
"Memang. Aku sering sekali bermain bersama mereka," jawab Hatori.
"Apakah kakak sudah selesai bekerja?" tanya Adelia.
"Ya aku selesai bekerja. Pekerjaanku banyak sekali harus mengecek satu persatu. Apalagi aku besok disuruh mencari supplier buah-buahan. Mereka sangat membutuhkan buah-buahan untuk diambil sarinya," jawab Hatori.
"Apakah kami boleh ikut?" tanya Adelia.
"Maaf dek, lain kali saja. Aku tidak bisa mengajakmu keluar," jawab Hatori karena sudah mendapatkan warning dari Asmoro.
Adelia tidak membalas namun mengerti akan situasi di luar sana. Jika salah satu dari mereka keluar, maka sang musuh mengejar mereka. Dengan terpaksa mereka harus bersembunyi terlebih dahulu.
Di tempat lain John dan Merry selesai melakukan ritual hubungan intim. Mereka saling memandang dan melihat. Meskipun John usianya sudah hampir kepala lima, namun staminanya sangat bagus sekali. Apalagi yang diajaknya itu adalah daun muda. John bertambah semangat untuk melakukannya.
"Apakah kamu puas melakukannya?" tanya Merry.
John tersenyum puas sambil berkata, "Ya.. Aku sangat puas sekali. Aku tidak bisa membayangkan permainan kamu sangat mendominasi."
"Oke," ucap Merry sambil menuangkan air di gelas untuk John. "Apakah kamu akan kembali ke keluarga Sialan kamu itu?"
"Tergantung," jawab John.
"Kamu tidak mau tinggal bersamaku di sini? Jika kamu mau aku akan memberikan banyak fasilitas. Karena aku adalah seorang putri mafia yang sangat terkenal itu."
"Aku tahu itu. Tapi kenapa kamu memintaku untuk hidup bersamaku? Bukankah kamu pandai mencari pria muda untuk dijadikan kekasih?"
"Ya itu benar. Aku ke sini hanya untuk menjalankan misi dari papaku."
"Tuan Liam?"
"Ya Tuan Liam. Kenapa?"
"Aku sangka kamu disuruh Nyonya Bella ke sini."
__ADS_1
"Tidak. Mama tidak pernah memintaku kesini."
"Misi apa yang Tuan Liam berikan kepadamu?"
"Salah satunya adalah pengembangan obat yang telah kamu rancang sedemikian rupa. Aku yakin obat itu bisa diproduksi dengan jumlah besar."
"Obat itu bisa membuat manusia menjadi zombie secara mendadak."
"Wah benarkah itu? Sepertinya aku tertarik untuk melihat perubahan manusia itu menjadi zombie?"
"Nanti malam aku akan mengantarmu ke markas."
"Terima kasih Tuan."
"Oh, jangan memanggilku tuan. Panggil saja John. Kamu sangat menarik sekali ketimbang istriku yang bodoh itu."
"Sepertinya kamu sudah muak dengan istrimu itu?"
"Bagaimana ceritanya kamu bisa menutupi kerugian perusahaan tersebut?"
"Anak dan istriku diam-diam mengambil uang kas di perusahaan itu sebanyak-banyaknya. Mereka tidak tahu akibat mengambil uang dari kas perusahaan tersebut. Jujur aku sangat pusing sekali untuk mencari tambahan kas itu."
"Sudah aku duga. Makanya aku menyuruhmu melepaskan perusahaan itu. Aku yakin kamu sangat pandai sekali berbisnis. Tapi istrimu sangat boros sekali dan menghambur-hamburkan uang perusahaan."
"Dengan terpaksa aku melakukannya. Untung saja aku memiliki uang diam-diam melalui bisnis haram ku itu. Jika aku tidak memiliki uang. Otomatis aku tidak bisa merasakan hangatnya ranjang dari perempuan-perempuan muda."
"Memang kejam mereka. Aku tidak percaya kalau istrimu itu ternyata lintah darat untukmu. Sekarang Apa yang kamu lakukan sama istrimu itu?"
"Aku akan menceraikannya. Beberapa bulan terakhir aku sudah bosan hidup bersamanya. Diam-diam aku harus berpura-pura untuk berhadapan langsung dengan mereka."
"Oh bagus itu. Aku akan mendukungmu satu persatu. Lalu bagaimana dengan putrimu itu?"
"Sama saja. Dia bukan putriku. Sebelum menikah istriku sudah hamil duluan. Aku tahu siapa pria yang menghamilinya."
__ADS_1
"Bukankah kamu langsung menceraikannya saat itu juga?"
"Tidak. Aku memang sengaja menjebaknya secara diam-diam. Dan sekarang aku yang terjebak."
"Maksud kamu apa?"
"Saat itu aku bekerja di perusahaan Kurumi dan menjadi kaki tangan Agatha. Lalu aku berkenalan dengan Tutik adik dari Anita istri Agatha. Aku sangka dia adalah wanita yang sangat anggun. Lalu aku putuskan untuk mengenalnya lebih dalam. Setelah mengenalnya aku diam-diam menikahinya. Dan ternyata dia hamil duluan. Lalu aku cek siapa pria yang menghamilinya? Ternyata dia hamil dari kuli bangunan."
"Astaga... Semurah itukah harga dirinya istrimu?"
"Entahlah. Kalau diingat-ingat pasti merasakan sakit hati yang parah. Aku harap semuanya ini cepat berakhir."
"Bagaimana mereka akan membuka aibmu di sosial media?"
"Aku nggak peduli soal itu. Dia tidak mengetahui aibku bagaimana? Aku bisa saja menuntutnya karena menjabarkan nama baik seseorang."
"Lalu, Bagaimana dengan Agatha bos kamu itu?"
"Jujur aku sedikit menyesal karena membuang Agatha dari perusahaannya sendiri. Aku ingin mencarinya dan meminta maaf lalu mengembalikan Kurumi. Di tangan dinginnya, aku dan karyawan lainnya mendapatkan bonus plus-plus dari dia. Aku juga membuat putrinya menderita. Aku nggak bermaksud melakukan itu. Aku sangat menyesali perbuatan itu. Sebab mereka menyuruhku untuk menyiksanya."
"Ya aku tahu itu. Intinya anggota Exodus telah memiliki prinsip hidup yang nyata. Mereka tidak akan menyakiti anak-anak. Karena mereka sendiri adalah manusia normal yang bisa membuatnya jatuh cinta terhadap senyumannya itu. Tapi kamu sudah keterlaluan sekali kepada putrinya itu. Kenapa kamu tidak membuangnya saja dan membiarkan dia dirawat sama orang lain?"
"Aku pernah melakukannya. Tapi si wanita ular itu pandai menemukannya. Dia menyewa agen mata-mata untuk mencarinya. Dengan terpaksa aku tidak membuangnya lagi. Setelah besar aku memang menendangnya keluar. Aku sudah tidak ada urusannya lagi sama gadis itu. Aku ingin gadis itu berusaha mencari hidupnya sendiri apalagi kedua orang tuanya. Jujur hatiku sakit jika mereka menyiksanya."
"Berarti kamu punya hati sama gadis itu?"
"Ya itu benar. Aku tidak akan membiarkan gadis itu menderita. Akan tetapi wanita ular itu bersama anaknya telah mencarinya kemana-mana dan menemukannya. Hingga akhirnya mereka menemukannya dan tetap saja menyiksanya. Aku tidak bisa membayangkan Bagaimana rasa sakit hati gadis itu."
"Sorry, gara-gara aku lukamu menganga menjadi besar. Aku juga seorang mafia dan suka membunuh mendengar ceritamu sangat menyedihkan itu. Kalau aku berada di kamu. Aku akan membuangnya ke suatu daerah. Yang di mana mereka tidak akan menemukannya."
"Sebenarnya aku sudah mencari cara agar gadis itu menghilang dari kota ini. Aku memakai nama papamu Itu demi menyelamatkan gadis tersebut. Aku memang menggaungkan jika gadis itu dijual ke ketua mafia Exodus. Mereka sangat senang sekali dan mendapatkan uang yang banyak sekali. Mereka sudah merencanakan untuk menghabiskan uang itu demi memburu barang-barang branded. Namun nyatanya Aku gagal melakukannya. Diam-diam putrinya itu memiliki sebuah rencana untuk membunuhnya. Yang pertama dia memang menyewa seorang pembunuh untuk membunuhnya. Yang kedua gadis itu tertembak tiga kali di tubuhnya. Untung saja nyawa gadis itu selamat. Sekarang dirawat oleh seorang konglomerat yang menguasai bisnis di dunia ini. Aku tidak bisa melakukan apa-apa. Sebagai gantinya aku melepaskannya dan membiarkan dia hidup."
"Apakah kamu akan mencarinya setelah ini?" tanya Merry dengan serius.
__ADS_1