Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Rencana Stella.


__ADS_3

"Makanya itu. Kamu jadi orang harus pemberani. Masak anaknya mafia atau gangster kok takut sama mereka. Yang masuk akal lah. Apalagi suamimu ini adalah seorang ketua mafia."


Ucap Asmoro yang membuat Stella mengangguk paham. 


"Aku sebenarnya tidak takut. Tapi mentalku agak lemah saat itu. Mulai sekarang aku akan membangun mental menjadi kuat. Aku tidak mau ditindas lagi seperti dulu."


Ujar Stella yang membuat Asmoro menganggukkan kepalanya. 


"Nah maksudku itu. Bukankah kita ditakdirkan untuk menjadi anggota mafia putih. Yang di mana mafia putih itu memberantas kejahatan."


Sahut Asmoro yang tersenyum manis sambil mencium bibir tipis Stella. 


"Bener juga sih. Kenapa nggak terpikirkan olehku?  Kak, setelah ini rencananya apa?" 


Tanya Stella yang penasaran sekali dengan rencana Asmoro. 


"Kalau rencana ke depan belum ada. Sama musuh masih damai dengan pekerjaannya. Meskipun damai, kita harus bersiap-siap untuk membuat strategi kuat namun licik. Yang aku takutkan adalah Tutik dan Patty bergabung dengan Liam."


Jawab Asmoro yang sebenarnya sudah mencium hal-hal yang sangat merugikan banyak pihak. 


"Aku tahu efeknya bagaimana? Menurut analisisku, kalau mereka bergabung dengan Liam. Otomatis mereka akan mendapatkan kedudukan yang sangat tinggi. Nah ini yang jadi pertanyaanku? Bisa nggak kita merebut Kurumi? Sementara ini Kurumi diduduki oleh mereka."


Ucap Stella yang menganalisis keadaan. 


"Itu yang aku pikirkan sekarang. Terus ada lagi. Ternyata nenek sihir itu sudah bereinkarnasi. Dia menjadi anaknya Liam."


Kata Asmoro yang membuat Stella terkejut. 


"Apa itu benar? Jika benar dunia sedang kacau. Cepat atau lambat si nenek sihir itu akan membuat kekacauan."


Garam Stella yang tidak ingin nenek sihir itu hidup kembali. 


"Itu benar. Kuncoro datang sambil memberikan informasi tersebut. Dan John itu masih ada hubungannya dengan si nenek sihir itu. Jika mereka bergabung. Maka terjadilah yang tidak diinginkan."


Jelas Asmoro yang menambah analisis Stella. 


"Kita nggak boleh pasrah. Kita harus bertindak sesuai akal dan pikiran. Jika saja aku memiliki kekuatan. Kemungkinan besar akulah orang yang pertama menyerang Merry."

__ADS_1


Sahut Stella yang tidak main-main dengan perkataannya itu. 


"Ya nggak gitu kali sayangku. Di diri kamu ada yang mengendalikan. Jika kamu bertindak semena-mena. Dirimu akan dihukum selama beberapa jam agar tidak bisa bergerak sama sekali. Yang menghukummu adalah ratu Noe. Kalau aku berada di tangan Raja Noe. Kita harus mendapatkan perintah dari mereka terlebih dahulu."


Sambung Asmoro yang tidak ingin Stella melakukan hal yang konyol. 


"Padahal aku sudah geram untuk saat ini. Coba bayangkan saja. Kita melepaskannya dan mereka berfoya-foya untuk mendapatkan hal yang merugikan."


Kesal Stella terhadap kedua orang itu. 


"Kamu jangan mikirin dia saja. Pikirkanlah kakekmu ini. Kakekmu ini sangat merindukanmu."


ucap Asmoro sambil tersenyum manis dan menatap wajah Stella. 


"Kamu ini bagaimana sih? Seharusnya kamu itu mengajarkanku memanggil dengan kata-kata Yang pantas. Kamu malah menyuruhku memanggil kakek. Secara usia kamu sudah tua. Terus Aku memanggilmu kakek gitu ya?" 


Tanya Stella yang membuat Asmoro terkekeh. 


"Mau bagaimana lagi. Lagian aku juga sudah menjadi kakek."


"Bolehkah aku bertanya sesuatu?" 


"Setelah putus dari kekasihmu. Apakah kamu tidak ingin menikah lagi pas usia muda?" 


"Menikah? Menikah itu hal yang mudah dilaksanakannya. Tapi menjalankan itu susah. Apalagi saat itu aku adalah anggota mafia. Yang di mana anggota mafia hidupnya sangat keras sekali. Di saat aku dekat dengan perempuan. Perempuan itu sangat lemah sekali. Kamu tahu kan kejamnya dunia mafia bagaimana?" 


"Aku belum merasakannya Kak. Aku tahu dari TV. Saat itu ada penyergapan pihak kepolisian Meksiko dengan kartel mafia obat-obatan terlarang. Mereka sangat kejam membantai pihak aparat di sana."


"Nah itu dia. Kalau mau menjadi istrinya anggota mafia. Harus kuat mental dan ahli menggunakan senjata. Tidak boleh cengeng. Tidak boleh takut. Dan tidak boleh lengah sedikitpun. Dia harus terjaga sepanjang hari."


"Apakah itu benar Kak?" 


"Yang aku katakan itu benar semuanya. Tanya saja pada kak Winda. dari awal dirinya adalah seorang ketua gangster yang cukup terkenal. Terus dia sering memakai feeling yang kuat. dia tahu kapan terjadinya penyerangan ke dalam markasnya itu. Ditambah lagi dia juga jago sekali memakai senjata apapun. Itulah kenapa Kak Gio memilih kak Winda untuk dijadikan istri terbaiknya."


"Berarti kak Winda itu barbar ya?" 


"Sangat barbar. Juga tahu ke barbara nya. Kamu akan terkejut dibuatnya. Apalagi ke barbaranya itu bisa membuat musuh bertekuk lutut. Kami sebagai pria memutuskan untuk mundur alon-alon. Kami tidak bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi pada sang musuh."

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan Kak Alexa?" 


"Dia di atasnya kak Winda. Hobinya bakar membakar markas. Kalau sudah ada yang menyenggol dan membuat kekacauan di markas blue diamond dan Black Horizon. Dia turun tangan dan mencari informasi Di mana letaknya. Setelah mengetahuinya, Alexa pergi ke sana dan membakarnya."


"Lebih parah lagi kak Alexa."


"Memang sangat parah. Pokoknya kamu harus belajar dari mereka. Kalau senjata biarkan saja aku yang mengajarimu."


"Jika aku kuat mental. Bolehkah aku menyerang kedua orang itu?" 


"Boleh. Kamu sekarang sudah menjadi lady mafia. Mau tidak mau kamu harus menjadi strong woman. Sekalinya menyerang kamu nggak boleh mundur. Habiskan dan hancurkan semuanya hingga ke akar-akarnya."


Entah Kenapa mata Stella berbinar dengan sempurna. Ia semakin semangat untuk menggempur seluruh pasukan Tutik. Tapi belum ada pasukannya sih. Mereka akan diberikan pasukan oleh Liam. 


Asmoro berpikir sejenak. Tiba-tiba saja Asmoro memiliki rencana yang sangat licik sekali. Cepat atau lambat dirinya akan mengkoordinasi rencana ini. Diam-diam Asmoro tersenyum sambil menatap Stella. Tidak sengaja, Stella menangkap senyumnya Asmoro. 


"Kenapa Kakak tersenyum?" 


Tanya Stella yang penasaran sekali.


"Kakak memiliki rencana licik. Tapi Kakak tidak akan memberitahukannya sekarang. Kamu lihat saja nanti ada apa dengan mereka berdua? Antara anak dan bapak itu. Sekarang kamu rileks saja nggak usah mikirin macam-macam."


Jelas Asmoro yang semakin semangat untuk menjalankan rencana licik itu.


Stella hanya menganggukkan kepalanya dan membaca pikiran Asmoro. Namun dirinya tidak bisa tembus sama sekali. Sepertinya Stella akan meminta bantuan dari ratu Noe. Yang di mana ratu Noe akan membantunya dalam setiap langkahnya.


"Ya sudah deh Kak. Nanti saja Abang ceritakan. Apakah kita akan di sini?" 


Tanya Stella. 


"Ya nggak lah. Tapi sebentar lagi akan menuju senja datang. Apakah kamu mau lihat matahari terbenam melalui gedung ini?"


Tanya Asmoro yang mengajak Stella untuk melihat matahari terbenam di atas gedung.


"Lalu bagaimana dengan ketiga kurcaci tersebut?"


"Biarkan saja. Disana tidak ada barang-barang yang berbahaya. Meskipun ada senjata api. Aku sudah menyimpannya di tempat yang paling aman. Terus mereka akan memberantakin seluruh mainannya di lantai."

__ADS_1


"Terus siapa yang membersihkannya?"


Tanya Stella yang masih berpikir dengan keras.


__ADS_2