
Isi pesan tersebut.
Nyawa kamu sudah tidak berarti lagi di dunia ini. Malam ini kamu akan mati di tanganku. Aku adalah Patty Smith yang berhak atas Kurumi Company. Jika saja kamu atau Stella menduduki kursi tersebut. Maka aku tidak akan menduduki kursi itu.
"Ambisi sih ambisi. Jangan sampai membunuh seseorang. Kalau seperti ini urusannya semakin runyam sekali," batin Hatori.
Hatori mengambil kertas itu lalu membawanya pergi dari ruangannya. Kemudian Hatori memutuskan untuk menuju ke ruangan Agatha. Ketika masuk ke dalam, Hatori berpapasan dengan pak Kevin. Dengan cepat Hatori menyimpan surat itu dibalik punggungnya.
Pak Kevin yang melihat Hatori sangat bahagia sekali. Karena Pak Kevin sendiri ingin melihat Hatori sekali lagi. Bahkan pak Kevin diam-diam merencanakan pembunuhan itu bersama Patty.
"Ini hari terakhirmu di muka bumi. Aku harap kamu bisa menikmati hidupmu untuk terakhir kalinya. Jangan pernah kamu berharap untuk bisa hidup lebih lama lagi," bisik kak Kevin sambil tertawa mengejek Hatori.
Setelah itu kak Kevin pergi meninggalkan Hatori. Pak Kevin hatinya bersorak kegirangan. Karena dirinya untuk pertama dan terakhir kalinya berbicara kepada Hatori. Menurut pak Kevin sendiri, Hatori sudah mengganggu hidupnya. Bahkan pak Kevin sendiri sangat kesal dengan perlakuan Hatori.
Ceklek.
__ADS_1
Pintu terbuka.
Hatori melangkahkan kakinya untuk menuju ke hadapan Agatha. Ia langsung menyodorkan kertas itu ke arah Agatha. Kemudian Agatha terkejut setelah membaca pesan di kertas merah itu.
Sebelum memegang kertas itu, Agatha juga melakukan hal yang sama dengan Hatori. Ia sengaja mengambil sarung tangannya dari lagi. Hal ini memang sengaja dilakukannya. Agar tidak meninggalkan sidik jari yang berada di kertas tersebut.
"Kamu dapat dari mana kertas itu? Jangan bilang kamu mendapatkan kertas itu di dalam ruangan mu sendiri," tanya Agatha yang sedang memakai sarung tangan tersebut.
"Iya pa. Aku memang sengaja mendapatkannya di atas meja ku sendiri. Jujur aku sangat kesal dengan ancaman itu. Aku sudah tahu siapa yang mengancamku sekarang. Dia adalah Patty dan Pak Kevin. Sepertinya mereka sedang membuat rencana untuk membunuhku. Yang satu ingin membunuhku karena sangat ambisi mendapatkan Kurumi. Yang satunya lagi sangat ambisi ingin menghabisi aku. Karena akhir-akhir ini aku memang sengaja disuruh sama Kak Asmoro menghindar beberapa pekerjaannya sekaligus. Hampir setiap hari aku melaporkan pekerjaan tersebut kepada Kak Asmoro," jelas Hatori yang memiliki firasat mereka ingin membunuhnya.
"Kalau begitu aku akan kembali ke ruanganku. Ada yang harus aku kerjakan,' pamit Hatori.
Ketika Hatori menuju ke pintu masuk, Agatha berteriak, "Berhati-hatilah kamu. Kamu harus membela diri dari mereka. Mereka sangat kejam sekali karena ambisinya belum tercapai satu persatu."
Hatori menganggukan kepalanya. Apa yang dikatakan oleh Agatha memang benar. Dirinya sendiri sekarang dalam bahaya besar. Ditambah lagi, Pak Kevin memiliki aura kemarahan yang cukup besar.
__ADS_1
Melihat kepergian Hatori, Agatha menghembuskan nafasnya. Sebagai ayah, ia tidak akan tinggal diam saja. Ia memang sudah menduga hal ini akan terjadi. Tapi Agatha bersyukur, Hatori juga mendapatkan perlindungan dari Asmoro.
Sementara itu Hamtaro, seorang pria muda yang sudah ditakdirkan sebagai pembunuh berdarah dingin senang melihat mangsanya. Ia tersenyum smirk dan memandang wajah pria itu sambil mencari celah. Agar Hamtaro bisa menangkapnya.
Beberapa saat kemudian, para pengawal yang dipimpin oleh Hamtaro sudah berpencar. Mereka sengaja mempersempit ruang geraknya. Mereka tidak akan menyerbu dalam keadaan rame.
Dengan otak liciknya, Hamtaro mengambil alat kejut dari kantongnya. Alat itu sangat kecil sekali. Lalu ia mendekatinya dan menaruhnya di punggung pria itu. Tiba-tiba saja pria itu terkejut dan melihat ada perasaan yang sangat aneh sekali.
Hamtaro memegang pria itu agar tidak jatuh ke tanah. Ia tahu pria masih sadar, namun dirinya tidak bergerak sama sekali. Bahkan pria itu mencoba menggerakkan tubuhnya berkali-kali. Akan tetapi dirinya tidak dapat bergerak sama sekali.
Tak lama ada sebuah mobil SUV mendekati Hamtaro. Mereka langsung keluar dan membantu Hamtaro untuk membawa pria itu ke dalam mobil. Dengan cepat mereka membawanya ke suatu tempat.
Di dalam perjalanan, pria itu mencoba menggerakkan tubuhnya berkali-kali. Ia berusaha semaksimal mungkin. Ia menggelengkan kepalanya sambil menatap Hamtaro.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya pria itu dengan terbata-taba.
__ADS_1
"Kenapa kamu mengikuti Tuan Hatori?" tanya Hamtaro sambil menatapnya dengan tajam.