Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
MERABAMU.


__ADS_3

Sean hanya menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis. Ia sangat bangga kepada adik kecilnya itu. Bagaimana tidak? Sang adik perempuannya sendiri telah mendandaninya hingga sedemikian rupa.


Di apartemen Stella sudah memakai gaun yang sudah diberikan oleh Asmoro. Namun dirinya tidak begitu nyaman memakai gaun. Mau bagaimana lagi? Stella sendiri harus menerima apa yang dipilihkan oleh sang suami.


"Sepertinya gaun itu sangat cantik sekali. Kamu seakan menjadi seorang wanita yang sempurna. Tapi sepertinya kamu nggak nyaman sama sekali," jelas Asmoro.


"Jujur aku memang nggak nyaman memakai baju ini. Aku bingung apa yang harus aku lakukan. Sekarang ini aku tidak bisa berjalan dengan cepat," celetuk Stella.


"Ya mau bagaimana lagi? Tapi kalau kamu nggak suka ya sudah. Bergantilah pakaian sana. Aku nggak marah sama kamu. Aku hanya ingin melihat kamu nyaman," jelas Asmoro.


"Aku tidak akan melepaskannya untukmu. Aku ingin menghargai pilihanmu. Aku ingin menjadi wanita yang bisa menghargai hasil keringat sang suami. Meskipun kecil aku harus menerimanya," ucap Stella.


Di dalam hati, Asmoro menjadi bahagia. Namun di sisi lainnya Asmoro menjadi sangat sedih. Iya bingung dengan Stella. Mau tidak mau Asmoro memutuskan untuk memilihkan sebuah pakaian bisa dipakai oleh Stella dengan nyaman.


"Kamu mau ngapain?" tanya Stella.

__ADS_1


"Mau mencarikan kamu sebuah baju yang agar nyaman dipakai. Kalau nggak nyaman begini? Nanti kamu tidak bisa bergerak dengan bebas," jawab Asmoro sambil membuka lemari Stella


Dengan senang hati Asmoro melihat pakaian dimiliki oleh Stella. Lalu Asmoro melihat wajah Stella dan memakai feeling untuk mengambil pakaian yang berada di dalam sana.


Asmara mengambil sebuah kemeja yang berwarna pink. Lalu ia memadukan bawahannya dengan memakai celana jeans berwarna hitam. Dengan begini Asmoro bisa melihat sang istri nyaman berpakaian.


"Aku tahu stylish kamu bagaimana? Kamu pakai ini saja sudah sangat cantik sekali. Tapi," puji Asmoro yang menggantungkan ucapannya dan menggelengkan kepalanya.


"Tapi apa?" Tanya Stella.


Plakkkk.


Sungguh kesal hari ini Stella. Bisa-bisanya Asmoro Masih memikirkan tentang apa yang akan dilakukan nanti malam. Entah kenapa dirinya hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"Kamu itu selalu saja mikirin soal olahraga malam terus. Nantilah," ucap Stella yang tiba-tiba saja menggantungkan ucapannya itu.

__ADS_1


"Nanti apa?" Tanya Asmoro.


"Kalau sudah waktunya aku akan membuka baju ini," bisik Stella sambil meraih kemeja itu dan meninggalkan Asmoro.


Tentu saja hati Asmoro berbunga-bunga malam ini. Ia semakin semangat untuk mendapatkan tiket melakukan olahraga malam. Dengan begitu Asmoro akan mengikuti acara makan malam bersama.


Hanya membutuhkan waktu beberapa menit, Stella sudah berganti pakaian. Untung saja kemeja yang dimiliki Stella tidak terlalu kecil. Jadi lekuk tubuh Stella tidak ada yang melihatnya sama sekali.


"Jadi kayak gini?" Tanya Stella.


"Sebenarnya aku bingung dengan diriku sendiri. Aku ini seorang Sultan. Aku bisa membelikanmu berbagai macam pakaian. Tapi kamunya nggak mau. Beberapa gaun telah kubeli namun kamu menolak untuk memakainya," jawab Asmoro.


Stella paham apa yang dikatakan oleh Asmoro. Ia tidak akan mungkin membangkang karena permintaan sang suami. Namun apa daya, dirinya sendiri tidak biasa memakai gaun.


"Maafkan aku Kak. Aku sendiri tidak bisa memakai gaun itu," ucap Stella.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Asmoro.


__ADS_2