Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Terancamnya Keluarga John.


__ADS_3

Malam pun tiba.


Asmoro sedang duduk di bawah pohon mangga ini mengecek pekerjaannya. Tiba-tiba saja datang Iyan dan menepuk pundak Asmoro. Setelah itu Ian duduk di samping Asmoro sambil berkata, "Aku hampir saja lupa dengan kejadian tadi sore."


"Apa itu?" tanya Asmoro.


"Di kantor ada seorang penyusup yaitu ibu-ibu. Dia masuk ke dalam kantormu untuk mencari beberapa berkas. Untung saat itu aku ingin mengambil beberapa berkas untuk kamu kerjakan," jawab Ian dengan serius. "Kata Hatori ibu-ibu itu bekerja di sini hanya untuk mencari biaya perawatan seorang suaminya."


"Bukankah kita tidak boleh mempekerjakan seorang ibu-ibu di dalam perusahaan? Sudah jelas peraturan di perusahaan tidak boleh memasukkan ibu-ibu," ucap Asmoro sambil memperingatkan Ian.


"Kan aku sudah bilang, kalau ibu-ibu itu hanya mencari berkas di kantormu. Aku nggak tahu kenapa ibu-ibu itu bisa masuk ke dalam. Itulah yang jadi pertanyaanku saat ini," jelas Ian.


"Apakah ibu-ibu itu adalah kubu lawan kita?" tanya Asmoro.


"Lebih baik kita ke markas aja. Aku belum mengorek informasi. Setelah dari kantor Aku sengaja ke sini untuk menjemputmu. Tapi kamu sudah mulai merayu Stella. Sepertinya kamu memiliki perkembangan yang baik karena wajah barumu itu," jawab Ian.


Asmoro tidak menjawab langsung beranjak berdiri. Pria itu segera menghilang dari pandangan Ian. Ian yang baru sadar Asmoro telah pergi segera menyusulnya. Jujur saja sang asisten itu pun sangat bahagia pada perubahan Asmoro.


Di tempat lain John bersama Thomas sedang bersantai. Mereka menikmati sebotol Vodka di sebuah ruangan rahasia. Tak lama ada seseorang mengetuk pintu. Lalu John berteriak untuk menyuruhnya masuk ke dalam.


"Masuklah!" teriak John.


Pria itu masuk ke dalam sambil menatap wajah John dan Thomas dengan pucat. Seketika pria itu membungkukkan badannya sambil memberikan hormat dan menyapanya, "Selamat malam Tuan John dan Tuan Thomas."

__ADS_1


"Ada berita apa? Apakah mata-mataku sudah mendapatkan berkas-berkas dari S&T?" tanya John.


"Maaf tuan. Tidak ada laporan dari Imah. Jika tidak ada laporan kemungkinan besar Imah sudah tertangkap. Ini hanya firasat saya," jawab orang itu.


"Firasat! Kamu mengatakan itu hanya firasat! Betapa bodohnya dirimu ini! Lama-lama Aku akan membunuhmu!" bentak Thomas dengan nada meninggi.


"Itu benar tuan. Saya tidak mengada-ngada. Tuan tahu kan kalau sang CEOnya itu orang yang sangat cerdik sekali. Sangking cerdiknya Lampard tidak bisa tertangkap oleh siapapun. Bahkan dunia bawah tanah pun angkat tangan jika mendengar nama Lampard," ujar pria itu dengan jujur.


Thomas hampir melupakan siapa itu Lampard. Ia mengakui kepiawaian Lampard dalam menangkap musuh. Diam-diam Thomas mengagumi Lampard. Apakah mereka tahu jika Lampard sudah berubah menjadi Asmoro? Bisa dikatakan Lampard dalam bahaya karena tidak memiliki tempat di dunia bawah tanah. Maka dari itu Asmoro harus bisa memupuk pengalamannya lagi di dunia bawah tanah.


"Cepat cari Imah sekarang!" perintah John.


"Baik tuan. Saya akan melaksanakannya sekarang," balas pria itu.


"Bagaimana ini jika Imah tertangkap?" tanya John dengan gusar.


"Kalau Imah tidak mengambil berkas itu kemungkinan besar kita bisa mengorbankannya. Jika Imah belum mengambil berkas itu kita tidak bisa melakukan apa-apa. Apalagi Imah sudah mengetahui seluk beluk Exodus cabang Asia. Jangan sampai Lampard tahu tentang hal ini," jelas Thomas yang membuat John gusar.


"Aku tidak bisa membiarkan Imah bercerita di depan Lampard. Jika Imah cerita karirku langsung hancur. Kamu tahu kan Lampard itu siapa?" tanya John.


"Seorang pengusaha terkenal di Eropa dan sekarang merambah ke Asia. Jika terjadi Exodus akan terancam. Aku harus menghubungi Liam untuk meminta solusi selanjutnya," jawab Thomas.


"Apakah pria tua itu bisa mempengaruhi Exodus di Asia?" tanya John yang tidak mengerti tentang Black Horizon.

__ADS_1


"Apakah kamu tidak mengerti Black Horizon cabang Asia? Black Horizon sudah dipegang oleh Lampard ketika berada di negara ini. Ditambah lagi dengan ketua gangster yang bernama Martin. Kedua kelompok itu saling bekerja sama untuk menciptakan perdamaian di antara para mafia dan gangster di kawasan Asia. Mereka sengaja melakukannya agar tidak terjadi gesekan demi gesekan oleh mafia. Jika kita sering mengacau di sana. Bisa jadi Lampard menghabisi kita satu persatu. Di sisi lain pria tua itu memiliki kelebihan. Kelebihannya yaitu mengendalikan pesawat jet militer. Pria tua itu dengan senangnya bisa menghancurkan markas kita melalui udara," jelas Thomas yang membuat dirinya menggelengkan kepalanya.


"Apakah itu benar?" tanya John yang mulai terusik.


"Iya itu benar. Kemungkinan besar pria itu bisa melacak keberadaan markas kita yang berada di negara ini," jawab dong Mas yang mengakui kehebatan Lampard.


"Berarti kamu mengenalnya?" tanya John.


"Namanya sudah tertulis indah di dunia. Selain seorang pembisnis dia adalah seorang kaki tangan Gio yang sangat bahaya. Jika kamu mengusik kedamaian beberapa mafia di sini maupun di Eropa. Cepat atau lambat Exodus di Asia akan terancam," tomat yang menjelaskan cara kerja Black Horizon.


"Maksud kamu Giovanni Banderas. Seorang pria berkarismatik memegang Taurus Corps. Apakah dia termasuk ketua mafia?" John mulai bertanya-tanya tentang Black Horizon kepada Thomas.


"Iya itu benar. Gio adalah nama akrabnya. Pria tua itu sudah memiliki seorang putri yang bernama Alexa. Jangankan Gio, Alexa juga sangat berbahaya. Ditambah lagi Wanita itu sudah memiliki suami yang bernama Martin Snowden. Yang di mana Martin memiliki tingkat bahaya lebih tinggi lagi. Dia adalah seorang gangster dari Blue Diamond. Hobinya adalah suka menghancurkan para mafia maupun gangster yang suka mengusik perdamaian di Asia. Tidak ada orang yang menghentikannya. Jika ada yang menghentikannya. Orang itu nyawanya terancam," Thomas mulai menjelaskan siapa silsilah keluarga Gio.


Jujur saja John terkejut mendengarnya. Baru kali ini John mendengar keluarga gila yang suka menghancurkan para musuh seenaknya. Ia tidak sanggup berkata-kata lagi. Mendengar nama Alexa saja tubuh John sudah bergetar. Karena diam-diam Alexa tidak menyukai sesuatu hal. Lalu Bagaimana nasib John selanjutnya? Apakah John tahu? Jika Agatha bekerja sama dengan mereka. Ditambah lagi Stella sudah bersama keluarga Snowden.


"Ini tidak bisa dibiarkan! Aku harus melakukan sesuatu agar hidup kami tidak terancam!" John menggebrak meja dengan penuh emosi.


"Maksud kamu apa?" Thomas mulai mengerutkan keningnya sambil bertanya ada apa sebenarnya.


"Kamu tahu kan jika Kurumi ini adalah perusahaan yang sengaja aku rebut dari Agatha. Dengan demikian nyawaku dan nyawa keluargaku terancam. Aku harus menyingkirkan mereka satu-satu!" geram John.


"Apakah kamu yakin melakukannya?" tanya Thomas dengan serius.

__ADS_1


__ADS_2