
"Mereka mengembangkan obat-obatan yang di mana bisa melemahkan sistem jantung. Tapi obat-obatan itu bisa membuat manusia menjadi zombie secara mendadak. Setelah mengkonsumsi obat itu, maka mereka bisa mati. Maka dari itu kita harus menghancurkan obat yang sudah dibuat oleh mereka. Kita tidak boleh gegabah seperti itu. Kekuatan kita sangat kecil dibandingkan Black Horizon," tambah Nano.
"Kenapa kita tidak mengajak mereka bekerja sama?" tanya Natalie.
"Papa sudah memintanya untuk bekerja sama. Tapi mereka belum menanggapinya. Tunggulah kabar mereka. Agar kita mendapatkan hasil yang maksimal. Papa kamu itu susah sekali untuk berkompromi. Jadi jangan salahkan papa. Kalau mereka tidak mau diajak kerjasama," jelas Nano.
"Mereka sebenarnya mau diajak kerjasama. Tapi mereka masih ragu untuk menyerangnya. Ditambah lagi mereka sudah memiliki obat-obatan gila. Maka dari itu kita tidak boleh memaksa mereka terlebih dahulu," tambah Niwa.
"Mama kamu benar. Jadi orang jangan langsung mengiyakan. Sekali-sekali kamu membuat planning untuk ke depan. Selamat di depan kamu mendapatkan apa yang bisa kamu raih itu. Kalau soal dunia bawah tanah tunggulah. Kalau mereka menyerang Gio akan menghubungi kita untuk membantunya," beber Nano.
Niwa akhirnya membagikan roti itu. Lalu mereka sarapan bersama. Di tempat lain Jacob bersama Imron sedang menikmati indahnya pagi ini. Kedua pria bertubuh kekar itu sedang latihan menembak. Mereka sengaja pergi ke markas pada malam hari. Demi mencoba senjata baru yang didapatkan.
"Bagaimana hubunganmu dengan Dila?" tanya Jacob.
"Tidak ada lagi harapan yang harus dipertahankan. Lebih baik cari yang lain saja. Aku harap Dilla tahu apa yang kurasakan saat ini," jawab Imron yang mengambil air mineral dan meminumnya.
"Sepertinya kamu marah sama Dila? Kapan kamu akan menikah?" tanya Jacob.
"Itulah pertanyaan yang sangat mengerikan sekali untuk saat ini bagiku. Sudah aku katakan. Aku tidak akan menjalin apapun dari Dila. Dila lebih berkhianat dari aku. Sudah tahu di sini sedang berjuang mati-matian untuk mempertahankan hubungan. Dila malah memilih selingkuh dengan kakak kelasnya dulu," jawab Imron yang membuat Jacob terkejut.
"Sepertinya kamu merasakan patah hati yang sangat hebat?" tanya Jacob lagi.
__ADS_1
"Itu benar. Dia sudah membanding-bandingkan aku dengan lainnya. Kakak kelasnya itu adalah anak orang kaya dan terpandang di negara ini. Lalu aku apa? Aku hanyalah seorang pria yang masih mengharapkan sesuatu dari wanita," jelas Imron.
"Kemungkinan besar kamu sering diperbaiki jalan sama Alexa," celetuk Jacob.
"Aku sudah mengatakan itu sedari awal. Aku memang dekat dengan Alexa. Tapi aku menganggapnya sebagai adikku. Lalu aku sering antar jemput anak-anaknya. Apakah aku salah jika menjemput mereka," beber Imron.
"Semuanya nggak ada yang salah. Kamu di matanya Dila sepertinya ada sesuatu. Kemungkinan besar Dila sudah disuruh menikah oleh kedua orang tuanya. Tapi kamu menolaknya ketika Dila mengajak nikah," ucap Jacob.
"Aku nggak masalah jika harus menikah sekarang. Yang jadi pertanyaannya adalah kak Asmoro sudah mencoret nama Dila dari pengawal. Dan kak Asmoro sekarang mencabut fasilitas yang dimiliki oleh Dila. Nah di sinilah namanya dipertaruhkan. Dila tidak pernah melakukan kejahatan sedikit pun. Tapi Dila memutuskan untuk menjadi wanita biasa," jelas Imron. "Apalagi Dila sudah bertunangan dengan kakak kelasnya itu. Terpaksa aku harus menerimanya dengan ikhlas."
"Yaelah... Tadi kita ngobrol muter-muter kayak komedi putar. Ujung-ujungnya Dila nikah. Bilang saja kamu putus dari dia," kesal Jacob karena ulah Imron.
Imron pun tertawa. Jujur dirinya baru saja mengerjai bosnya itu. Entah kenapa sifat wahyunya muncul.
"Memang itu kenyataannya. Masa aku harus bilang, Aku habis putus. Ngapain coba dibuat dalam satu kalimat? Kan nggak lucu. Lagian juga sedari dulu Dila ingin keluar dari Black Horizon. Tapi kak Gio menahannya agar tetap di sana. Semenjak Black Horizon dipegang oleh kak Asmoro. Maka Dila langsung memutuskan untuk minggat dari sana. Bila sudah mendapatkan impiannya. Yang belum adalah menikah dengan pria pujaannya yaitu kakak kelasnya," ungkap Imron yang membuat Jacob menggelengkan kepalanya.
"Lebih baik kamu istirahat saja. Nggak usah terlalu mikirin dia.cepat atau lambat kamu akan mendapatkan penggantinya yang lebih baik lagi ketimbang yang ini," jelas Jacob yang memberikan doa dengan tulus.
"Sebenarnya aku masih belum bisa mencintai seseorang. Kecuali ayah ibuku orang yang pertama kali memberikan cinta yang tulus kepadaku. Beda lagi sama Dila," tambah Imron.
Jacob akhirnya menyerah dengan pernyataan Imron. Seandainya saja ia memiliki banyak teman wanita. Jacob akan mengenalkan kepada Imron. Namun apa daya dirinya tidak memiliki teman perempuan satu pun.
__ADS_1
"Ya sudah kalau begitu. Aku tidak akan pernah meminta pacar lagi. Punya pacar bukannya bahagia malah sakit hati seperti ini. Diam-diam pacarku selingkuh dan bertunangan. Tapi ketika aku melamarnya. Ibundanya menolak secara mentah-mentah. Katanya aku kurang kaya ditambah lagi aku tidak memiliki apapun," tutur Imron yang membuat Jacob mengangkat tangannya.
"Ya udah nggak usah kesel sama Dila. Biarkan saja bila bahagia dengan orang lain. Aku yakin kamu tidak akan menemukan wanita seperti itu. Tanyakan saja umurnya berapa lalu sebagai acuan menjadi jodoh di mall maupun internet," usul Jacob yang tidak ingin melihat partner kerjanya patah hati seperti itu.
"Kalau begitu kita lanjutkan saja. Ketimbang nanti siang nggak bisa mengecek peluru bagus dan pistol yang bagus digunakan," kata Imron.
Saat itu juga mereka melanjutkan permainan pistolnya itu. Mereka sengaja melakukan agar fasih dalam menembak.
Tepat siang ini, Asmoro duduk dengan santai. Lalu dirinya membaca sebuah pesan dari seseorang.matanya membelalak sempurna dan mulai membacanya lagi.
"Kalau seperti ini diteruskan hasilnya akan jelek. Aku sudah mencobanya kembali,' Asmoro beranjak dari duduknya sambil melihat landscape.
Siang ini Asmoro mencari ide untuk memasang sesuatu. Jika keluarga Agatha tinggal di kota. Resikonya sangat besar sekali. Mereka bisa mengejarnya lagi. Asmoro harus berpikir dengan keras agar mendapatkan berita ini.
"Jika tinggal di apartemen. Mereka seakan tidak nyaman. Jika mereka berada di luar. Jhon masih menyebarkan untuk mencari keberadaan Stella. Mereka sangat licik demi mendapatkan keuntungan. Aku harus bagaimana ini Tuhan. Bisakah masalah ini terpecahkan tanpa harus ada pembantaian sadis?" Asmoro mengatakan itu semuanya di dalam hati.
"Aku harus mencari cara agar mereka tidak melakukannya," tambah Asmoro.
Asmoro pun akhirnya larut kembali ke dalam lamunan. Tiba-tiba saja datang Kuncoro sambil membawa banyak benang.
"Tumben galau begitu," ledek Kuncoro.
__ADS_1
"Aku bingung bro. Aku menyuruh mereka mencari rumah yang tidak bisa dilacak oleh siapapun," keluh Asmoro.
"Apakah kamu perlu bantuan kepadaku?'' tanya Kuncoro.