Menikahi Kakek Tampan

Menikahi Kakek Tampan
Berita Buruk Buat John.


__ADS_3

"Pokoknya kamu jangan lewat sana. Di sana ada pembuangan mayat. Yang di mana mayat itu adalah percobaan Exodus. Tolong jangan katakan ini ke semua orang. Jika kamu mengatakan ini. Mau tidak mau kamu akan tertangkap dan dihabisinya dengan bengis. Mereka tidak segan-segan melukai orang-orang yang telah melihatnya dengan jelas," jelas Alexa yang membuat Rinda mengerti.


Rinda pun hampir melupakan kasus tersebut. Untung saja Alexa memperingatkan. Jika Alexa tidak memperingatkan, bisa jadi dirinya yang akan menjadi korban selanjutnya.


"Terima kasih karena telah memperingatkanku. Apakah kelompok itu bisa diusir dari negara ini?" tanya Rinda.


"Kita tidak bisa seenaknya untuk mengusir mereka. Mereka lebih gila ketimbang Black Horizon dan Blue Diamond. Aku memang sengaja angkat tangan tidak mengurus seperti itu. Tapi aku memiliki bukti yang berlebihan," jawab Alexa dengan jujur.


"Ya sudahlah kalau begitu. Tidak usah terlalu dipikirkan," ucap Rinda yang meninggalkan Alexa.


Alexa menganggukkan kepalanya sambil menatap anak-anaknya sedang bermain. Alexa duduk kembali sambil mengatur nafasnya. Ia berharap kalau kasus ini cepat selesai.


Sementara di kantor Kurumi, seorang pria paruh baya sedang mengajak seluruh pemasukan. Tiba-tiba saja ada seorang wanita cantik masuk ke dalam ruangan itu. Wanita cantik itu memamerkan bodinya yang sangat seksi sekali.


"Halo John," sapa wanita itu.


Mata John membelalak sempurna. Ia seakan tidak percaya melihat wanita cantik di depannya. Kemudian John menaruh pulpennya sambil memandanginya.


"Siapa kamu?" tanya John dengan tegas.


"Perkenalkan nama aku Merry. Aku adalah Putri dari Liam Knock. Seorang bos kartel obat-obatan terlarang dari Meksiko. Aku ke sini hanya mencari seseorang," jawab Merry sambil memamerkan body seksinya itu.


"Siapa yang kamu maksud?" tanya John yang mulai merasakan tubuhnya bereaksi.

__ADS_1


"Ya itu kamu John. Kamu paling pintar untuk bermain di atas ranjang. Aku ingin menjadi teman tidurmu itu. Oh ya... Bagaimana pabrik yang kamu bangun di sini? Apakah sudah memproduksi obat-obatan yang memiliki kualitas epic?" tanya Merry balik.


"Bukannya itu cabang dari pabrik milik Liam?" tanya John yang tidak terima Merry bertanya soal pabrik itu.


"Sepertinya kamu tidak terima. Jika aku bertanya tentang pabrik itu. Itu pabrik atas nama Liam. Tapi akulah bosnya yang sesungguhnya. Aku yang memberikan resep khusus obat-obatan tersebut yang bisa menjadikan manusia sebagai zombie," jawab Merry dengan angkuh.


"Oh jadi begitu. Kalau aku tidak menurutimu?" tanya John yang mulai membuat emosi Merry mulai menyala.


"Aku sudah memiliki hak veto penuh. Yang di mana hak veto itu, aku bisa melakukan apapun. Jika kamu bermacam-macam sedikit saja. Kemungkinan besar aku bisa membunuhmu saat ini juga," jawab Merry sambil mengancam John.


"Lakukanlah apa yang kamu mau. Karena kamu adalah seorang wanita yang suka menggertak saja," ucap John yang meremehkan Merry.


"Aku bukan Tutik. Istrimu bodoh itu. Yang ambisi mendapatkan perusahaan ini. Aku bukan Patty. Anakmu paling bodoh sekali. Yang memiliki ambisi menjadi CEO di perusahaan ini. Ditambah lagi ingin menjadi seorang model terkenal di dunia. Tapi sayang... Cepat atau lambat agensi tidak akan mau lagi memakainya. Karena agensi itu memiliki kekuasaan di dunia ini. Aku hanya bisa memberitahukan itu. Semoga saja mereka tidak memiliki serangan jantung ketika mendengar berita tersebut," kata Merry yang memberikan informasi itu.


Sontak saja John terkejut dengan apa yang didengarnya itu. Bisa-bisanya Merry mengatakan seperti itu. Merry tidak tahu siapa John sebenarnya.


Memang anaknya Liam satu ini sangat licik sekali. Sangking liciknya Merry sering mengelabui musuhnya. Ditambah lagi gadis itu memiliki otak di atas rata-rata. Dengan kecerdasannya itu Merry sering ditugaskan sebagai mata-mata.


Apakah tujuan mengetahui soal itu? Entahlah. Sepertinya John kudet alias kurang update.


"Kamu jangan pernah meremehkan aku. Aku bisa membuatmu menjadi gila dan konyol. Karena aku sendiri wanita tercantik di dunia ini. Banyak sekali majalah-majalah yang mengabadikan kecantikanku ini," ujar Merry dengan penuh percaya diri sambil menyeringai.


John akhirnya memilih diam saja John melanjutkan pekerjaannya itu. Akan tetapi mari tidak menyukai John yang membiarkannya. Dengan terpaksa Merry meninggalkan John untuk kembali ke apartemennya.

__ADS_1


Setelah Merry pergi, John mengangkat wajahnya sambil menghembuskan nafasnya dengan tenang. Memang benar apa yang dikatakan oleh Merry. Tutik dan Patty ternyata memiliki ambisi yang kuat. Bisa saja dirinya akan ditendang oleh mereka. Namun dirinya bertanya-tanya dalam hati. Apa benar dirinya akan diusir dari perusahaan ini? Sementara John yang susah payah merebut perusahaan ini. Mau tidak mau John memiliki rencana licik untuk menyingkirkan anak istrinya itu.


"Benar apa yang dikatakan oleh Merry. Aku pernah mendengar apa yang mereka sedang rencanakan. Mereka tidak melibatkanku. Ternyata oh ternyata mereka berusaha untuk menendangku dari sini. Mereka sangat licik sekali. Cepat atau lambat, jika mereka sudah melakukan aksinya. Kemungkinan besar akulah orang yang pertama ditendangnya dari perusahaan ini.Aku tidak akan pernah menerima itu semuanya. Aku harus menyusun rencana. Agar mereka masuk ke dalam perangkapku," ucap John dalam hati sambil menyusun rencana yang besar.


Hanya selang beberapa menit kemudian, seorang pengawal dengan wajah pucatnya masuk ke dalam ruangan John. Sebenarnya pengawal itu tidak mau masuk ke sana. Karena sang pengawal tersebut membawa berita yang sangat buruk sekali.


Sebelum berbicara pengawal itu membungkukkan badannya sambil menyapanya, "Selamat siang tuan."


John mengangkat wajahnya lagi dan melihat pengawal itu. Ia segera bangun dari singgasananya itu. Lalu John mendekatinya sambil bertanya, "Ada apa kamu kemari? Apakah kamu sudah mendapatkan berita tentang markas Black Horizon itu? Bagaimana dengan kabar pengawal yang aku tugaskan untuk menyerang Black Horizon dengan brutal?"


Pengawal itu merasakan tenggorokannya tercekat. Ia tidak berani bicara satu kata saja. Melihat sang pengawal tidak bicara apa-apa, John sangat kesal sekali. Ingin rasanya John menghajarnya saat itu juga.


"Cepat katakan! Bagaimana kabar pengawalku dan Black Horizon itu?" bentak John dengan nada kesal.


"Maaf tuan. Kami turut berduka cita atas meninggalnya para pengawal," jawab pengawal itu yang salah tingkah karena John.


"Cepat katakan dengan benar! Bisa-bisanya kamu menghadapku dan tidak menjaga tingkahmu itu! Memangnya aku seorang perempuan apa!" geram John.


"Baik Tuan. Dengan berat hati saya harus mengatakannya. Markas Black Horizon dan para pengawal yang dikirimkan semuanya sudah menjadi rata di atas tanah. Menurut informasi yang aku dapat. Sebelum terjadi penyerangan itu. Seluruh pasukan milik Black Horizon sudah tidak ada di tempat. Ditambah lagi pengawal kita tidak mendapatkan umpan sekaligus. Akhirnya mereka menyerang satu sama lain. Di saat terjadi penyerangan, ada sebuah rudal yang jatuh dari atas langit. Rudal itu akhirnya meledak tepat berada di atas markas Black Horizon," jelas pengawal itu.


Jujur John sangat terkejut sekali mendengar penuturan pengawalnya itu. Bisa-bisanya pengawal tersebut tidak memberikan kabar yang sangat baik. Bahkan sang pengawalnya itu membuat hatinya kecewa berat.


"Apa yang kamu katakan? Ha?" tanya John sambil berteriak dengan kencang.

__ADS_1


"Saya sudah berkata dengan jujur. Saya tidak pernah bohong memberikan informasi tersebut," jawab pengawal itu yang tidak terima dengan bentakan John.


"Coba kamu ulangi sekali lagi berita tentang pengawalku?" tanya John yang masih tidak percaya dengan berita tersebut.


__ADS_2