kepalanya sambil menghembuskan nafasnya, "Jadi Stella adalah ahli waris Kurumi Company!"

__ADS_1


Lampard menganggukan kepalanya membenarkan perkataan Lampard. Mereka sungguh terkejut dengan informasi tersebut. Setelah meledakkan amarah Lampard segera menetralkan wajah sambil berkata, "Selama ini kita dibohongi oleh John sialan itu."


"Maksudnya?" tanya Ian yang bingung.


"Kamu enggak tahu apa maksudnya?" tanya Lampard.


"Nope," jawab Ian yang benar-benar tidak tahu.


"Kamu tahu selama ini media massa dan elektronik dibuat bodoh. John sering mengatakan kalau ahli waris Kurumi baik-baik saja dan menceritakan bagaimana keadaan Stella. Lalu apa yang kita dapat di dalam informasi itu. Kita mendapatkan kebohongan yang nyata!" sungut Lampard berapi-api.


Yang dikatakan Lampard benar adanya. Selama ini John sang CEO Kurumi Company telah membohongi publik. Selama ini John mengatakan kalau Stella baik-baik saja. Bahkan Stella sedang sibuk di perusahaan. Namun nyatanya tidak benar, Stella hidup di perkampungan kumuh. Bahkan tempat yang ditinggalkannya bukan tempat yang layak. Lampard memijiti keningnya sambil berkata, "Aku harus melakukan sesuatu."


"Apa itu?" tanya Ian.


"Aku ingin meminta tolong kepada Alexa untuk menanyakan hal ini ke Stella," jawab Lampard.


"Ide bagus itu. Aku ingin tahu semuanya tentang Stella," ucap Ian sambil menyunggingkan senyumnya.


"Apakah kita akan berdiskusi dengan Alexa?" tanya Ian.


"Ya," jawab Lampard. "Siapkan jetku!"


Ian segera menghubungi pilot untuk mempersiapkan jet pribadinya. Lalu Ian mengatakan kalau jetnya akan berangkat sejam lagi. Lampard segera memasukkan laporan pengawainya ke dalam tas. Rencana hari ini Lampard akan bermalam di Surabaya. Berhubung Jacob memberikan informasi itu setelah pengecekan barang Lampard semakin tidak berkonsentrasi.


"Gara-gara John sialan itu aku sudah gak berselera lagi," keluh Lampard. "Ambil roti susu tiga lusin. Aku ingin memberikan kepada ketiga cucuku."


"Pak Bas sudah menyiapkan semuanya. Tinggal kita membawanya saja," jawab Ian.


"Kalau begitu ayo kita berangkat!" ajak Lampard.


Kurumi Company.

__ADS_1


Seorang gadis muda yang wajahnya berantakan masuk ke dalam ruangan CEO. Gadis itu menangis meraung-raung sambil menjatuhkan dirinya ke lantai. John yang sedang memeriksa keadaan perusahaan sangat terkejut sekali melihat keadaan sang putri. Lalu John menghentikan pekerjaannya itu dan berdiri mendekati gadis itu sambil jongkok.


"Ada apa?" tanya John yang melihat wajah gadis muda itu yang mengenaskan.


"Stella pa... Stella pa... Dia telah menjebakku," jawab gadis muda itu sambil menangis.


"Apa?" pekik John. "Bagaimana dia menjebakmu?"


"Dia telah memberikan obat perangsang di dalam minumanku. Lalu Stella menyuruh pria yang kelaparan memperkosaku," jawab gadis itu.


John yang telah mendengar apa yang dikatakan gadis itu sangat geram. John berdiri dan langsung meraih ponselnya untuk menghubungi kepala pengawalnya. Sedangkan gadis itu tersenyum manis dan berkata dalam hati, "Skakmat lu Stella. Sebentar lagi papa akan menemukanmu."


John yang selesai menghubungi pengawalnya langsung menatap wajah sang putri. Sang putri kembali menangis meraung-raung. John hanya bisa menggelengkan kepalanya sambil berteriak, "Party! Segera bangun dari sana! Jangan pernah permalukan papa dengan sikapmu yang seperti kekanak-kanakan!"


"Tapi pa... harga diriku hancur karena Stella," ucap Stella yang sesenggukan.


"Papa sudah menyebarkan para pengawal untuk mencari Stella. Tunggulah beberapa hari. Jika ketemu dengan Stella, apa yang kamu lakukan?" tanya John.


"Aku ingin meminta pertanggungjawaban Stella. Seharusnya Stella melindungiku tapi malah menjebakku," jawab Patty.


"Kalau begitu lakukanlah apa maumu. Berdirilah sekarang. Jangan seperti itu!" suruh John dengan lembut.


Kemudian Patty berdiri dan membereskan pakaiannya. Setelah itu Patty mendekati John dan mencium pipi sang papa sambil mengucapkan terima kasih.


Patty cepat-cepat meninggalkan John dengan wajah sumringah. Dibalik kepura-puraannya itu Patty sebenarnya menjebak Stella. Dengan akal liciknya Patty ingin membuat Stella hancur. Namun Patty tidak tahu di mana Stella berada. Jika mengetahui di mana Stella hidup, Patty tidak akan bisa mengambilnya begitu saja.


Kenapa Patty tidak bisa mengambilnya? Karena jika Party mengambilnya maka hidupnya akan menjadi bulan-bulanan keluarga Snowden. Jangankan berbulan-bulan, dua jam saja Lampard bisa membuatnya hancur. Mau lebih kilat lagi, Lampard bisa membuat Patty bisa menderita.


Stella yang sedang memunggu si kembar tidur teringat akan kenangan masa kecilnya. Air matanya mulai menetes dan membiarkan mengalir. Entah kenapa hari ini hatinya sangat sedih. Jika boleh memilih, Stella tidak ingin menjadi dewasa. Stella ingin hidup seperti mereka. Namun Stella harus mengikuti arus kehidupannya.


Stella mengangkat kepalanya sambil melihat langit-langit di atas. Lalu Stella meminta kepada Tuhan agar ke depannya menjadi lebih baik lagi. Stella ingin lepas dari cengkraman keluarganya yang tamak itu. Akan tetapi Stella tidak bisa melakukannya. Stella harus mencari bala bantuan agar bisa melepaskan semua jeratan ini.

__ADS_1


__ADS_2