
"Janganlah kamu bersedih seperti itu. Buatlah dirimu nyaman seperti dahulu pertama kita mengenal. Kita harus saling bahu-membahu dan membangun rumah tangga ini lagi. Sebentar lagi aku akan mengganti identitasku agar mereka tidak curiga. Tapi aku harus berunding dulu pada rampar dan kawan-kawan. Nanti sore aku akan mengajakmu ke mansion Giovanni Banderas," hibur Agatha kepada Anita.
"Apakah itu benar jika putra-putri kita tinggal di sana?" tanya Anita yang terkejut mendengar nama Giovanni Banderas.
"Ya itu benar. sekarang aku sedang mendekati Giovanni hanya untuk membantuku merebut atau menghancurkan Kurumi," jawab Agatha dengan serius.
"Kamu tahu siapa Giovanni?"
"Ya aku mengetahuinya. Di tangan dinginnya itu Taurus Corps berjaya hingga saat ini.Semua orang yang bekerja di sana mendapatkan keistimewaan yang telah diberikan oleh Gio."
"Syukurlah kamu mengetahuinya. Giovanni Banderas dan putrinya itu adalah orang yang memiliki harta yang melimpah ruah. Tapi mereka tidak sombong sekali. Bahkan hampir setiap minggu aku mendengar sendiri, mereka selalu bagi-bagi sembako kepada orang yang tidak punya."
"Mereka dinobatkan sebagai keluarga dermawan di salah satu majalah bisnis di dunia ini. Bahkan nama-nama terkenal pun ditendangnya oleh mereka. Aku nggak tahu kenapa mereka tersingkirkan lebih jauh."
"Kamu benar. Kadang-kadang aku nggak percaya jika putriku bekerja di keluarga Banderas."
"Tapi kita harus bersyukur dengan keadaan Adelia. Mereka sangat melindungi pegawainya jika terjadi apa-apa. Jujur saja Alexa dan lainnya tidak akan membiarkan orang-orang yang disayangi itu akan menderita. Apalagi mereka sudah memutuskan untuk membela orang-orang yang dibully oleh sesamanya. Itulah kenapa keluarga itu sangat unik sekali. Aku sendiri saja sering mendengar beritanya. Mereka jarang sekali membuat berita kontroversi. Ditambah lagi dengan hal-hal yang tidak berguna ditayangkan di publik. Begitu juga dengan putrinya itu yang memiliki sifat santun dan sederhana. Bahkan di kantong celananya selalu setia uang agar diberikan kepada orang-orang yang membutuhkannya."
"Aku berdoa mereka akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih dari Tuhan. Rasanya aku ingin bertemu dengan anak-anakku."
"Tadi aku mendapatkan laporan dari Lampard, kalau pagi ini kita tidak bisa ke sana. Lebih baik sore saja kita ke sana. Lompat mengatakan kalau Stella akan diperiksa di rumah sakit Snowden."
__ADS_1
Sontak saja Anita terkejut mendengar pernyataan dari Agatha. Anita menatap wajah Agatha sambil bertanya, "Ada apa dengan putriku yang sebenarnya?"
"Apakah aku sudah pernah cerita soal keadaan Stella? tanya Agatha balik.
"Kamu belum cerita apa-apa tentang keadaan Stella," jawab Anita.
"Baiklah aku ceritakan.tapi kamu harus berjanji tidak boleh gegabah melakukan sesuatu hal," pinta Agatha.
Akhirnya Agatha bercerita tentang keadaan Stella. Lalu di saat Anita mendengar putrinya celaka, Anita sangat marah. Anita tidak akan bisa melepaskan siapa pelaku utamanya itu. Akan tetapi Agatha memegang tangan Anita sambil mengelus-ngelus rambutnya. Kemudian Agatha berkata, "Janganlah kamu menyimpan dendam itu di dalam hatimu. Biar aku saja yang melawan mereka. Jika kamu melawannya, kemungkinan besar Tuti akan menyerangmu. Karena Tuti tahu kelemahanmu berada di mana. Biarkanlah mereka bersenang-senang terlebih dahulu." Setelah itu kita hancurkan."
Anita mengangguk setuju sambil tersenyum manis dan menatap wajah Agatha. Lalu wanita itu memeluk sang suami dengan erat. Syukurlah keluarga Anita akan kembali lagi ke masa dahulu. Lalu, Bagaimana dengan keluarga Tutik? Mereka akan membuat rencana bersama untuk menghancurkannya. Apalagi mereka sudah bekerja sama dengan mafia dari Meksiko.
Selesai memakai baju Adelia tersenyum manis sambil berkata, "Kamu sangat cantik sekali memakai baju ini. Aku harap Asmoro tidak membuat masalah lagi sama kamu."
"Memang. Aku sependapat denganmu. Tapi kalau pria sudah berkata seperti itu. Tandanya warning buat kita. Bahkan Kak Ian sering komen tentang pakaianku itu. Jika memakai pakaian seperti itu, Kak Ian lah orang yang pertama memberikan komentar pedas untuk mengganti pakaianku," ucap Adelia sambil tersenyum manis.
"Ternyata Kak Ian galak ya?" tanya Stella dengan jujur.
"Kak Ian gak galak kok. Itu tandanya Kak Iyan sangat sayang kepadaku. Bahkan Kak Ian sendiri sudah mengatakan kalau aku adalah bidadarinya. Soal berpakaian aku selalu meminta pendapatnya terlebih dahulu. Jangan sampai orang yang di luar sana terutama pria yang menatap kita secara liar. Jujur aku sangat jengkel sekali melihat pria seperti itu," jawab Adelia.
"Ternyata masih ada ya pria seperti itu? Mending kamu rawat seperti barang antik. Jujur pria seperti itu hanya ada segelintir orang saja. Tapi kapan ya aku bisa memiliki pria seperti itu?" tanya Stella.
__ADS_1
"Bukankah kamu sudah mendapatkan Asmoro? Wajahnya sangat tampan sekali dan sopan. Bahkan wajahnya seperti artis Korea sekarang ini yang sedang happening," jawab Adelia.
"Sadari dulu aku tidak pernah nonton TV. Bahkan ponsel pun tidak punya sama sekali. Sudah aku katakan hidupku itu sangat menderita. Punya rumah mewah tapi rasanya seperti hidup di neraka. Apalagi ditambah dengan nenek-nenek yang selalu menyuruhku tanpa ada penjelasan. Kalau salah dikit aja rotan pun melayang ke tubuhku ini. Jangankan nenek-nenek, kakek-kakek juga sama. Ditambah lagi dengan seseorang berprofesi model itu sangat jahat sekali. Itulah kenapa aku tidak pernah mendapatkan isi berita atau mengikuti artis Korea manapun," Sheila mencurahkan isi hatinya yang paling dalam hingga membuat Adelia menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu ayo kita keluar. Kamu sudah perfect sekali memakai baju itu," ajak Adelia sambil memegang tangan Stella ke taman.
Sementara itu Asmoro selesai membersihkan tubuhnya. Pria itu memakai baju santai dan keluar dari kamar. Saat keluar dari kamar Asmoro tidak sengaja menatap Stella sedang memakai baju ala-ala orang zaman dahulu. Entah kenapa Asmoro segera mendekatinya lalu berkata, "Kamu sangat cantik sekali memakai pakaian seperti itu."
"Terima kasih," balas Stella sambil tersipu malu.
"Kalau begitu kalian Pergilah. Aku akan kembali belajar memasak," ucap Adelia yang membuat Asmoro menatap wajahnya.
"Belajarlah dengan rajin. Buatlah makanan yang enak. Kelak Ian akan ketagihan memakan masakanmu itu," usul Asmoro sampai Adelia menganggukan kepalanya.
"Aku setuju dengan pendapatmu. Memang masakan Adelia sangat enak sekali. Dalam jangka beberapa bulan berat badanku bisa naik secara drastis," seru Ian yang mendekati Adelia sambil tersenyum.
"Aku baru tahu kalau kamu menyukai masakan Adelia. Baguslah... Kalau begitu cepatlah kalian menikah. Buatkanlah kami keponakan-keponakan yang lucu," ujar asmara kepada pasangan itu.
"Apa nggak salah? Seharusnya kamu yang menikah terlebih dahulu setelah itu aku," kesal Ian.
"Nggak usah kesal seperti itu. Lebih baik kita menikah secara bersamaan. Bagaimana menurutmu?" usul Stella yang tidak mau melihat kedua pria itu ribut.
__ADS_1
"Apakah kamu serius dengan usulanmu itu?" Tanya Asmoro sambil tersenyum manis.