Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Kebahagiaan Yamato.


__ADS_3

Tidak sengaja mata Yamato memandang wajah Asmoro. Yamato tersenyum karena sudah mengenal Asmoro. Ternyata Yamato dan Asmoro adalah teman bisnis. Yamato pun meminta Asmoro untuk diam saja. Akhirnya Asmoro pun diam dan tidak berbicara sama sekali.


"Agatha!" panggil Yamato dengan nada tegas.


''Aish... Habislah aku. Jujur lebih baik aku ketemu sama gangster terganas di Jepang. Ketimbang bertemu dengan papaku sendiri. Ini sangat mengerikan sekali buat aku," ucap Agatha dalam hati.


"Agatha!" panggil Yamato sekali lagi.


Jika sudah dua kali Yamato berteriak seperti itu. Maka Agatha harus mengangkat kepalanya. Jujur Agatha saat ini sedang diujung tanduk. Sebab dirinya tidak pernah bercerita tentang hubungannya bersama Anita.


"Ada apa ayah?" panggil Agatha dengan tubuh bergetar sambil mengangkat kepalanya.


Seluruh para penghuni di sana terkejut mendengarnya kecuali Asmoro. Asmoro memang sudah mengetahui siapa itu Agatha dan Yamato. Jadi Asmoro hanya memilih untuk diam dan tidak berkata apa-apa.


"Jadi selama ini kamu menyembunyikan sesuatu dari ayah?" tanya Yamato yang memandang wajah Agatha ketakutan.


Mau tidak mau Agatha menganggukkan kepalanya. Ia sebenarnya tidak ingin ayahnya mengetahui tentang pernikahan ini. Sebab sang ayah menginginkan menantu memiliki status sosial sepadan. Namun apa daya ayahnya telah mengetahui semuanya.


"Apakah dia adalah menantuku?" tanya Yamato sambil menunjuk Yamato.


"Itu benar," jawab Agatha dengan tegas dan menunjukkan sifat melindungi buat istri dan anak-anaknya.


"Mengapa kamu sembunyikan ini dariku?" tanya Yamato.

__ADS_1


Stella saat ini benar-benar ketakutan. Entah kenapa dirinya memegang tangan Asmoro dengan erat. Sedangkan Asmoro mengetahui kalau sang istri sangat ketakutan sekali. Tangan satunya memegang tangan punggung milik Stella dan mengelusnya. Di dalam hati Asmoro berkata, "Kamu jangan pernah takut. Karena Kamu adalah istriku. Pria yang sedang memarahi papamu adalah kakekmu sendiri. Kamu tenang saja dan jangan memperdulikan kakekmu itu."


Stella yang mendengar apa kata Asmoro langsung menghembuskan nafasnya dengan kasar. Jujur Stella mengatakan kalau sang kakek sangat menyeramkan. Bahkan sang Papa sudah sangat ketakutan sekali.


"Kenapa kamu tidak menceritakan kepadaku Agatha? Bukankah ini adalah berita baik buat perusahaan Ayashi Groups international?" tanya Yamato sambil tersenyum memandang wajah Stella dan Adelia.


Tidak sengaja Adelia dan Stella mendengar nama perusahaan Ayashi. Mereka mengetahui perusahaan itu adalah perusahaan sangat besar sekali. Lalu kenapa Yamato mengatakan mereka sangat menguntungkan buat Ayashi? Jujur mereka sangat bingung dan tidak tahu apa-apa.


Lalu bagaimana dengan Hatori? Pria muda itu sangat kebingungan sekali. Bagaimana tidak Yamato mengatakan seperti itu? Ia tidak mengerti apa yang terjadi dalam hidupnya sekarang ini?


"Jadi, Anda adalah ayah mertuaku?" tanya Anita yang masih membeku.


"Iya, aku adalah ayah mertuamu. Aku adalah ayah dari Agatha suami kamu itu. Yang di mana Agatha tidak pernah menceritakan asal-usulnya kepadamu," jawab Yamato dengan tersenyum kemenangan.


Betapa bahagianya Yamato sekarang ini. Baru kali ini Yamato bisa menemui menantunya dan ketiga cucunya itu. Yamato sangat mengagumi kecantikan ketiga wanita yang dimiliki oleh Agatha. Namun matanya berubah menjadi amarah sambil memandang Agatha.


Sebenarnya mereka tidak peduli dengan Agatha. Mereka sudah sangat bahagia dan bisa berkumpul kembali seperti dulu. Jujur selama berkumpul Agatha memiliki beban yang berat. Beban itu ternyata sudah muncul hanya karena sang ayah datang tiba-tiba.


"Bukankah Ayashi adalah perusahaan di bidang semua sektor? Sang pemilik tidak pernah menambahkan wajahnya dan namanya juga tidak tertera di internet," tanya Stella yang memberanikan diri untuk bertanya.


"Kamu mau tahu siapa yang memegang perusahaan itu?" tanya Yamato dengan kesal.


"Itu benar. Aku hanya membacanya sekilas saja," jawab Stella dengan jujur.

__ADS_1


Meskipun Stella mendapatkan perlakuan yang tidak enak. Namun dirinya diam-diam belajar soal bisnis. Di situlah Stella mengenal beberapa perusahaan besar di dunia ini. Sebab yang dibaca Stella adalah majalah bisnis di rumah temannya.


"Selama papamu menjabat. Papamu tidak pernah mengatakan apapun kepada media. Papamu menyuruh Yamada untuk menemui awak media jika terjadi sesuatu. Ditambah lagi papamu itu memang orangnya sangat misterius sekali dan dingin terhadap para koleganya," jelas Yamato yang memberitahukan sifat asli Agatha.


Ketiga wanita itu saling memandangi Agatha. Mereka tidak percaya kalau Agatha orangnya sangat dingin sekali. Jujur mereka mengakui Agatha orangnya memiliki sifat menyayangi. Ditambah lagi dengan sifat konyolnya itu yang membuat Anita jatuh cinta.


Lalu bagaimana dengan Agatha? Ia tidak menyangka kalau semuanya terbongkar di depan keluarga kecilnya itu. Agatha menatap kalau sang istri dan anaknya adalah hidupnya. Dengan keadaan terjepit Asmoro membuka suaranya.


"Aku sebenarnya sudah tahu siapa dirimu. Kamu memang pandai sekali menyembunyikan identitasmu. Tapi untunglah Aku mau minta Imron untuk mencarikan identitas aslimu. Ternyata kamu adalah putra dari Yamato. Yang di mana Yamato adalah seorang pemimpin perusahaan yang disegani oleh setiap orang. Lebih baik kamu jujur saja sama mereka. Nggak usah ditutup-tutupi lagi semuanya sudah jelas kok. Jika kamu menutupinya, aku nggak tahu dan nggak bisa menolongmu lagi," jelas Asmoro yang memberikan solusi kepada Agatha.


Dengan terpaksa Agatha menceritakan semuanya kepada mereka. Agatha sudah tidak mau menutupinya lagi. Bangkai yang disembunyikan pasti akan ketahuan oleh siapapun. Begitu juga dengan Agatha.


Setelah bercerita Agatha merasakan beban itu hilang. Ketiga wanita itu langsung mendekati Agatha dan memeluknya. Mereka tidak peduli tentang siapa Agatha sebenarnya. Mereka sangat menyayangi Agatha dan mencintainya.


Di sisi lain Yamato menatap wajah Asmoro. Dengan senyumnya yang merekah, Yamato mengucapkan terima kasih. Memang sedari awal Asmoro sudah mengetahui akan ada yang ketahuan. Namun Asmoro hanya diam saja dan tidak berkata apa-apa.


"Jangan pernah tinggalkan aku. Aku memang bodoh dan tidak pernah menceritakan apapun kepada kalian. Jujur aku ingin sekali menjadi orang biasa. Ketimbang harus berpura-pura dalam kekayaan ayahku sendiri," ucap Agatha yang membuat mereka tersenyum.


"Aku tidak memperdulikan soal itu papa. Meskipun Papa dari orang miskin sekalipun. Kami tetap akan menerima Papa apa adanya. kami sudah dewasa dan bisa memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Jadi kami tidak menjadi masalah sedikitpun tentang siapa Papa sebenarnya," jelas Stella yang mewakili mereka.


Lalu bagaimana dengan Yamato? Ketiga wanita itu menoleh dan mengucapkan salam. Mereka menyambut Yamato dengan hangat. Meskipun awalnya keadaannya canggung. Namun mereka sangat menikmatinya. Ditambah lagi dengan rasa cinta dan kasih sayang yang tercurahkan dari ketiga wanita itu.


"Kemarilah. Jangan menjauh dariku. Aku tidak akan memakan kalian," ucap Yamato sambil bercanda.

__ADS_1


Mereka maju dan menatap wajah Yamato. Mereka melihat wajah Agatha dan Yamato sangat mirip sekali. Tiba-tiba saja Stella menepuk jidatnya. Kenapa baru terpikirkan olehnya, kalau Agatha sangat mirip sekali dengan Yamato.


"Ada apa?" tanya Yamato yang masih kuat berdiri berjam-jam.


__ADS_2