Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Rencana Yang Membingungkan.


__ADS_3

"Kenapa kamu teriak seperti itu?" tanya wanita paruh baya yang terkejut akan teriakan John.


"Server utama Kurumi Company terkena virus semalam. Aku tidak bisa melakukan apa-apa. Sementara itu aku harus menunggu kedatangan anak IT. Tapi mereka sedang berlibur. Aku harus bagaimana?" tanya John.


"Kok bisa semuanya terkena virus?" tanya wanita paruh baya itu lagi.


"Aku enggak tahu Tutik. Aku harus bagaimana sekarang. Cepat atau lambat virus itu akan membabat habis semua data perusahaan,'' kesal John teradap sang istri.


"Papa ini bagaimana sih? Kok papa bodoh sih?" ketus Tutik dengan wajah menyala padam.


"Aku harus bagaimana?" tanya John yang merasakan kepalanya pusing.


"Papa,'' panggil seorang gadis yang baru saja datang.


"Ada apa?' tanya John.


"Masa papa lupa kalau kita memiliki Harlem,'' jawab gadis itu.


"Harlem pria yang tidak berguna itu! Aku sudah memecatnya!" geram John.


"Papa ini bodoh atau apa? Papa tahukan kalau dia adalah seorang hacker yang paling ditakuti oleh seluruh orang di dunia!" kesal gadis itu.


"Aku harus bagaimana, Party?" tanya John.


"Papa harus memanggilnya kembali ke sini. Kalau papa menunggu mereka selesai liburan enggak lama seluruh data perusahaan akan lenyap!" tegas Patty nama gadis itu.


"Kamu hubungi lagi! Semoga saja Harlem tidak pergi dari sini,'' ucap John.


"Tenang saja. Aku sudah menahan paspornya selama setahun ke depan. Aku yakin Harlem enggak akan pergi sebelum menemukan Stella sialan itu,'' jelas Patty yang tersenyum manis.

__ADS_1


"Wah... hebat kamu,'' puji Tutik.


"Kalau enggak hebat bukan namanya Patty,'' ucap Patty yang menghubungi Harlem.


John menghempaskan bokongnya di sofa kosong sambil menunggu Harlem. Lalu Titik mendekatinya dan duduk di sebelah sang suami. Kemudian Tutik memandang wajah John sambil bertanya, ''Kenapa kamu melakukan hal bodoh seperti itu? Bagaimana kalau seandainya semua data milik Agatha hilang? Lalu kita telah kehilangan semuanya? Apakah kamu mau bertanggung jawab semuanya? Aku susah payah menyingkirkan Agatha kamu yang malah sembrono!" kesal Tutik.


"Memangnya papa semalam ngapain sih?" tanya Patty yang penasaran apa yang dilakukan sang papa.


"Semalam papa membobol sistem keamanan milik S&T Company. Papa mau membuat down sistemnya hanya untuk menggertak. Kamu tahukan kalau S&T baru berdiri dua tahun yang lalu sudah memiliki cabang di mana-mana? Bahkan papa dengar kalau S&T sudah melebarkan sayapnya ke mancanegara. Gara-gara S&T, penjualan Kurumi anjlok,'' jelas John.


"Oh... perusahaan itu! Memang perusahaan itu sedang naik daun. Apakah papa tahu kalau S&T Company pemiliknya adalah Lampard Wolf, Martin Snowden, Jacob Snowden, Alexa Snowden dan Giiovanni Banderas. Merdeka adalah orang yang berpengaruh di dunia," jelas Patty. "Di tangan dingin mereka serta ilmu marketing S&T bisa berkembang menjadi besar."


"Ternyata kamu tahu ya?" tanya Tutik.


"Ya... tahulah. Aku memang ingin bekerja di sana. Karena gaji yang sangat menggiurkan sekali,'' jawab Patty yang tertarik pada gaji besar.


Seketika John memiliki sebuah rencana untuk mengetahui perusahaan itu. Lalu John melihat wajah Patty sambil tersenyum, "Kalau begitu kamu boleh kerja di sana."


"Seketika papa memiliki rencana. Papa ingin membeli semua saham dan mengakuisisi perusahaan itu,'' ujar John.


"Kenapa papa membeli saham milik S&T?" tanya Patty.


"Kamu tahu selama Stella belum ditemukan maka Kurumi tidak akan menjadi milik kita selamanya. Papa memiliki rencana baru yaitu melalui kamu. Papa akan menyusun rencana dan kamu harus menjalankan rencana itu dengan bersih. Jika kamu berhasil menaklukkan hati sang CEO dan bisa mempengaruhinya, maka papa akan memberikan kamu Kurumi Company. Bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk semuanya?" tanya John.


Mata Patty membulat sempurna mendengarkan rencana gila milik sang papa. Patty cepat-cepat menggelengkan kepalanya sambil protes, ''Papa gila kali ya... Papa tahu enggak kalau CEO nya itu sudah tua. Masa aku disuruh merayu kakek tua.''


"Apakah benar apa yang kamu katakan? Kalau sang CEO ternyata sudah tua?" tanya Tutik.


"Ya ma.. usianya baru saja menginjak lima puluh dua tahun. Bulan kemarin pria tua itu baru saja merayakan ulang tahunnya,'' jawab Patty.

__ADS_1


"Itu bagus nak. Kamu tidak perlu susah payah menunggu pria tua itu meninggal. Bisa dikatakan pria tua itu usianya sangat pendek. Cepat atau lambat pria itu akan pergi ke neraka. Jika dia mati maka seluruh asetnya akan jatuh ke tangan kamu. Dan kamu bisa menjadi konglomerat,'' usul Tutik sambil memberikan sebuah ide gila.


"Benar apa yang dikatakan oleh mama kamu. Tujuan kamu masuk kesana adalah merayu sang CEO. Lalu kamu nikahi. Apakah kamu paham usul mama kamu itu?' tanya John.


"Aku setuju pa. Aku juga ingin menjadi istri kakek tua itu. Rencana ini sudah aku susun sedemikian rupa. Memang semenjak awal bertemu dengannya aku sangat tertarik. Aku ingin mengajaknya pacaran. Namun aku belum bisa melakukannya,'' ucap Patty.


Mata John membulat sempurna dan melepaskan sepatunya. Dengan geramnya John melemparkan sepatunya ke arah Patty. Dengan cepat Party menghindari serangan dari John sambil bertanya, "Ada apa papa menyerangku?"


"Kamu itu jadi orang plin-plan tahu! Bisa-bisanya kamu menolak rencana papa. Sekarang kamu malah ingin memacari CEO S&T!'' geram John.


"Papa tahu enggak dengan istilah sugar Daddy?" tanya Patty.


"Ya tahulah. Memangnya kamu ingin menjadi simpanan sugar Daddy?" tanya John.


"Ya... iyalah pa. Teman-teman aku semuanya sudah menjadi simpanan pria tua. Masa aku enggak sih? Kan sayang tubuh seksi begini tidak dilemparkan ke sugar Daddy. Jadi aku sudah menemukannya yaitu Lampard Snowden. Siapa tahu aku bisa menjadi istri sahnya,'' celetuk Patty.


John memijiti keningnya karena rencana sang putri dan dirinya bertolak belakang. Dalam pembicaraan ini bisa dikatakan tidak nyambung sama sekali. Bisa dikatakan John dan Patty membuang waktu karena tidak searah. John ingin begini dan si Patty ingin begitu. Ingin ini ingin begitu ingin banyak sekali. Semua semua semua dapat dikabulkan. Dapat dikabulkan dengan kantong ajaib. Ah... jadinya aku ikut menyanyi. Kembali lagi ke dalam cerita receh sang author.


Di tempat lain empat orang pria sedang mengamati daerah sekitar Senayan. Jujur saja mereka sangat mengantuk sekali. Karena pertemuan rahasia itu selesai hampir Shubuh. Mereka berdiri tegak dan melihat anak-anak kecil bermain.


"Enak kali ya kalau sudah menikah?" tanya Imron.


"Bukannya kamu sama Dilla sudah resmi pacaran?" tanya Lampard.


Sontak saja Imron terkejut mendengar nama Dilla disebut oleh Lampard. Bagaimana Lampard tahu kalau dirinya sedang berpacaran dengan Dilla? Apakah Lampard berganti profesi sebagai mata-matanya?


"Kak,'' panggil Imron yang merasakan jantungnya berdetak kencang.


"Apa?" tanya Lampard.

__ADS_1


"Bagaimana kakak tahu kalau aku sedang berpacaran dengan Dilla?" tanya Imron dengan curiga.


__ADS_2