Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Tidak Bisa Memahami Sifat Wanita.


__ADS_3

Martin segera mematikan ponselnya dan melihat sebuah pesan. Ia membacanya terlebih dahulu sebelum menghubungi Derek. Jujur dirinya sangat terkejut dengan pesan tersebut. Pesan tersebut berisikan kalau S&T telah kehilangan uang lima milyar. Pelakunya adalah Pak Kevin dan Patty.


“Hmmp... berarti benar apa yang dikatakan oleh Ian,” gumam Martin. “Wah... ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.”


Ceklek.


Pintu terbuka.


“Bro,” seru Roth.


“Ada apa?” tanya Martin.


“Meeting bersama divisi keuangan bersama divisi pemasaran segera dimulai,” kata Rotth yang memperingatkan Martin.


“Bisa enggak dibatalkan untuk meeting kali ini?” tanya Martin yang beranjak berdiri.


“Ada apa?” tanya Roth. “Apakah anak-anakmu sedang ada masalah?”


“Bukan itu. S&T dalam masalah gawat,” jawab Martin.


“Kok bisa? Bukankah perusahaan tersebut dipegang sama Kak Asmoro baik-baik saja? Bahkan kalian sangat kompak dalam memilihnya sebagai CEO selama empat tahun belakangan ini.”


“Kalau soal pekerjaan aku percaya sama Kak Asmoro. Di tangan dinginnya beliau bisa membawa perusahaannya berskala internasional. Beliau juga ingin membawa perusahaan S&T Company ke dalam kancah internasional. Masalahnya ada yang mengambil uang sebanyak lima milyar,” jawab Martin yang memakai jasnya.


“Lalu, apakah Tuan Agatha yang mengambil uang itu?” tanya Roth yang sebenarnya tidak ingin menuduh orang.


“Jangan asal tuduh orang sembarangan,” ujar Martin. “Kak Agatha itu sudah memiliki kelebihan uang. Kalau pun beliau mengambil uang sebanyak lima milyar, buat apa? Dia bisa mengambil uang dari perusahaannya sendiri. Lagian juga kekayaan bersihnya sama dengan Kak Asmoro.”


“Aku enggak menuduh Kak Agatha yang aneh-aneh. Siapa tahu uang itu terselip. Aku juga berpikiran sama dengan kamu,” kata Roth.


“Hmmmp... yang mengambil adalah Pak Kevin dan Patty. Pak Kevin sengaja mengambil uang itu demi membiayai hidup Patty. Bayangkan saja uang lima milyar bisa diberikan Patty secara cuma-cuma,” jelas Martin.


“Patty! Maksud kamu Patty yang dipecat sama Alexa?” tanya Roth.

__ADS_1


“Iya. Aku juga terkejut. Kenapa ini bisa terjadi sama kita? Inilah yang menjadi pertanyaan buat semuanya,” jawab Martin yang mengambil ponselnya.


“Ya sudah kalau begitu. Aku langsung membatalkannya. Segera pergi dari sini. Kasihan Kak Asmoro yang bekerja keras demi mendapatkan gelar Internasional harus merasakan kerugian besar,” usir Roth yang sengaja memberikan semangat buat Martin.


“Baru kali ini aku diusir dari perusahaan,” kesal Martin yang meninggalkan Roth sendirian di ruangannya.


Martin dan Roth tidak habis pikir, kenapa ini harus terjadi pada perusahaan S&T. Bisa dibayangkan perusahaan tersebut harus kehilangan sebanyak lima milyar? Selama di tangan Asmoro, perusahaan tersebut semakin meroket. Laba yang dihasilkan juga sangat menggiurkan sekali. Bisa dikatakan S&T Company menempati nomor satu yang memiliki keuntungan besar.


Manchester UK.


Asmoro sangat gelisah tentang uang tersebut. Pasalnya uang yang berada di perusahaannya bukan uang miliknya. Uang itu adalah uang gaji karyawan bulan depan. Ia sangat kesal terhadap Pak Kevin.


Beberapa saat kemudian datang Stella. Sedari tadi Stella merasakan kegundahan Asmoro. Ia segera mendekatinya dan menaruh beberapa air mineral di depan Asmoro. Ia memeluknya dari belakang sambil berkata, “Kamu jangan bersedih.”


“Aku enggak bersedih. Tapi aku menahan jiwa iblisku keluar,” bisik Asmoro.


“Jangan kamu keluarkan begitu saja,” ujar Stella.


“Kamu tahu Patty semakin kurang ajar sekarang,” ucap Asmoro.


“Masalahnya bukan begitu. Kakak kamu akan dibunuh sama dia. Menurut data yang aku terima, Patty adalah seorang psikopat. Nanti kamu baca dech, artikel yang akan aku kirimkan setelah ini.”


“Sebaiknya enggak usah. Aku sudah merasakannya dari kecil hingga dewasa. Jika belum terluka dan mengeluarkan darah. Dia belum puas untuk menyakiti orang lain,” jelas Stella yang sering menjadi korban Patty.


“Lalu apa pendapatmu?” tanya Asmoro.


“Aku sudah biasa dengan dia. Makanya teman-temannya sering mengeluh tentang dia,” jawab Stella yang membeberkan sebuah bukti kepada Asmoro.


“Semalam aku bermimpi. Aku dikelilingi dua anak laki-laki dan dua anak perempuan. Mereka sangat tampan seperti aku. Kalau perempuannya sangat cantik sekali seperti kamu. Dan kamu menjadi ibu yang sangat bijak ketika merawat mereka,” ungkap Asmoro sambil memegang punggung Stella dan mencari kelemahannya.


Merasa ada yang tidak beres, Stella segera melepaskan Asmoro . Bisa-bisanya saat seperti ini, Asmoro sengaja membuatnya mend*sah. Ia segera menatap tajam ke wajah Asmoro sambil bertanya, “Ngapain kamu?”


“Hehehe... bukankah setiap masalah bisa dibereskan di ranjang?” tanya Asmoro.

__ADS_1


“Bukan begitu maksudnya. Kamu harus tahu kalau aku tidak datang bulan sebulan ini? Aku sangat resah dan gelisah tidak karu-karuan seperti ini,” kesal Stella.


“Ya baguslah. Kalau kamu tidak datang bulan,” jawab Asmoro yang tidak paham dengan wanita sama sekali. “Terus apa efeknya?”


“Masa enggak tahu sih?” tanya Stella dengan kesal dan meninggalkan Asmoro yang masih berada di ruangan kerjanya.


“Lha... istriku minggat!” seru Asmoro.


“Biarin!” ucap Stella dengan cemberut.


Melihat kepergian Stella, Asmoro hanya bisa menghela nafasnya berkali-kali. Ia teringat pada sang putri angkatnya bernama Alexa sudah menikah itu. Ia segera meraih ponselnya dan mengirimkan sebuah pesan.


Dalam waktu sepuluh menit, Asmoro mendapatkan sebuah pesan yang membuatnya bahagia. Ia langsung berlari dan keluar untuk mencari keberadaan Stella.


Stella masih kesal terhadap Asmoro sedang mengelilingi mansionnya itu. Ia melewati sebuah tempat gelap yang minim dengan cahaya. Ia lalu masuk ke dalam ruangan itu.


Bukannya takut, Stella memutuskan untuk masuk ke dalam. Ia melihat beberapa lampu yang menyala redup. Ia tidak sengaja melihat Ian dan Imron. Mereka berdua sedang berkoloborasi untuk membuat virus baru dan dikembang biakkan secara masal.


“Kalian ngapain disini?” tanya Stella yang mengerutkan keningnya.


“Seperti biasanya aku sedang membuat virus lalu dikembang biakkan secara masal. Lalu kamu ngapain disini?” tanya Ian yang melihat Stella.


“Aku kesal sama bos kamu itu. Masa dia enggak tahu masalah wanita?” tanya Stella balik yang hatinya masih kesal terhadap Asmoro.


Mereka hanya menepuk jidatnya berbarengan. Memang benar apa yang dikatakan oleh Stella, kalau Asmoro itu tidak paham dengan masalah wanita. Ia memang butuh banyak belajar dari asistennya ataupun lainnya. Jujur saat ini, Asmoro memang tidak memperdulikan Stella. Karena dirinya sedang dalam masa-masa kritis dalam perusahaan.


“Kamu itu sangat aneh sekali. Kamu kok baru sadar kalau Kak Asmoro itu tidak paham dengan wanita,” tanya Ian yang memberitahukan sifat Asmoro.


“Lalu aku bagaimana?” tanya Stella.


“Ya... kamu harus memberitahukan kepada Kak Asmoro. Tapi jujur selama ini beliau sangat baik sama kamu,” jawab Ian.


“Apakah kamu bisa mengerti wanita?” tanya Stella yang ragu pada Ian.

__ADS_1


 


__ADS_2