
“Aku serius mengatakannya Kak. Aku sendiri baru mengetahuinya. Tapi jujur Tuan Yamato adalah orang yang sangat baik sekali. Bahkan Tuan Yamato turun tangan ikut menjaga anak-anak kita,” jawab Alexa.
“Waduh. Kalau seperti ini akan menjadi bahaya buat kita. Cepat atau lambat Tuhan Yamato akan menghukum kita,” celetuk Martin.
“Kamu harus tahu satu fakta tentang Sean. Dia pernah mengajak Tuan Yamato berdebat tentang masalah di dunia ini. Jujur Tuan Yamato sangat menyukainya. Bahkan Tuan Yamato sendiri memuji habis-habisan putra kita itu,” jelas Alexa.
Martin baru menyadarinya dan tersenyum atas kecerdasan Sean. Akan tetapi Martin juga gelisah. Karena yang dihadapi putranya itu bukanlah orang sembarangan.
“Lalu apa yang akan kamu lakukan ketika bertemu dengan orang seperti itu lagi?” tanya Martin.
“Aku tidak tahu Kak. Selama ini aku tidak mengincarnya sama sekali. Sebab mereka tidak menyenggolku dan melakukan huru-hara kepada keluarga kita,” jawab Alexa.
“Kabar terakhir yang aku dengar, mereka sedang menyenggol Kak Niwa. Kamu tahu kan kasus tentang beberapa orang keluar dari agensinya Kak Niwa?” tanya Martin.
“Iya aku mengetahuinya. Beberapa hari yang lalu aku bertemu dengan Kak Niwa. Tapi Papa Asmoro memintanya untuk memecah Patty. Mau tidak mau Kak Niwa melakukannya. Jika saja kak Niwa melakukannya dari dulu. Itu tidak akan membuatnya rugi sama sekali. Malahan prediksiku mengatakan Kak Niwa akan melesat jauh untuk meraih nama besar dan peluang yang baik,” jelas Alexa.
__ADS_1
“Sekarang masalahnya diganti. Cepat atau lambat Patty akan mencari musuh bebuyutan Kak Niwa. Ini hanya firasatku saja. Jika kamu bertemu dengannya. Katakan harus berhati-hati. Jika tidak Patty akan menyerang melalui musuh bebuyutannya itu,” ucap Martin yang memberikan pesan kepada Alexa.
“Kenapa aku nggak memikirkan itu? Seharusnya aku memikirkan dampak kedepannya. Benar apa yang kakak katakan itu. Aku sendiri juga gelisah. Gara-gara aku memecatnya. Mereka menyenggol kita habis-habisan. Mereka mengatakan kalau brand yang kita punya itu adalah sangat buruk sekali. Jujur itu membuat aku terkejut. Padahal aku menciptakannya dengan sepenuh hati. Tapi aku sangat beruntung sekali. Banyak orang yang memihak kita untuk memenangkan kasus ini. Aku nggak tahu kenapa dengan psikologisnya kedua orang itu. Aku sendiri masih bertanya-tanya Kenapa ini bisa terjadi,” jelas Alexa.
“Jangankan kamu. Mama Linda maupun Papa James sangat bingung sekali. Mereka sudah mengetahui akar masalahnya. Lalu kenapa Patty menyerangnya secara bertubi-tubi? Padahal uang kompensasi sudah diberikan,” keluh Martin.
Mereka saling berdiam diri dan menatap satu sama lain. Hingga akhirnya mereka tidak memperpanjang masalah ini.
Setelah mengetahui siapa Agatha dan juga Yamato, Alexa sangat tenang untuk menjalani harinya. Ia yakin kalau mereka bisa melindungi Stella dari cengkraman kedua orang itu. Memang ini sangat sulit sekali. Diam-diam mereka berdoa agar masalah ini cepat selesai.
Malam yang cerah. Stella akhirnya lepas dari Asmoro. Ia baru menyadari jika pria paruh baya itu memiliki stamina yang cukup fit. Stella bingung dengan suaminya itu. Bagaimana bisa sang suami memiliki stamina ketika berada di atas ranjang. Bahkan pinggangnya saja tidak pernah mengeluh memiliki penyakit encok sedikitpun. Ini sangat aneh sekali. Apakah Stella harus mencari kebenarannya? Semuanya itu bergantung di tangan Stella sendiri.
“Akhirnya aku lepas dari macan ganas,” ucap Stella sambil merutuki kesalahannya itu.
Asmoro yang sedang memakai baju hanya bisa terkekeh. Ia memang sengaja menghukum istri kecilnya itu. Karena sang istri memberikannya sebuah harapan palsu di atas ranjang.
__ADS_1
“Makanya lain kali jangan menggangguku seperti itu. Aku bisa saja membuatmu tidak tidur dengan nyenyak. Bisa saja aku mengajakmu bermain seharian,” ucap Asmoro dengan blak-blakan.
“Habislah aku. Aku harus mencari cara agar tidak mengganggumu. Tapi aku lebih suka mengganggumu seperti itu,” ucap Stella dengan jujur.
Memang kejahilannya Stella bisa membawa petaka dalam hidupnya. Namun petaka itu akan membuat dirinya bahagia bukan menderita. Di sisi lain Stella sekarang sudah pandai bermain bersama Asmoro. Karena dirinya sering sekali mendapatkan informasi tentang masalah ranjang di internet.
“Iya aku salah. Seharusnya aku tidak melakukannya. Tapi mau bagaimana lagi. Kamunya sih pakai baju tidak benar,” kesel Stella yang memutuskan untuk keluar dari kamar dengan cepat.
Asmoro hanya menggelengkan kepalanya saja. Ia menahan tawanya karena ulah sang istri. Namun dirinya juga sangat bahagia sekali mendapatkan istri yang sangat lucu. Bahkan kelucuannya itu bisa membuat dirinya bahagia.
“Pakai kabur segala itu anak. Untung saja Aku tidak marah. Sudahlah perutku sudah lapar. Aku tidak akan menghajarnya lagi. Aku harus mengisi tenagaku demi bekerja malam hari,” batin Asmoro yang segera meninggalkan kamarnya itu.
“Kak,” panggil Leon.
“Ada apa memangnya?” tanya Asmoro.
__ADS_1