
"Ya itu benar. Obat itu yang membuat mereka sangat kuat sekali. Kami tidak berani meminumnya karena memiliki efek yang buruk bagi kesehatan. Oleh karena itu kami sengaja menyimpannya untuk diberikan oleh Kak Ibra dan Kak Raka. Terakhir bertemu lima bulan yang lalu. Kejadian saat penyerangan besar-besaran dua bulan yang lalu.jadi kami tidak bisa bertemu dengan Kak Ibra maupun Kak Raka," jawab pengawal tersebut.
"Jadi, obat ini yang membuat mereka kuat? Bagaimana cara kerjanya obat ini sehingga mereka menjadi sangat kuat sekali? Tidak mungkin kan mereka memakai sihir atau sejenisnya. Ini sangat gila sekali," jelas Jacob.
"Entahlah. Sampai saat ini kami bingung. Walau di antara kami ada calon dokter, tapi dia tidak bisa memastikan obat apa yang dipakainya itu? Kalau dilihat-lihat obat itu mengandung bahan beracun," sahut pengawal itu lagi.
Jacob mengangguk dan masih bertanya-tanya dalam hati. Kenapa ini obat sangat kuat sekali membuat manusia tidak berhenti bertarung? Dirinya belum bertanya sama Ibra maupun Raka. Apa kegunaan obat itu? Lalu apa efeknya buat tubuh? Itulah yang masih menjadi tanda tanya.
Mexico city, Meksiko
Seorang wanita paruh baya sedang membawa gelas yang berisi tequila. Wanita itu masuk ke dalam ruangan kerja milik suaminya. Wanita itu melihat sang suami sedang bersama gadis di bawah umur. Tangannya meraba-raba gadis itu tak tahu malu. Bagaimana perasaan wanita itu? Wanita itu hanya biasa saja dan tidak memperdulikannya.
"Liam," panggil wanita itu.
"Kenapa kamu masuk kesini? Siapa yang suruh? Aku sudah bilang jika aku sudah sibuk begini jangan diganggu sama sekali. Apakah kamu paham soal itu!" geram Liam.
"Ah… sepertinya aku salah masuk kamar! Kamu harus mendengarkan berita dari Filipina. Markas besar mu yang membuat kamu sembunyi di sana meledak.aku nggak tahu siapa yang mengajarkan markas mu itu. Kaki tanganmu yang bernama Kung Lao dan Ku Tak Sanggup harus mati di tempat. Cukup sekian dan laporannya selesai. Silakan lanjutkan lagi aktivitasmu itu," jelas wanita itu sambil keluar dari ruangan kerja milik Liam.
Liam yang masih bersama gadis kecil itu langsung mengamuk. Dirinya membanting gadis itu hingga terpelanting ke bawah. iya menghancurkan seluruh barang-barang yang ada di ruangan tersebut. Sambil mengamuk Liam menggeram seperti singa yang sedang mencari mangsa.
Lalu Liam keluar dan mencari sang istri. Bagaimana dengan kabar gadis itu? Liam tidak memperdulikannya. Malahan Liam suruh pengawalnya dan membuangnya di tepi kota tanpa sehelai benang apapun.
"Bella….. Bella!" Teriak Liam dengan suara yang menggelegar sampai para pengawal ketakutan sekali jika mendengarnya.
__ADS_1
Sungguh, Liam benar-benar marah akut. Dirinya tidak pernah menyangka kalau markas favoritnya itu hancur berantakan. Mau tidak mau liat masuk ke dalam kamar Bella dan berteriak kesetanan.
"Apa yang kamu katakan itu benar?" tanya Liam.
"Iya itu benar. Jika kamu tidak percaya periksalah emailmu!" Perintah Bella sambil menegak teh tequilla.
Dengan cepat Liam mengambil ponselnya di dalam kantong celananya itu. Ia segera membuka email tersebut dan membuka sebuah video yang dikirimkan oleh pengawalnya. Sungguh terkejut Liam saat ini. Sebelum terjadi kebakaran hebat, markas itu meledak terlebih dahulu. Dirinya segera memerintahkan pesawat jet untuk mengantarkannya ke Manila.
"Siapkan aku jet pribadiku sekarang juga!" perintah Liam kepada Bella dengan nada menekan.
"Baiklah kalau itu mau kamu. Dua jam lagi pesawatmu akan mendarat di sini.Aku akan pergi ke pusat perbelanjaan untuk belanja bareng-bareng branded yang sedang happening sekarang," ucap Bella sambil merayu ponselnya untuk menghubungi pilot.
Lalu Liam menunggu kedatangan pesawat tersebut. Sambil menunggu Lia menghubungi pengawalnya tersebut dan ingin mendengar cerita sesungguhnya. Alangkah terkejutnya mendengar pengawal itu bercerita. Ternyata kaki tangannya sangat bodoh sekali. Belum sampai markas kaki tangannya itu memberikan obat kuat untuk beribu-ribu pengawalnya. Hingga membuat pengawal yang berjumlah beribu-ribu orang itu akhirnya mati konyol. Itulah berita hari ini yang didengarkan oleh Liam. Sungguh miris sekali nasibnya. Karena para pengawalnya mulai tinggal sedikit. Mau tidak mau dirinya merekrut pengawal baru dan disebarkan ke seluruh dunia.
Jakarta Indonesia.
Tak lama Tutik datang membawa beberapa dokumen untuk diserahkan kepada John. Lalu Tutik menaruhnya di hadapan John. Dengan tatapan matanya Tutik menghempaskan bokongnya duduk di hadapan John. Kemudian dirinya tidak sengaja menatap wajah John yang berubah menjadi iblis.
"Kenapa wajahmu berubah seperti itu?" tanya Tutik.
"Aku nggak papa. Tapi aku lagi kesal saja. Markas di Manila hancur berantakan. Padahal kemarin aku habis dari sana. Untuk mengambil obat kuat agar mereka berperang bisa bertahan empat hari," jawab John sambil mengepalkan tangannya dan menggebrak meja dengan kuat.
"Apakah itu benar? Wah… orang itu sungguh memiliki nyali yang kuat sekali. Berani-beraninya dia menghancurkan markas eksodus khusus Filipina. Aku sangat bangga kepada orang itu," puji Tutik dengan mata berbinar hingga membuat dan semakin kesal saja.
__ADS_1
"Kamu malah memujinya! Ha! Kamu malah berpihak dengan musuh! Seenaknya saja kamu memuji mereka yang telah menghabiskan markas besar favoritku itu!" geram John sambil menatap wajah Tutik dan ingin melahapnya hidup-hidup.
"Aku tidak memujinya. Tapi ini kenyataan buatku. Jujur saja sistem keamanan di sana sangat ketat sekali. Jika ingin menghancurkan markasmu, mereka harus melalui beberapa tahapan-tahapan yang ada di sana. Pertama ketika masuk ke sana harus berani melewati kabel yang sudah dialiri listrik sebesar dua ribu volt. Masuk sana saja sudah kesetrum dan tubuhnya menjadi gosong. Lalu tahapan kedua harus melewati kolam ular kobra yang sedang kelaparan. Masuk ke sana juga hingga tembus tahapan ketiga orang itu sangat hebat sekali. Tahapan ketiga para pengawal sudah berjaga dengan senjata canggihnya. Mereka memakai senjata yang bisa menghancurkan orang tersebut hanya sekali tembak saja," jelas Tutik.
"Ada lagi tahapannya?" tanya John yang penasaran sekali dengan sistem keamanan di markas favoritnya itu.
"Masa kamu nggak tahu sih?Bukannya kamu yang membuat tahapan demi tahapan ketika masuk ke dalam markas tersebut tanpa ketahuan pengawal?" tanya Tutik balik.
"Aku nggak tahu itu. Aku tidak ikut-ikutan membuat tahapan demi tahapan ketika masuk ke dalam sana. Hanya kamu dan beberapa pengawal yang membuatnya," jawab John dengan jujur sekali.
"Kalau begitu aku beritahukan lagi. Tahapan keempat mereka harus melewati sinar laser yang khusus untuk membunuh Sang penyusup. Jika laser itu terkena tubuh kita, bisa dipastikan tubuh kita mengalami lumpuh total. Karena aku sengaja membuatnya seperti itu. Bisa dikatakan laser itu seperti pisau. Jika lolos bisa dipastikan orang itu akan masuk ke dalam markas. 4 tahapan itu sangat menyakitkan bagi orang-orang tanpa dikenal yang ingin masuk ke dalam. Hanya pengawal lah yang bisa masuk ke sana tanpa harus menyakiti dirinya sendiri," jelas Tutik panjang lebar.
John pun akhirnya paham dan tersenyum sambil memuji kecerdasan Tutik. Jujur saja ia memiliki istri tidak kaleng-kaleng. Namun Tutik itu adalah wanita mata duitan. Kenapa John memberikan nama mata duitan tersebut? Memang kenyataannya karena Tutik sering memerasnya hingga kehabisan uang. Untung saja dan sebagai mafia obat-obatan terlarang di kawasan Asia memiliki banyak uang. Jadi tak heran John sangat pandai sekali berbisnis barang haram tersebut.
"Okelah kalau begitu. Akan aku kirimkan uang sebesar 20 miliar untuk kamu belanja. Aku harap hari ini kamu bersenang-senang dengan uang tersebut," puji John sambil menatap wajah sang istri.
"Aku tidak perlu uang itu. Aku hanya ingin diam di rumah sepanjang hari ini. Aku harap kamu bisa menguatkanku hari ini," sahur Tutik sambil tersenyum manis.
"Itu tidak jadi masalah. Kita akan melakukannya dengan senang hati. Tapi aku harus pergi ke markas itu untuk mengecek kerusakan yang dialami Exodus," tolak John yang tidak ingin memuaskan hasrat sang istri.
"Kalau begitu aku akan mencari yang lainnya. Aku sungguh-sungguh sangat menginginkannya. Apakah Harlem sedang menganggur?" tanya Tutik yang penuh dengan semangat.
"Sepertinya iya. Kenapa? Apakah kamu ingin membookingnya hari ini juga?" tanya John sambil tersenyum sumringah karena lepas dari genggaman sang istri mata duitannya itu.
__ADS_1
"Ya… aku akan mencobanya malam ini. Aku harap dia hebat sekali," jawab Tutik sambil memainkan kedua matanya dan memberikan kode agar John menghubungi Harlem.
"Okelah kalau begitu. Aku akan menghubunginya. Bersabarlah," balas John sambil meraih ponselnya.