Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Saran Dari Leon.


__ADS_3

"Saran apa itu?" tanya Asmoro.


"Saran yang di mana membuat Kakak tenang," jawab Leon.


"Boleh itu," sahut Asmoro.


"Tenangkanlah hati kakak untuk sementara waktu. Lupakanlah masalah ini dan pergilah ke Kak Stella. Setelah itu ajaklah Kak Stella makan lalu bercanda," ujar Leon.


"Apakah aku bisa melakukannya?" tanya Asmoro.


"Yakinlah pada hati kakak untuk sementara waktu. Suatu hari nanti, Kakak bisa mengendalikan iblis di dalam hati. Kakak juga bisa menjadi orang penyabar. Ditambah lagi Kakak bisa menjadi seseorang yang bisa sabar menghadapi masalah," jawab Leon yang memberikan saran kepada Asmoro.


"Saran kamu boleh juga. aku juga akan melakukannya. Memang seharusnya kalau kita memiliki masalah, kita harus pergi ke pasangan dan mengajaknya bercanda. Lama-lama kita akan melupakan masalah itu," sambung Ian.


"Akan aku coba," ucap Asmoro sambil berdiri dan meninggalkan mereka.

__ADS_1


Akhirnya Asmoro meninggalkan mereka yang sedang melaksanakan tugasnya. Asmoro mendekati Stella dan mengulurkan tangannya.


Stella yang melihatnya sambil tersenyum dan mengangkat wajahnya. Stella memegang tangan kekar Asmoro kemudian beranjak berdiri.


"Del," panggil Asmoro.


"Iya Kak," sahut Adelia.


"Kamu di sini ya. Aku ingin berbicara sesuatu sama Stella," pamit Asmoro.


"Tidak apa-apa. pergilah kalian," balas Adelia sambil tersenyum manis dan mengacungkan jempolnya ke arah mereka.


Dengan penuh kesabaran, Stella akhirnya memeluk Asmoro sambil mengelus-ngelus punggung lebarnya. Seketika jiwa iblis Asmoro perlahan menghilang. Lalu hati Asmoro menjadi tenang. Ia tidak jadi marah-marah apalagi membentak seseorang. Apalagi ketika mencium aroma tubuh Stella. Hal ini membuatnya menjadi candu. Ditambah dengan kulit lembut Stella. Membuat hati Asmoro menjadi deg-degan seperti orang baru jatuh cinta.


"Kamu kenapa Kak?" tanya Stella.

__ADS_1


"Aku nggak apa-apa," jawab Asmoro.


"Nggak apa-apa kok sepertinya pengen makan orang saja,"celetuk Stella.


Asmoro terkejut apa yang dikatakan oleh Stella. Lalu Asmoro tersenyum sambil berbisik, "Aku ingin merasakan seperti ini lebih lama lagi. Nanti akan aku ceritakan apa yang telah terjadi."


"Sepertinya itu bukan ide yang buruk. Ya sudahlah kalau begitu," ucap Stella yang bersabar menunggu Asmoro bercerita.


Bener apa yang dikatakan oleh Leon. Sebuah pelukan ternyata bisa meredakan semuanya. Apalagi pelukan itu berasal dari orang tercintanya.


Ketika Asmoro memeluk Stella. iblis yang di dalam hatinya langsung menghilang. Tak pernah terbayangkan kalau cara Leon adalah cara terbaik. Bagaimana tidak? Asmoro merasakan ketenangan di dalam jiwanya. Sekarang jadi pertanyaannya, apakah Asmoro akan menceritakan tentang dirinya bersama perusahaannya itu? Ataukah Asmoro memilih diam. Agar setelah tidak takut kepadanya.


Hampir setengah jam mereka berpelukan seperti ini. Kemudian Asmoro melepaskan lalu memegang tangan Stella. Ia mengajak Stella duduk di tepi ranjang. Sebelum duduk Asmoro mengambilkan air minum untuk Stella.


"Minumlah terlebih dahulu. Aku ingin kamu tahu tentang kehidupanku sebenarnya," pinta Asmoro sambil memberikan air mineral itu kepada Stella.

__ADS_1


Stella mengambil air itu dan meminumnya hingga tandas. Selesai menghabiskan air itu, Stella menaruh botol tersebut di atas nakas. Dengan senyumnya yang merekah, Stella menepuk-nepukkan bagian samping, agar Asmoro duduk di sampingnya.


"Duduklah bersamaku di sini. Aku ingin kamu menceritakan semuanya. Siapa tahu aku memiliki solusi untuk memecahkan masalahmu itu," pinta Stella yang disambut anggukan dari Asmoro.


__ADS_2